Wednesday, September 2, 2015

Penipu Legendaris Yang Terkenal Hingga Sekarang

"Penipu Legendaris Yang Terkenal Hingga Sekarang" - Teman anehtapinyata.net banyak cara yang dilakukan orang untuk mendapatkan kekayaan, mulai dari pekerjaan yang baik hingga pekerjaan yang berbau kejahatan dan merugikan orang lain. Pekerjaan yang melanggar hukum cenderung dilakukan karena lebih gampang mendatangkan pundi-pundi uang. Seperti para orang-orang berikut, yang menggunakan keahliannya untuk menipu orang lain. Dengan kejeniusannya mereka telah berhasil menipu banyak orang, dan penipuannya tersebut membuatnya terkenal hingga sekarang. Siapa saja mereka? Berikut informasinya.


Charlez K. Ponzi (Pendiri Skema Money Game)


Charlez K. Ponzi merupakan pria kelahiran 1882 asal Italia. Pada tahun 1903 dia menjadi imigran menuju ke Canada, Amerika Serikat. Dia adalah penemu Skema Money Game, skema yang digunakan oleh pengusaha multilevel marketing seperti MLM yang sempat beberapa waktu lalu menghebohkan Indonesia. Ponzi sempat beberapa kali keluar masuk penjara karena kasus pemalusuan dan penyelundupan manusia. Pada tahun 1920 Ponzi dan perusahaannya jasa “kupon pos” di Boston menjadi perbincangan di Pantai Timur Amerika. Dia berhasil meraup 9,5 juta dollar dari 10.000 investor dalam waktu singkat, dengan menjual surat perjanjian (promissory notes) “Bayar 55 sen untuk setiap sen, hanya dalam waktu 45 hari.”.


Awalnya bisnis money game ini berjalan dengan lancar, tapi lambat laun banyak orang yang curiga dan menuntut uangnya kembali. Ponzi pun kembali disidangkan dengan tuduhan melakukan penipuan finansial. Dan pada tahun 1949, Ponzi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Rio De Janeiro, Brazil, pada saat kematiannya dia berada dalam keadaan sangat miskin, hanya berbekal uang pensiunan dari pemerintah untuk menutupi biaya penguburannya saja.

Soapy Smith (Menipu Dengan Menjual Lotere Sabun)


Pria yang bernama lengkap Jefferson Randolph "Soapy" Smith II ini lahir pada 2 Nopember 1860 di Coweta Country, Georgia. Dia merupakan seorang penipu, pemilik rumah judi, gangster, bos mafia dan lain sebagainya yang tidak jauh dari dunia hitam. Tapi yang membuatnya paling terkenal dan mendapat julukan "Soapy Smith" adalah profesinya sebagai penjual sabun. Dan dalam menjalankan profesinya itu dia tidak sekedar hanya menjual sabun, tapi juga melakukan penipuan.


Aneh tapi nyata, cara yang dilakukannya tergolong unik, dia membawa dagangan ke tempat yang ramai, kemudian dia memasukan uang kertas dari pecahan 1 dollar sampai 100 dollar ke dalam beberapa bungkus sabunnya. Sabun yang berisi uang itu lalu dicampur dengan sabun lainnya yang tidak berisi uang. Smith menjual sabunnya tersebut sebagai lotere dengan harga hanya 1 dollar saja, banyak orang yang tergiur dan mencoba keberuntungan untuk membeli sabunnya tersebut untuk mendapatkan hadiah uang seperti yang dimasukan Smith. Tapi pembeli tidak tahu bahwa sebelumnya, rekan Smith sudah membawa semua sabun yang berisi hadiah tersebut dengan cara menyamar sebagai pembeli.

Frank Abagnale, Jr. (Pemalsu Cek)


Pria kelahiran Bronxville, New York pada 27 April 1948 ini terkenal sebagai penipu. Frank Abagnale, Jr. ahli dalam memalsukan cek, menyamar dan melarikan diri. Dia memulai aksinya saat masih berumur 16 tahun, pada masa itu sekitar tahun 1960an dia sudah memiliki kekayaan sebesar $ 2.5 juta atau sekitar 35 milyar rupiah dari hasil memalsukan cek di 26 negara. Dalam melakukan aksinya Frank memiliki banyak identitas, seperti pilot, dokter, agen biro penjara, dan pengacara. Berbekal keahlian khusus pria yang sekarang merupakan konsultan keamanan di Amerika Serikat ini dua kali berhasil melarikan diri dari penjara. Yang pertama adalah saat ditahan selama 12 bulan di penjara Perancis, setelah 6 bulan menjalani hukuman dia berhasil melarikan diri, tetapi sialnya dia ditangkap lagi dan menjalani 6 bulan masa tahanan di Swedia. Kemudian saat menjadi narapidana di Amerika Serikat, Frank juga berhasil melarikan diri setelah dipenjara selama 4 tahun dari 12 tahun masa tahanannya.


Sejarah kerhidupannya yang begitu mengesankan tersebut akhirnya diangkat dalam sebuah film yang berjudul “Catch Me If You Can” yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio.

Eduardo de Valfierno (Pencuri Lukisan Mona Lisa)


Eduardo de Valfierno seorang pria berkewarganegaraan Argentina. Pria yang sering dipanggil Marques ini terkenal karena merupakan dalang dari pencurian lukisan terkenal Mona Lisa. Lukisan karya Leonardo Davinci ini memang menjadi incaram sejumlah kolektor seni, dan merekapun berani mengeluarkan uang milyaran hanya untuk sebuah lukisan wanita dengan senyum tipis tersebut. Sebelum melancarkan aksinya Eduardo sudah lama mengamati keadaan di sekitar museum, dan tak lupa mempelajari sifat dari si penjaga museum yang bernama Peruggia. Setelah beberapa bulan akhirnya dia bisa dekat dengan Peruggia dan menyogoknya untuk bisa mencuri lukisan Mona Lisa dari museum.


Aksi pencurian tersebut akhirnya berhasil, kemudian Eduardo menyewa seorang pelukis Perancis bernama Yves Chaudron untuk membuat tiruan lukisan Mona Lisa, dia menggandakan lukisan asli tersebut sebanyak 6 buah. Keenam lukisan palsu tersebut dijual dengan harga yang sangat tinggi. Tapi malang, pada tahun 1913 saat sedang menjual lukisan yang asli Eduardo tertangkap polisi.

James Hogue (Pemalsu Identitas)


Pria yang mempunyai nama lengkap James Arthur Hogue ini adalah warga negara Amerika Serikat yang lahir pada 22 Oktober 1959. Dia terkenal karena keahlian dalam memalsukan identitas, James menjadi penipu yang handal karena berhasil menipu banyak institusi pendidikan bergengsi. Pada tahun 1986, dia berhasil masuk ke Palo Alto High School dengan mengaku sebagai Jay Mithcell Huntsman. Jay Mitchell Huntsman sendiri adalah remaja asal Nevada yang sudah meninggal dunia. Tidak hanya itu, pada tahun 1988 dia juga berhasil masuk Pincenton University dengan menggunakan nama Alexi Indris Santana. Alexi Indris Santana sendiri merupakan seoarang anak yatim piatu yang berasal dari Utah. Tapi sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan pernah jatuh juga, mungkin pepatah itu yang cocok buat James. Beberapa waktu kemudian identitas asli James pun terbongkar, dia ditangkap pihak yang berwenang karena telah menggelapkan uang bantuan siswa sebesar $ 30.000, James menerima hukuman selama 3 tahun penjara.


Tapi ternyata penahanan tersebut tidak membuatnya jera, pada mei 1993 dia berhasil masuk menjadi petugas keamanan di museum Harvard University. Dan tentu saja selama menjadi petugas keamanan, barang-barang museum yang mempunyai nilai jual tinggi tidak luput dari tindak kejahatannya, dia mengambil barang yang asli dan menggantinya dengan yang palsu, dan kerugian yang didapat pihak museum sebesar $50.000.

Demikian deretan orang yang terkenal karena menipu, kepintaran yang dimiliki tidak harusnya dipakai untuk kejahatan, alangkah baiknya jika dipakai untuk membantu sesama.


Baca Juga: Wanita Ini Tetap Berparas Cantik Walaupun Sudah Berumur