Wednesday, July 29, 2015

Kisah Tragis Penerus Tahta Kerajaan Yang Mencengangkan


"Kisah Tragis Penerus Tahta Kerajaan Yang Mencengangkan" - Teman anehtapinyata.net menjadi seorang anak penerus tahta dalam sebuah kerajaan memang terdengar sangat membahagiakan. Teman pasti akan membayangkan anak tersebut akan selalu mendapat kesenangan, harta yang melimpah, dan disayang banyak orang. Namun untuk anak-anak berikut ini mungkin merupakan suatu perkecualian. Dilahirkan sebagai anak penerus tahta kerajaan, yang didapat bukanlah harta dan kesenangan, melainkan nasib tragis yang menimpa. Penerus tahta dari mana saja? Berikut Informasinya.


Hilangnya Penerus Tahta Dinasti Romanov


Dinasti Romanov merupakan dinasti kedua dan terakhir di Rusia, dinasti ini menguasai Muskovia dan kekaisaran Rusia selama lima generasi dari tahun 1613 - 1762. Dari tahun 1762 ke tahun 1917, Rusia dikuasai oleh gabungan penguasa dari dinasti Romanov dan Dinasti Oldenburg, yang dikenal sebagai Holstein-Gottorp-Romanov. Dinasti Romanov berjaya menguasai Rusia selama kurang lebih 304 tahun. Dan seperti kerajaan-kerajaan lainnya, setelah mengalami masa keemasan pasti mengalami masa kehancuran juga, hal ini juga menimpa Dinasti Romanov. Pada tahun 1918 dinasti ini mengalami kehancuran, semua anggota keluarga Romanov dieksekusi mati, tak terkecuali anak-anak penerus tahta kerajaan. Tulang belulang dari jasad anak-anak Romanovpun tak luput dari pembantaian, tulang-tulangnya kebanyakan hilang, diduga dipisah untuk menghilangkan jejak. 


Pada tahun 2007 sebuah penggalian menemukan tulang belulang yang diduga merupakan dua anak keluarga Romanov yang hilang, jasad yang berupa tulang ini dikubur terpisah dengan keluarga lainnya. Jarak kuburan massal keluarga Romanov dan penemuan tulang belulang ini adalah sekitar 70 meter. Tulang belulang ini diteliti oleh para ilmuan, dan hasilnya menyimpulkan bahwa tulang tersebut merupakan milik Alexei Romanov dan saudara perempuannya. Tulang sisanya tersebut tidak bisa disimpulkan oleh ilmuan apakah milik Maria atau Anastasia. Hal ini disebabkan karena tulang yang ditemukan tersebut dalam keadaan sangat rusak, diduga jasad tersebut dibakar dengan api dan asam sulfur, hal ini dilakukan untuk menyembunyikan identitas dan waktu kematian mereka. Bisa dibayangkan bagaimana kejinya pembantaian keluarga Romanov ini.

Misteri Penyebab Bunuh Diri Tsar Dmitry


Selain kisah penerus tahta dinasti Romanov yang mengalami kisah yang tragis, di kerajaan Rusia juga masih ada kisah tragis putra mahkota lainnya. Ivan yang masih ada hubungan darah dengan keluarga Tsar dibunuh oleh Tsar Ivan yang merupakan ayahnya sendiri, penyebabnya sendiri tidak diketahui. Beberapa waktu setelah pembunuhan tersebut, istri Tsar Ivan kembali melahirkan seorang putra mahkota yang dinakaman Dmitry. Kebahagiaan kerajaan tersebut tidak berlangsung lama, dua tahun setelah kelahiran tersebut, Tsar Ivan meninggal dan kekuasaan otomatis jatuh ketangan saudara kandungnya, Tsar Feodor I. Tsar Dmitry sendiri tetap menjadi putra mahkota dikarenakan Tsar Feodor I tidak memiliki keturunan. Namun tahun 1591, putra mahkota yang masih berusia 9 tahun ini secara mengejutkan melakukan bunuh diri. Penyebab bunuh diri putra mahkota tersebut hingga saat ini tetap menjadi misteri. Dugaan yang menyeruak mengemukakan bahwa hal tersebut terjadi karena terjadi perebutan kekuasaan setelah Tsar Feodor I turun tahta. Sebuah konspirasi menyebutkan jika Boris Godunov adalah orang yang bertanggung jawab terhadap insiden tersebut.

Cucu Rahasia Ratu Inggris


Misteri ini memang belum ada pembuktian hingga sekarang, namun rumor tentang cucu Ratu Victoria merupakan isu yang kontroversial di Inggris. Desas desus mengatakan cucu rahasia Ratu Victoria ini bernama Henry. Sebuah catatan mengatakan bahwa Henry terlahir lahir dari Putri Louise, diceritakan bahwa putri dari Ratu Inggris ini pernah menjalin hubungan asmara dengan seorang pelayan bernama Walter Stirling. Pria ini sendiri dulunya merupakan guru dari kakak Putri Louise, karena ketahuan menjalin cinta pelayan inipun dipecat dengan tetap diberi uang dari kerajaan. Henry dikatakan lahir sekitar tahun 1886-1887, karena merupakan aib kerajaan Henrypun diungsikan. Bayi malang ini diberikan kepada Sir Frederick Locock yang merupakan dokter kandungan keluarga kerajaan pada saat itu. Sejak peristiwa tersebut nama Henry tidak pernah muncul lagi. Tapi pada tahun 2004 keturunan keluarga Locock mengajukan sebuah tes DNA kepada kerajaan Inggris, tapi tentu saja hal tersebut ditolak oleh pihak kerajaan. Sampai sekarang nasib Henry tetap menjadi misteri.

Anak Julius Caesar yang Terbuang


Caesarion merupakan satu-satunya anak kandung dari Julius Caesar dengan Cleopatra. Caesarion lahir pada tahun 47 SM, menurut data yang berhasil dihimpun anak Julius Caesar ini meninggal pada usianya yang baru menginjak 17 tahun. Nasib Caesarion memang agak malang, pada usianya yang masih balita, baru berumur 3 tahun ayahnya meninggal dibunuh. Dia meneruskan hidup hanya dengan  ibunya Cleopatra. Beberapa waktu kemudian Cleopatra menikah lagi dengan Marc Antony dan memiliki seorang anak bernama Octavianus. Kuat dugaan karena pernikahannya tersebut dan memiliki anak menyebabkan nama Caesarion dihapus dari silsilah keluarga Cleopatra. Menginjak remaja Caesarion dan Octavianus diberikan pembagian kekuasaan di Roma oleh Marc Antony, namun mereka saling berebut dan bersaing agar bisa menguasai Roma secara utuh. Pada akhirnya Oktavianus berhasil membunuh saudara tirinya tersebut. Dan tragisnya jasad Caesarion sampai saat ini tidak pernah ditemukan, dan anehnya lagi yang menimbulkan misteri nama Caesarion tidak pernah muncul dalam dokumen dan catatan Cleopatra.

Kematian Tragis Penerus Tahta Kerajaan Ottoman


Sebagian teman pasti pernah menonton film abad kejayaan yang menceritakan tentang kerajaan Ottoman? Kesultanaan Utsmaniyah atau lebih dikenal dengan nama kerajaan Ottoman merupakan kerajaan Turki pada abad 16-17. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Sulaiman I. Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Ottoman, terdapat suatu kisah tragis dari sang penerus tahta. Mustafa yang merupakan anak dari Raja Sulaiman dihukum gantung oleh ayahnya sendiri pada tanggal 6 Oktober 1553. Kejadian ini disebabkan karena adanya persekongkolan politik di lingkungan istana. Mustafa yang pada saat itu disuruh bergabung dengan pasukan ayahnya dalam suatu pertempuran, tetapi di pihak lain Raja Sulaiman I malah dihasut bahwa Mustafa dalam perjalanan berbalik menyerangnya. Kematian Mustafa pun tidak bisa dihindari, dia ditangkap dan disekap oleh pasukan ayahnya untuk selanjutnya dihukum gantung. Kematian Mustafa yang sangat kejam tersebut mendapat kecaman dari prajurit dan masyarakat Ottoman, raja dianggap melakukan kesalahan fatal karena mempercayai hasutan anak buahnya.

Kuburan Massal Putri Dinasti Firaun


"House of Royal Children" begitulah nama yang diberikan untuk kuburan massal ini. Kuburan tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang peneliti arkeologi spesial Mesir pada pertengahan abad XIX. Uniknya hampir semua yang dikubur di makam tersebut adalah putri-putri dari dinasti Firaun, dan yang membuatnya menjadi misteri adalah penyebab mereka semua dikubur di satu tempat yang sama, misteri ini sendiri sampai sekarang belum terpecahkan. Yang berkembang hanya sebatas dugaan tanpa ada bukti yang jelas saja. Salah satunya mengatakan bahwa para putri tersebut dianggap tidak berguna dan berpotensi menyebabkan konflik perebutan tahta kerajaan, sehingga pantas untuk dihilangkan, dan cara yang paling aman adalah ditempatkan di lokasi yang sama lalu dibunuh secara massal.