Thursday, September 3, 2015

Pemukiman Gua Yang Aneh Dan Unik Di Dunia

"Pemukiman Gua Yang Aneh Dan Unik Di Dunia" - Teman anehtapinyata.net pemukiman merupakan kumpulan rumah yang menjadi tempat tinggal dari sejumlah orang. Sekarang banyak kita jumpai pemukiman atau kota dengan rumah-rumah yang bergaya arsitektur modern, tapi tahukah teman nenek moyang kita dahulu membuat rumah dengan memahat batu hingga menjadi sebuah gua. Hal tersebut dilakukan agar mempunyai tempat berlindung yang kuat dan tahan lama. Dan hingga sekarang pemukiman gua tersebut masih ada beberapa di dunia dan dijadikan situs warisan budaya oleh pemerintah setempat. Pemukiman gua di mana saja itu? Berikut beberapa informasinya, semoga bermanfaat.


Mesa Verde (Colorado, Amerika Serikat)


Mesa Verde merupaka rumah kuno yang dibuat di tebing di daerah barat daya Colorado. Pemukiman kuno ini merupakan tempat tinggal suku Anazazi kuno. Diduga tempat ini dibangun suku Anazazi kuno sekitar abad ke 12. Beberapa ruangan dalam gua ini hampir sama besarnya dengan rumah yang memiliki 150 kamar. Teman anehtapinyata.net yang paling terkenal dan menjadi perhatian dalam Mesa Verde adalah Cliff Palace dan Spruce Tree House. Pada tahun 1300an, semua suku Anazazi kuno pergi meninggalkan Mesa Verde, tidak ada yang tahu pasti kenapa mereka meninggalkan tempat yang menjadi rumah mereka tersebut. Ada yang beranggapan bahwa perpindahan mereka didasari oleh gagal panen yang berkepanjangan sampai serangan dari suku lain di utara. Setelah kepergian suku Anazazi kuno, rumah yang mereka tinggalkan tersebut masih tetap terjaga seperti bentuknya dahulu. Sekarang perumahan kuno tersebut menjadi salah satu situs arkeologi budaya asli Amerika di Amerika Serikat.

Kandovan (Iran)


Teman anehtapinyata.net Kandovan merupakan nama pedesaan kuno yang dibangun sekitar abad ke 13. Pedesaan kuno ini terletak di Azerbaijan Timur, Iran dan merupakan tempat yang sangat misterius. Rumah-rumah di Kandovan dibuat mirip seperti rumah koloni dari semut tanah, dibuat di gua alami yang terbentuk dari abu vulkanik dan berbentuk kerucut. Hampir semua rumah gua ini bertingkat empat, lantai dasar digunakan untuk kandang hewan ternak, lantai satu dan dua untuk tempat tinggal, sedangkan lantai paling atasnya digunakan untuk tempat penyimpanan bahan makanan. Pondasi lantai rumah gua ini terbuat dari tanah yang mengeras membuatnya menjadi suatu kelebihan, karena suhu dalam ruangan akan tetap stabil, sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin.

Guyaju (Cina)


Guyaju merupakan sebuah pemukiman yang berupa gua kuno yang terletak sekitar 92 kilometer atau sekitar 57 mil dari Beijing, Cina. Gua kuno yang sering disebut sebagai labirin terbesar yang ada di Cina ini tidak diketahui asal mula sejarahnya. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya catatan atau informasi berkaitan dengan keberadaan Guyaju. Tetapi menurut Natural Homes, diprediksi penduduk yang mendiami pemukiman kuno tersebut adalah Suku Xiyi pada masa Dinasti Tang. Pemukiman kuno ini dibuat dengan cara memahat tebing terjal yang menghadap kota Zhangshanying. Di dalam Guyaju terdapat sekitar 110 kamar yang terbuat dari batu dan merupakan tempat tinggal gua kuno terbesar yang ada di Cina.

Matmata (Tunisia)


Matmata merupakan sebuah nama daerah di gurun pasir yang berada 470 kilometer ke selatan dari Tunis, ibukota Tunisia. Daerah gersang dan panas ini didiami oleh suku Barbar, suku pedalaman asli Afrika Utara. Untuk bertahan dari sengatan matahari, suku ini membangun rumah tradisional di bawah tanah yang disebut dengan Troglodyte. Tempat tinggal tersebut dibuat dengan menggali lubang besar di bawah tanah, sekililing lubangnya kemudian dipahat untuk dibuat kamar. Lama kelamaan gua yang mereka buat diperlebar untuk menambah ruangan yang berbeda-beda, dan di dalam gua ini juga telah terdapat jalan yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya. Dan jika teman anehtapinyata.net penggemar film Star Wars, pasti pernah melihat tempat ini, karena merupakan salah satu lokasi syuting dari film tersebut.

Sassi di Matera (Italia)


Sassi di Matera yang juga berarti batu di Matera merupakan sebuah gua yang terletak di selatan Matera Italia. Gua-gua tersebut berasal dari masa prasejarah dan merupakan salah satu pemukiman manusia pertama di Italia. Awalnya gua-gua tersebut diperuntukan untuk tempat tinggal, tapi lambat laun gua ini juga menjadi tempat perdagangan. Dan pada tahun 1960, pemerintah setempat memaksa merelokasi penduduk yang masih tinggal di gua Sassi untuk dipindahkan ke daerah kota yang lebih modern. Kendatipun demikian, ada beberapa penduduk yang tidak mau direlokasi dan masih setia tinggal di dalam gua seperti nenek moyangnya terdahulu.