Friday, May 29, 2015

10 Kematian Orang Terkenal Disebabkan Oleh Hewan

Meskipun sangat jarang, beberapa orang terkenal sepanjang sejarah telah meninggal karena hewan. Apakah itu serangan, suatu kejadian tidak langsung, atau beberapa jenis reaksi alergi, itu benar terjadi. Berikut adalah 10 catatan kematian orang terkenal karena hewan.

10. Alexander I dari Yunani (1893-1920) - Monyet


Raja Alexander meninggal pada usia 27 tahun setelah menyelamatkan anjing peliharaan nya dari serangan monyet ketika sedang berjalan-jalan di Royal Gardens, dan ia menderita luka yang dalam karena diserang oleh dua monyet. Serangan itu terjadi pada tanggal 2 Oktober 1920. Dalam laporan yang dikirim dari Eropa, dinyatakan bahwa Raja sedang berjalan di taman dengan anjing peliharaannya, ketika anjingnya diserang oleh monyet. Raja mengalahkan monyet dengan tongkat tapi ketika pertarungan berlangsung sang monyet menggigit tangannya sedikit. Dalam hitungan hari ia meninggal karena sepsis.

9. Joselito Gomez (1895- 1920) - Banteng


José Gómez Ortega, dikenal sebagai Joselito atau Joselito el Gallo, atau Gallito, adalah Matador Spanyol di awal abad ke-20. Ia lahir di Seville di lingkungan terkenal La Macarena. Ayahnya adalah matador Fernando Gómez García, yang dikenal sebagai "El Gallo". Dia adalah adik dari matador Rafael Gómez Ortega, juga dikenal sebagai "El Gallo". Di usia 17 tahun, Joselito menerima gelar sebagai matador termuda. Di usia 25 tahun, Joselito ditanduk hingga mati di ring saat kompetisi adu banteng dengan adik iparnya. Hari kematiannya akan diingat dan menjadi satu-satunya hari di mana semua masyarakat Virgin Macarena mengenakan pakaian hitam. Belmonte dan Gómez selamanya dianggap sebagai dua matador terhebat.

8. Kenneth Pinyan (1960-2005) - Kuda


Kenneth Pinyan adalah seorang warga Washington yang bekerja di pelabuhan, dan juga seorang karyawan Boeing yang produktif yang terlibat dalam anal seks reseptif dengan kuda jantan berukuran besar di sebuah peternakan dekat kota Enumclaw. Dia merekam tindakan-tindakan seksnya dan membagikannya secara informal dengan nama Mr Hands. Selama tindakan seksnya berlangsung pada bulan Juni 2005, ia sedang menderita radang usus, dan kemudian meninggal karena luka-lukanya. Cerita ini diberitakan dalam The Seattle Times dan menjadi salah satu koran favorit pembaca di tahun 2005.

Beberapa bukan kemudian, kematian Pinyan mendorong pemerintahan Washington untuk mengeluarkan undang-undang pelarangan tindakan seks dengan hewan dan merekam video yang sama. Namun, video tersebut sudah dilihat oleh banyak orang sebelum kematiannya. Gambar di atas adalah sebuah film dokumenter mengenai hidupnya yang dirilis tahun lalu berjudul  Zoo, salah satu penerima penghargaan di  The Sundance Film Festival.

7. Cleopatra (69 SM - 30 SM) – Ular Berbisa


Menurut nara sumber kuno, terutama bangsa Romawi, Cleopatra meninggal karena meracuni dirinya dengan bisa ular. Sumber tertua adalah Strabo. Dia mengatakan ada dua cerita: bahwa Cleopatra mengoleskan salep beracun, atau ia digigit oleh ular berbisa. Beberapa penyair Romawi, dalam waktu 10 tahun menulis kejadian tersebut, semua menyebutkan bahwa Cleopatra digigit oleh dua ular berbisa, seperti halnya sejarahwan Florus, sekitar 150 tahun kemudian. Vellieus, 60 tahun setelah kejadian, juga mengacu pada ular berbisa. Plutarch, menulis sekitar 130 tahun setelah kejadian itu, adalah sumber utama dari cerita yang menyampaikan semua detail tewasnya Cleopatra, sang pelayan perempuan Iras sekarat di kakinya, dan pelayan perempuan yang lain, Charmion, membetulkan mahkotanya sebelum dia sendiri terjatuh. Plutarch kemudian melanjutkan bahwa beberapa mengatakan ular berbisa tersebut berada di keranjang buah ara yang dibawa untuknya dari pedesaan, dan dia menemukannya setelah makan beberapa buah ara, lalu mengulurkan tangannya agar ular tersebut menggigitnya.

6. Aeschylus (525 SM - 455 SM) – Kura-kura


Aeschylus sering diakui sebagai ayah atau pendiri sebuah drama tragedi, dan salah satu dari tiga pemain tragedi pertama Yunani yang bisa bertahan, yang lainnya adalah Sophocles dan Euripides. Dia menambah jumlah karakter dalam drama untuk memicu konflik di antara mereka; sebelumnya, karakter hanya berinteraksi dengan paduan suara. Tidak lebih dari 7 drama dari 70 drama yang ditulis oleh Aeschylus bertahan hingga masa modern. Menurut legenda, seekor elang, menjatuhkan seekor kura-kura di kepalanya.

5. Timothy Treadwell (1957 - 2003) - Beruang


Timothy Treadwell, lahir dengan nama Timothy Dexter, adalah seorang penggemar beruang, ahli lingkungan, naturalis amatir, dan pembuat film dokumenter, yang tinggal di antara beruang grizzly di pesisir Taman Nasional Katmai di Alaska selama sekitar 13 musim. Pada akhir musim ke-13 tahun 2003, ia dan pacarnya Amie Huguenard tewas dan dimakan oleh satu atau mungkin dua beruang grizzly. Kehidupan, pekerjaan, dan kematian Treadwell ini menjadi sebuah judul film dokumenter 2005 karya Werner Herzog berjudul Grizzly Man.

4. Marty Feldman (1934-1982) - Kerang


Martin Alan "Marty" Feldman adalah seorang penulis Inggris, komedian dan aktor pemenang penghargaan BAFTA. Feldman meninggal karena serangan jantung (akibat keracunan makanan kerang) di sebuah kamar hotel di Mexico City ketika pembuatan film Yellowbeard berlangsung. Sang kartunis terkenal - Sergio Aragones, sedang membuat film didekat hotel tersebut dan ketika ia memperkenalkan dirinya kepada Feldman, Ia takut Feldman terkena serangan jantung. Dia bercerita dengan lucunya yang bertema “Aku Membunuh Marty Feldman”.  Cerita itu diubah menjadi cerita tunggal dalam Aragones  of DC Comics.

3. Tom dan Eileen Lonergan (1998) - Hiu


Tom dan Eileen Lonergan adalah pasangan dari Baton Rouge, Louisana yang sudah menikah dan baru saja menyelesaikan tur 3 tahun bersama dengan Peace Corps. Pada tanggal 25 Januari 1998, mereka terdampar ketika menyelam dengan sekelompok penyelam dari Australia Great Barrier Reef dan tidak pernah ditemukan sejak itu. Sekelompok perahu dari Outer Edge Dive Company sengaja meninggalakan Tom dan Eileen karena ada kesalahan penghitungan jumlah awak yang dihitung oleh kru kapal selam tersebut. Setelah meninggalkan area menyelam, 24 penyelam dan 5 anggota kru kapal lainnya tidak mengetahui bahwa dua pasangan tersebut tidak naik ke kapal. Pasangan ini dibiarkan berjuang sendiri di perairan yang dipenuhi ikan hiu. Meskipun tubuh mereka tidak pernah ditemukan, mereka mungkin telah meninggal karena dehidrasi, tenggelam, serangan hiu, atau kombinasi diantaranya.

2. Christopher Reeve (1952-2004) - Kuda


Meskipun akhirnya Reeve meninggal karena reaksi alergi, banyak perjuangan kesehatannya karena terjatuh dari kuda. Reeve menderita asma dan alergi sejak kecil. Dia telah mengalami beberapa penyakit, termasuk Infectious Mononucleosis dan malaria. Dia menderita mastositosis (gangguan sel darah). Lebih dari sekali ia memiliki reaksi parah terhadap obat. Dalam Kessler, ia mencoba obat bernama Sygen yang berteori untuk membantu mengurangi kerusakan pada sumsum tulang belakang. Obat tersebut menyebabkan dia mengalami syok anafilaksis dan paru-parunya terhenti. Dia percaya dia memiliki sebuah pengalaman diluar kesadarannya dan dia pernah mengucapkan, "Saya minta maaf, tapi saya harus pergi sekarang", sebelum itu terjadi.

Dalam otobiografinya, ia menulis, "dan kemudian saya meninggalkan tubuh saya. Saya naik ke atas langit-langit ... Saya melihat ke bawah dan melihat tubuh saya berbaring di tempat tidur, tidak bergerak, sementara semua orang – ada sekitar 15 atau 20 orang, para dokter, para EMT, parab perawat - bekerja menyelamatkan saya". Setelah menerima epinephrine dalam dosis besar, ia terbangun dan dapat distabilkan pada malam itu.

Pada tahun 2003 dan 2004, Reeve berjuang dari sejumlah infeksi serius yang diyakini berasal dari sumsum tulang. Pada awal Oktober 2004, ia dirawat karena luka tekanan yang menyebabkan infeksi sistemik yang disebut sepsis, komplikasi yang sebelumnya telah ia alami berkali-kali. Pada tanggal 9 Oktober, Reeve merasa baik dan menghadiri pertandingan hoki anaknya Will. Malam itu, ia mengalami serangan jantung setelah menerima antibiotik untuk infeksinya. Reeve meninggal dunia karena gagal jantung pada usia 52 tahun.

1. Steve Irwin (1962-2006) - Ikan Pari

Stephen Robert Irwin, dikenal dengan nama Steve Irwin dan dijuluki "The Crocodile Hunter", adalah seorang ahli satwa liar Australia. Dia mencapai ketenaran di seluruh dunia dari program televisi The Crocodile Hunter, seri dokumenter satwa liar yang disiarkan secara internasional. Bersama dengan istrinya, dia juga memiliki dan mengoperasikan Kebun Binatang Australia, yang didirikan oleh orang tuanya di Beerwah, Queensland. Dia meninggal pada tahun 2006 setelah dadanya tertusuk oleh duri ikan pari.