Wednesday, September 23, 2015

Misteri Gurun Yang Belum Terpecahkan

 

"Misteri Gurun Yang Belum Terpecahkan" - Teman anehtapinyata.net gurun merupakan suatu daerah yang mendapat curah hujan yang sedikit, dan sangat sulit untuk makhluk hidup bertahan hidup di tempat ini. Tapi di samping itu beberapa gurun menyimpan misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini. Entah itu misteri alam, ataupun misteri yang berasal dari buatan manusia pada jaman dulu. Untuk menambah pengetahuan teman semua, berikut kami rangkum beberapa tempat yang berhubungan dengan gurun yang masih menyimpan misteri tak terpecahkan.


Makam Aneh (Valley of the King’s, Mesir)


Valley of the King’s atau Lembah Para Raja merupakan wilayah makam dari raja-raja Mesir, tempat ini terletak di sebuah lembah sebelah barat sungai Nil di wilayah Thebes. Salah satu makam yang masih menjadi misteri adalah makam raja Tutankhamun, makam yang berusia 3.000 tahun ini ditemukan pada tahun 2005. Penemuan tersebut bermula ketika pekerja secara tidak sengaja menemukan ruang batu kapur yang berada di bawah gubuk.


Di ruangan tersebut terdapat 28 guci besar dan 7 buah peti mati yang disegel dengan sangat hati-hati. Peti mati tersebut berisi hiasan wajah yang berwarna kuning, tetapi anehnya dalam peti tersebut tidak ditemukan mumi atau pun sisa-sisa mayat. Di dalam peti mati dan guci tersebut hanya berisi potongan-potongan tembikar, batu, segel lumpur, kain, kayu, dan natron, bubuk yang digunakan untuk mengeringkan tubuh yang mati. Salah satu peti mati bahkan memiliki peti mati lain di dalamnya. Teman anehtapinyata.net sungguh terlihat sangat aneh jika pemakaman tersebut dikatakan palsu dan ditujukan untuk menipu pencuri, hal tersebut karena ruangan ini merupakan satu-satunya makam di wilayah ini yang tidak pernah dijarah. Dan yang membuatnya lebih aneh lagi, di dalam makam tersebut tidak ditemukan prasasti kerajaan, nama-nama bangsawan dan barang-barang bernilai lainnya untuk menipu penjarah. Beberapa teori yang beredar mengatakan bahwa makam tersebut merupakan ruangan untuk pembalseman, makam yang gagal. Tetapi belum ada teori yang bisa menjelaskan kepastian dari tempat tersebut.

Lingkaran Peri (Gurun Namibia)


Teman anehtapinyata.net selain fenomema crop circle atau pola simetris unik raksasa dalam suatu area, terdapat juga fenomena aneh yang mirip crop circle di gurun Namibia. Di gurun ini ditemukan banyak lingkaran misterius yang yang membentang sepanjang 1.000 km, fenomena aneh ini disebut sebagai fairy circle atau lingkaran peri. Sekeliling lingkaran aneh ini dilapisi dengan rumput setinggi lutut, tapi anehnya di dalam lingkaran tersebut tidak ada rumput yang tumbuh. Banyak teori bermunculan mengenai misteri keberadaan lingkaran alami ini, tetapi tidak ada yang bisa menjelaskannya secara pasti.


Beberapa teori mengatakan bahwa ini merupakan perbuatan rayap, burung unta mandi pasir, tanaman beracun dan jamur yang membunuh rumput, gas bawah tanah, rumput yang bersaing, dan tingkat nutrisi yang tersedia dalam tanah. Salah satu hal yang menunjukan lingkaran peri ini terorganisasi secara sistematis adalah bahwa keadaan mereka dimana tumbuhnya tidak pernah tumpang tindih, Ukuran dari lingkaran ini sendiri bervariasi, dari yang berdiameter 2 m sampai berdiameter 20 m. Dan cenderung umur dari lingkaran peri ini mencapai 75 tahun, dan setelah itu mereka akan menghilang. Penyebab menghilangnya pun tetap menjadi misteri sampai sekarang.

Gumpalan Anomali Metana (The Four Corners, Amerika)


Teman anehtapinyata.net The Four Corners adalah daerah di mana Colorado, New Mexico, Arizona, dan Utah bertemu. Gurun Four Corners memiliki bentang alam yang sangat indah seperti Shiprock di New Mexico. Yang membuat tempat ini menjadi misteri adalah ditemukannya gumpalan anomali yang mengandung gas metana tingkat tinggi sekitar tahun 2003 lalu. Besaran jumlah metana yang keluar dari tempat tersebut mencapai 10% dari emisi tahunan metana di Amerika Serikat. Gas metana sendiri merupakan gas yang lebih efektif dalam menciptakan pemanasan global daripada karbon dioksida.


Kejadian aneh tersebut berlangsung selama 6 tahun dan kemudian berhenti secara misterius. Di Four Corners terdapat hampir 40.000 sumur yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa gas metana tersebut. Sumur-sumur ini berfungsi mengekstrak gas alam, yang sebagian besar merupakan gas metana dari lingkaran yang kaya batubara lokal. Tetapi hal tersebut tidak dapat menjelaskan volume gas metana yang mengambang di atas Four Corners. Kejadian ini tetap menjadi misteri, apakah perbuatan manusia, alam, atau yang lainnya.

Reruntuhan Suriah Berumur Lebih Tua dari Piramida (Gurun Suriah)


Teman anehtapinyata.net para peneliti menemukan sebuah reruntuhan yang terkubur di padang pasir Suriah. Reruntuhan tersebut diduga sudah berumur sekitar 10.000 tahun lalu, lebih tua dari Piramida Mesir. Namun karena merupakan daerah perang, para arkeolog susah meneliti lebih lanjut tempat tersebut. Alat-alat dari batu dan sejumlah makam juga ditemukan di dekat kuil kuno Deir Mar Musa, sekitar 80 kilometer arah utara Damaskus, tidak jauh dari penemuan reruntuhan tersebut.


Seorang arkeologis Robert Mason dari Royal Ontario Museum menyatakan bahwa bentuk formasi reruntuhan itu seperti Stonehenge ala Suriah. Peneliti yang berniat kembali melakukan eksplorasi di reruntuhan itu terhalang konflik yang sedang berlangsung di sana. Dari potongan alat batu yang ditemukan di sekitar struktur tersebut diperkirakan usianya sekitar 6.000 sampai 10.000 tahun SM. Piramida awal, Piramida Agung Giza, diyakini telah dibangun 4.500 tahun yang lalu. Tentang siapa yang membangun tempat tersebut dan mengapa mereka pergi masih belum diketahui. Semoga aja konflik cepat berlalu dan penelitian terhadap tempat tersebut dapat kembali berlangsung.

Spesies yang Tak Diketahui (Gurun Pasir Kenya)


Teman anehtapinyata.net pada tahun 2011 di gurun pasir Kenya ditemukan sebuah alat purba yang menyerupai kapak tangan. Benda tersebut kemudian dinamakan kapak tangan Oldowan, penemuan ini diperkirakan sudah berusia 2 juta tahun dan menjadi alat batu buatan tangan tertua yang pernah ditemukan. Selama ini peneliti beranggapan bahwa produksi alat kuno terjadi hanya dalam spesies yang berkaitan dengan manusia modern. Disamping itu terdapat juga penemuan 149 artefak batu yang diduga sudah berumur 3,3 juta tahun, saat dimana nenek moyang manusia belum diketahui ada.


Siapapun yang membuat alat ini,memiliki kemampuan fisik dan keterampilan yang dapat menajamkan tepi batu hingga setajam silet atau pisau cukur. Para peneliti belum mengetahui spesies apa yang membuat alat-alat tersebut, yang jelas spesies tersebut adalah kelompok pra manusia atau spesies lain yang memiliki kemampuan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan manusia. Namun ada teori yang lebih mainstream mengatakan kalau alat pemotong purba ini tecipta karena perubahan iklim yang ekstrim dan juga kebutuhan terhadap daging sebagai makanan dalam bertahan hidup. Spesies apa pun itu, kita tunggu perkembangan para peneliti untuk menyimpulkan penemuan tersebut.
  
Lubang-Lubang Pisco (Peru)


Teman anehtapinyata.net tidak banyak yang mengetahui tentang tempat gersang yang ditemukan dekat Pisco Valley, Peru. Di tempat ini terdapat ribuan lubang berbentuk kerucut yang di ukir di batu oleh tangan yang tidak diketahui. Beberapa teori mengatakan kalau lubang dengan kedalaman mencapai 7 meter ini merupakan tempat menyimpan makanan atau makam dari suku-suku misterius di wilayah Peru. Tetapi hal tersebut dibantahkan karena tidak adanya sisa-sisa bukti bahwa tempat tersebut dulunya gudang makanan ataupun sisa-sisa dari mayat manusia. Diperkirakan 6.900 lubang dipahatkan ke daerah pegunungan membentuk barisan sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 20 meter, dan beberapa lubang tepat sejajar satu sama lain. Barisan dari lubang-lubang tersebut berakhir di tempat yang dikatakan seperti hancur karena ledakan.

Nabta Playa (Gurun Sahara)


Gurun Sahara memegang misteri megalith yang 1.000 tahun lebih tua dari Stonehenge. Di gurun ini terdapat situs yang disebut Nabta Playa, cincin batu berdiri, lima baris lempeng batu tegak dan runtuh, serta kemungkinan makam. Batu-batu ini memiliki berat berton-ton dengan tinggi mencapai 2,7 meter. Diperkirakan sekitar 6.000-6.500 tahun yang lalu kelompok orang zaman batu yang tidak diketahui yang membangun kompleks tersebut. Batu-batu ini merupakan peninggalan tertua dari zaman megalith yang pernah ditemukan manusia. Foto dari satelit memperlihatkan salah satu baris batu ini menunjukan arah timu-barat, dan salah satu batu di dalam lingkaran berbaris dari arah utara-selatan. Dua baris tambahan berawal dari megalit yang sama, tapi yang satu berjalan ke timur laut dan lainnya ke tenggara. Diperkirakan batu ini menandai titik balik matahari, musim panas ataukah musim hujan. Nabta Playa dibangun di tepi danau yang sebagian terendam selama musim panas dan musim gugur. Di situs ini ditemukan kuburan ternak dan barang sehari-hari, tetapi anehnya tidak ditemukan satupun sisa-sisa manusia yang mendiami tempat ini. Keyakinan ahli sejarah mesir seketika berubah semenjak penemuan situs tersebut, diyakini bahwa budaya orang yang mendiami daerah tersebut sudah maju dan kemungkinan itu yang menginspirasi dinasti raja-raja Mesir.