Monday, May 25, 2015

Teknik Penyiksaaan Dari Abad Pertengahan

"Teknik Penyiksaaan Dari Abad Pertengahan" - Teman anehtapinyata.net abad pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Romawi Barat dibawah prakarsa Raja Charlemagne pada abad ke-5 hingga munculnya monarki-monarki nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme serta revormasi Protestan dengan dimulainya Renaisans pada tahun 1517 masehi. Abad pertengahan juga dikenal sebagai abad kegelapan, banyak orang miskin menderita berbagai penyakit dan kebebasan mereka di jajah oleh para tuan tanah kaya. Jika ada yang melakukan kejahatan dan tidak mampu membayar denda, tangan, bibir atau lidah anda akan di potong. Pada masa ini teknik penyiksaannya sangat beragam dan terkadang sangat kejam dan menakutkan. Berikut kami rangkum beberapa teknik penyiksaan pada masa itu untuk menambah wawasan teman semua.


The Head Crusher


Kepala Crusher adalah metode penyiksaan yang populer digunakan oleh Inkuisisi Spanyol. Dagu akan diletakan diatas batang bagian bawah dan kepala dibagian topi atas. Penyiksa perlahan-lahan memutar sekrup menekan batang untuk melawan topi. Kepala secara perlahan-lahan di kompresi yang akan menghancurkan bagian gigi dalam rahang, bola mata yang keluar sehingga korban akan cepat mengalami kematian.

The Pear


Alat brutal ini digunakan untuk menyiksa wanita yang telah melakukan aborsi, pembohong, penghujat dan homosexual. Alat ini berbentuk buah pir yang akan dimasukan kedalam salah satu lubang wanita. Vagina bagi wanita aborsi, Anus bagi homosexual dan mulut bagi wanita pembohong atau penghujat. Alat ini terdiri dari empat helai daun yang perlahan-lahan terpisah satu sama lain sebagai penyiksa dengan sekrup terbalik dibagian atasnya. Sehingga alat ini akan merobek atau memperbesar lubang yang dimasukan alat ini 

The Catherine Wheel


Alat ini dibuat untuk membunuh korban secara perlahan-lahan. Anggota badan korban akan di ikat di jari-jari roda kayu besar. Roda tersebut perlahan-lahan diputar dan penyiksa akan menghancurkan kaki korban dengan sebuah palu besi. Setelah tulang-tulang tubuh korban patah, penyiksa akan meninggalkan korban sendirian yang secara perlahan-lahan akan mati. Kadang-kadang roda di tempatkan pada tiang yang lebih tinggi sehingga burung atau binatang lain untuk memakan daging korban. Ini bisa memakan waktu 2 samapi 3 hari untuk memastikan bahwa si korban sudah betul-betul mati. Kadang-kadang sang algojo bermurah hati untuk langsung menyerang korban pada bagian dada dan perut. Pukulan yang lebih dikenal sebagai "kudeta de grace" atau pukulan belas kasihan dapat langsung mematikan korban.

Gergaji Penyiksaan


Gergaji adalah bentuk penyiksaan umum yang mudah di temukan. Ini adalah cara mudah untuk menghukum korban yang dituduh sebagai penyihir, perzinahan, pembunuhan, penghujatan atau bahkan pencurian. Korban akan di ikat secara terbalik sehingga darah akan dialihkan ke otak. Hal ini memastikan bahwa korban dipertahankan kesadarannya selama mungkin, memperlambat kehilangan darah dan menyebabkan penghinaan yang maksimal. Penyiksaan jenis ini bisa berlangsung dalam beberapa jam.

Impalement


Vlad the Impaler (Dracula) dari abad ke-15 di Rumania, teman anehtapinyata.net akan menyaksikan penyiksaan korban dengan cara duduk didekat tiang yang tajam dan tebal. Tiang kemudian diangkat tegak dan akan menusuk korban berdasarkan kekuatan fisik si korban. Seringkali tiang tersebut ditempatkan di ujung dada sehingga ujungnya tepat di bawah dagu sehingga semakain lama akan menusuk dagu korban yang biasanya korban hanya dapat bertahan dalam 3 hari.  Vlad melakukan ini terhadap sekitar 20.000 - 300.000 orang korban. Dikatakan dia menyaksikan penyiksaan ini sambil menikmati jamuan makan.

Yudas Cradle


Yudas Cradle adalah teknik penyiksaan yang dilakukan dengan cara korban di dudukan pada sebuah ujung piramida yang sangat tajam. Kemudian diturunkan secara perlahan-lahan dengan menggunakan seutas tali. Tujuannya adalah untuk merenggangkan lubang tersebut dengan jangka waktu tertentu sehingga perlahan-lahan akan menusuk dubur atau kemaluan korban. Korban biasanya disiksa dalam keadaan telanjang sehingga menambah beban psikologis kadang juga ditambahkan beban di kaki korban untuk menambah rasa sakit korban dan mempercepat kematian korban. Penyiksaan ini bisa berlangsung dalam beberapa jam atau beberapa hari sampai korban meninggal.

Coffin


Coffin adalah teknik penyiksaan yang paling di takuti pada abad pertengahan dan sering terlihat di film-film tentang penggambaran penyiksaan ini. Korban akan ditempatkan di sebuah kandang besi berbentuk badan manusia. Korban akan dimasukan kekandang besi tersebut yang kemudian digantung pada sebuah pohon besar atau di tiang gantungan dibawah teriknya sinar matahari yang memungkinkan burung atau binatang lainnya untuk memakan daging korban. Kadang-kadang penonton melempari batu untuk lebih menekankan rasa sakit bagi korban.  Kejahatan seperti ajaran sesat atau menghujat yang akan dihukum dengan cara ini.

Rack


Rack ini dirancang supaya urat nadi korban dapat terkilir. Alat ini biasanya terdiri dari  bingkai kayu dengan dua tali yang di ikatkan pada bagian bawah dan 2 tali lagi di ikatkan ke bagian atas. Sebagai penyiksa akan memutar pegangan tali, tali akan menarik lengan korban, Tali akan menarik lengan korban sampai patahnya tulang korban. Jika penyiksa terus memutarkan tali pegangan tersebut, maka beberapa bagian tubuh korban akan robek saat itu juga. Pada abad pertengahan teknik baru penyiksaan Rack muncul. Korban akan di letakan di sebuah meja yang atasnya diletakkan paku yang akan menembus punggung korban. Sebagian anggota badan akan ditarik secara terpisah begitu juga dengan sumsum tulang belakang yang akan menimbulkan rasa skit luar biasa. 

Ripper Payudara


Digunakan sebagai hukuman yang sangat mengerikan bagi wanita. Alat ini akan mencabik payudara yang akan menimbulkan rasa sakit luar biasa, kehilangan banyak darah dan memutilasi payudara korban. Hukuman ini dijatuhkan kepada wanita yang dituduh telah melakukan aborsi atau penzinahan.

The Knee Spliter


Alat ini sangat disukai bagi Inkuisisi Spanyol karena sifatnya yang fleksibel. Alat pemisah lutut ini dengan tonjolan tajam yang dilengkapi kedua sisinya dengan pegangan yang dapat memutar sehingga dapat meremas atau mencakar lutut korban hingga mengalami patah tulang, menembus kulit dan tulang lutut. Meskipun penggunaannya jarang mengakibatkan kematian, tetapi akibat yang di timbulkannya lutut menjadi tidak berguna sama sekali. Alat ini juga bisa digunakan pada bagian tubuh lainnya seperti siku, lengan dan bahkan juga pada bagian bawah kaki. Jumlah paku The Knee Spliter (pembagi lutut) juga bervariasi antar 3 sampai lebih dari 20 buah. Beberapa cakar dipanaskan terlebih dahulu untuk memaksimalkan rasa sakit.