Sunday, June 14, 2015

Kisah Unik Tentang Pemalsuan Penculikan Di Dunia

"Kisah Unik Tentang Pemalsuan Penculikan Di Dunia" - Teman anehtapinyata.net seseorang terkadang bisa berbuat sesuatu yang di luar dugaan karena sesuatu, salah satunya adalah memalsukan penculikan mereka sendiri. Berikut beberapa kasus orang yang memalsukan penculikan mereka sendiri dengan berbagai alasan.


Memalsukan Penculikan Karena Takut Dimarahi Pacar


Teman anehtapinyata.net kisah percintaan memang terkadang membingungkan. Seperti yang dialami pria bernama Rahmell Pettway dari Brooklyn ini, dia pergi menghilang tanpa jejak selama dua minggu. Setelah kembali, ia malah melakukan adegan penculikan. Hal ini dilakukan agar terhindar dari kemarahan besar sang pacar karena sudah dua minggu hilang tanpa memberi kabar. Polisi menemukan Pettway diikat dengan lakban di tengah jalan. Polisi bertanya kepadanya dan ia menjawab bahwa dua orang di sebuah minivan telah menculiknya. Namun sayang sandiwara pria itu mulai terungkap setelah polisi menemukan sebuah pita yang masih melekat pada pergelangan tangan pria itu. Akhirnya Peetway mengaku tipu muslihat yang dilakukannya itu untuk mendapatkan laporan dari polisi bahwa ia sudah diculik. Menurutnya laporan itu sangat berguna untuk menghadapi kemarahan besar pacarnya yang tidak tahu kemana ia pergi selama dua minggu.

Memalsukan penculikan Karena Kalah Bertaruh Di Piala Dunia


Piala Dunia bisa jadi ajang saling bertaruh menebak siapa tim yang akan menang. Bagi yang menang mereka akan mendapatkan uang, namun bagi yang kalah bertaruh maka mereka akan kehilangan uang. Tak sedikit orang yang kalah bertaruh melakukan hal-hal nekat termasuk memalsukan penculikan dirinya sendiri. Kepolisian di Shanghai menegur seorang mahasiswa yang memalsukan penculikan dirinya sendiri agar bisa menutupi kerugiannya akibat kalah bertaruh di Piala Dunia. Mahasiswa perempuan itu dilaporkan kehilangan uang sebanyak $161 (sekitar Rp 2,1 juta) di sebuah taruhan online. Yang lebih mengagetkannya lagi, ia mengirim sebuah pesan teks ke ibunya yang berisi minta uang tebusan. Dalam surat itu ia mengaku sebagai penculik yang menginginkan uang tebusan sebesar $3,200 (sekitar Rp 42,5 juta). Pihak kepolisian tidak bisa tinggal diam dan langsung menyelidiki kasus penculikan itu dengan mengunjungi rumah teman-teman gadis itu untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Namun gadis yang mengaku dirinya diculik itu ditemukan di rumah temannya sedang asyik nonton Piala Dunia.

Memalsukan Penculikan Karena Mendapat Nilai F


Salah seorang mahasiswa begitu takut untuk memberitahu orang tuanya bahwa ia mendapat nilai yang jelek dalam tes bahasa Inggris. Aftab Aslam, menerima nilai F di kelas bahasa Inggris di Georgia Gwinnet College dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya untuk kedua kalinya setelah gagal dalam kursus sebelumnya. Untuk mengindari kekecewaan kedua orang tuanya, Aslam nekat melarikan diri dan memalsukan penculikannya dengan cara mengirim sms ke orang tuanya atas nama penculikan. Dalam pesan teks itu menyebutkan bahwa putra mereka telah diculik dan memperingatkan mereka untuk jangan memanggil polisi atau anak mereka akan dibunuh. Orang tua Aslam jelas tidak menelepon polisi karena takut putranya akan dibunuh. Namun beberapa bukti menunjukan bahwa remaja berusia 19 tahun itu sedang berkemah di sebuah lapangan terbuka di Forsyth County. Remaja itu kembali ke rumah kedua orang tuanya delapan hari kemudian, ketika cuaca berubah jadi dingin.

Memalsukan Penculikan Untuk Bisa Pergi Ke Pesta


Seorang pria bernama Rogelio Andaverde, lebih suka diculik sambil ditodong senjata daripada memberitahu istrinya ketika ia ingin pergi ke pesta. Pada tahun 2013, pria asal Texas itu mengaku diculik oleh teman-temannya sendiri. Agar terlihat seperti penculik sungguhan, teman-temannya itu menggunakan masker sambil membawa senjata. Kemudian mereka masuk ke rumah istrinya sambil menodongkan senjata dan bekata bahwa suaminya telah diculik. Sang istri merasa panik dan langsung menghubungi pihak berwenang. Ia langsung mengeluarkan berbagai macam cara untuk mencari suaminya yang diculik. 


Namun pihak kepolisian mulai curiga setelah menemukan petunjuk lain dan semakin curiga lagi setelah Andaverde tiba-tiba muncul lagi. Untuk menghindari kecurigaan dari sang istri, si suami mengatakan kepadanya bahwa si penculik memberikan belas kasihan kepadanya dan membiarkannya bebas. Namun tak lama kemudian, ia mengaku bahwa ia sudah berbohong tentang penculikan itu agar bisa pergi keluar kota dengan teman-temannya. Diduga pria berusia 34 tahun itu juga dilaporkan sangat takut sama istrinya. Karena itulah ia mempunyai ide gila itu agar bisa pergi ke pesta tanpa sepengetahuan istrinya.

Memalsukan Penculikan Untuk Membatalkan Orang Tuanya Pergi Ke Pertemuan Guru


Seorang anak berusia 11 tahun dari Spanyol sudah memiliki ide memalsukan penculikan dirinya sendiri, padahal ia masih sangat kecil. Hal itu dilakukan sang anak untuk menghentikan ayah dan ibunya yang akan pergi ke pertemuan para guru. Anak itu mengirimkan sebuah pesan teks ke ayahnya yang menyebutkan bahwa anaknya sudah diculik dan disembunyikan di bagian bagasi mobil. Lantas pesan itu membuat ayahnya sangat kaget dan langsung menelepon anaknya segera. Namun anak itu sangatlah pintar, ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia tidak tahu akan di bawa ke mana. Perburuan dilakukan untuk menemukan sang penculik dan juga anaknya. Namun sandiwara itu berlangsung hanya beberapa jam setelah ayahnya menyadari kunci apartemennya yang lain menghilang. Sang ayah langsung pergi ke rumah keduanya dan ia menemukan anaknya dalam keadaan sehat dan aman. Entah kenapa anak itu sangat ketakutan kalau kedua orang tuanya pergi ke pertemuan para guru. Namun polisi tidak memberikan hukuman karena anak itu masih di bawah umur dan menganggap semua itu hanya lelucon.

Memalsukan Penculikan Karena Takut Ke Dokter Gigi


Dokter gigi memang menjadi hal yang paling menakutkan bagi anak kecil. Mungkin orang dewasa juga akan sedikit takut kalau di bawa ke dokter gigi. Karena ketakutannya tersebut, bocah yang baru berusia 12 tahun itu nekat memalsukan penculikan dirinya sendiri. Kemudian polisi menemukan anak itu di desa alpine di Perancis. Anak itu bersikeras bahwa dirinya telah diculik oleh orang tak dikenal. Untuk seorang anak kecil, ia dengan cermat menyampaikan detail pelaku penculikan dirinya kepada polisi. Ia juga mengatakan secara kebetulan dirinya berhasil kabur dari sang penculik yang telah membawanya ke sebuah kota, 100 mil dari rumahnya. Polisi mempercayai omongan anak kecil itu dan langsung melakukan pencarian untuk menangkap sang penculik. Namun setelah satu bulan melakukan pencarian, jejak penculik itu tidak ada sedikit pun. Lantas hal itu membuat polisi curiga dan kembali menanyai bocah itu. Kali ini, bocah itu mengaku dirinya nekat memalsukan penculikan itu agar bisa membatalkan janji pergi ke dokter gigi.