Thursday, November 12, 2015

Kisah Tentang Ayah Yang Mengharukan

"Kisah Tentang Ayah Yang Mengharukan" - Teman anehtapinyata.net sebagian besar orang pasti tahu kapan diperingati sebagai hari ibu, di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember. Tapi tahukah teman hari ayah diperingati kapan? Pasti sangat jarang yang tahu, di Indonesia sendiri hari ayah diperingati pada tanggal 12 November. Selain ibu sosok ayah juga sangat penting, bahkan adakalanya sebagian ayah memiliki kasih sayang yang teramat besar kepada anaknya melebihi seorang ibu. Dan di dunia ini banyak sekali sosok ayah yang membuktikan betapa besar dan hebatnya kekuatan cinta yang Beliau miliki. Untuk mengingat teman semua akan pentingnya sosok pahlawan dalam diri seorang Ayah, maka berikut kami hadirkan beberapa ulasan tentang kisah yang cukup mengharukan dari kasih sayang seorang ayah.


Menggendong Sang Anak Sejauh 18 Km Untuk Sekolah


Berbagai cara dilakukan oleh seorang ayah untuk menunjukan kasih sayangnya kepada sang anak. Seperti yang telah dilakukan oleh ayah berikut ini, agar bisa tetap melihat anaknya yang mengalami lumpuh pada kaki dan badannya tetap bersekolah. Teman anehtapinyata.net dalam kesehariannya, dia harus merasakan lelah dengan menggendong sang anak menuju sekolahnya. Jarak dari rumahnya ke sekolah pun tidak main-main, jaraknya mencapai 18 km. Namun, hal tersebut tidak menghalangi niat sang ayah, dengan keikhlasan hati dan penuh rasa kasih sayang dia tetap melakukannya. Dia menempatkan sang anak pada keranjang yang dikaitkan kebadannya, keterbatasan fisik yang dialami oleh sang anak tidak menjadikan sang ayah putus semangat, ia selalu yakin dengan pendidikan anaknya bisa sukses kelak. Dan jika anaknya bisa sukses merupakan kebanggaan bagi dirinya, maka dengan itu ia tak mengeluh sedikit pun tentang kondisi dirinya dan juga mengenai kondisi fisik anaknya. Dia selalu berkeyakinan walaupun kaki dan badan anaknya lumpuh, tetapi pikirannya normal seperti anak-anak lainnya, jadi menurutnya tidak ada alasan bagi anaknya untuk tidak mendapatkan pendidikan.

Kisah Mengharukan Dibalik Foto Cantik Seorang Bayi


Apa yang dirasakan ayah yang satu ini mungkin pernah dirasakan oleh sebagian ayah di dunia. Nathan Steffel menghadapi sebuah masalah dimana putri kecilnya, Sophia menderita gangguan pada liver yang disebut hepatic hemangioma. Kelainan tersebut membuat Sophia harus mendapatkan sejumlah perawatan intensif di rumah sakit dengan menggunakan berbagai macam selang dan alat bantu agar bisa tetap bertahan hidup. Setelah begitu banyak perjuangan yang dilalui selama enam minggu, pada akhirnya Sophia pun meninggal. Untuk mengobati kesedihan karena ditinggal putri mungilnya, Nathan meminta bantuan para pengguna Reddit untuk mengedit foto Sophia. Sang ayah menginginkan agar wajah anaknya terlihat sempurna tanpa adanya selang dan alat bantu medis diseluruh tubuhnya. Respon dari pengguna Reddit yang ingin membantu pun sangat menakjubkan, banyak yang menawarkan diri mengedit foto Sophia hingga menjadi cantik. Teman anehtapinyata.net hasilnya pun cukup bagus, hasil foto editan anaknya tersebut sedikit banyaknya telah dapat menghibur hati sang ayah dari kesedihan. Yang melihat foto tersebut mungkin tidak mengetahui betapa duka yang dirasakan seorang ayah di balik foto putri mungilnya.

Senandung Haru Ayah untuk Bayi Mungilnya


Teman anehtapinyata.net sungguh menyedihkan kisah yang dialami oleh Chris Picco. Saat sebentar lagi akan menjadi Ayah, sang istri Ashley meninggal dunia pasca melahirkan anak yang mereka beri nama Lennon. Kesedihan Chris tidak sampai disitu saja, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, kesehatan sang anak pun perlahan mulai kritis sejak ditinggal ibunya. Tetapi sang ayah baru ini sangat tegar, rasa duka dan kesedihan, Chris mencoba untuk memberikan persembahan terakhir untuk Lennon. Diambilnya gitar, Chris pun menyenandungkan sebuah lagu yang lembut untuk bayi mungilnya yang saat itu berada dalam inkubator. Lagu itu dinyanyikan sebagai bentuk semangat untuk Lennon agar bisa bertahan hidup. Tapi, takdir memang berkata lain, beberapa jam kemudia sang anak pun menyusul kepergian sang ibu. Menghadapi kepergian buah hatinya tersebut, Chris mengirimkan sebuah pesan kepada keluarga serta sahabatnya, "Pejuang kecilku, Lennon James Picco sudah tidur dengan tenang dalam dekapan ayahnya semalam." Kejadian yang menimpa Chris memang bukanlah hal yang mudah, kehilangan istri tercinta dan anak pertama dalam jarak waktu yang sangat berdekatan. Tapi bagaimanapun Chris tidak dapat berbuat apa lagi, dia hanya berdoa untuk Ashley dan Lennon tenang di surga sana.

Kisah Ayah yang Mengobati Putri Kecilnya dengan Diasapi


Teman anehtapinyata.net Wei Shufu merupakan seorang petani yang berasal dari Yunnan, China. Dia mempunyai seorang anak perempuan yang mempunyai penyakit berat dan membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang agar bisa sembuh. Wei sempat membawa putrinya yang baru berusia 6 tahun ini ke rumah sakit tetapi uang yang ia miliki tak bisa mencukupi biaya transplantasi yang mencapai 500 juta rupiah lebih tersebut. Meski menerima kenyataan pahit bahwa putrinya tak bisa mendapatkan perawatan yang tepat, Wei tetap mencoba tegar dan berusaha menyembuhkan anaknya dengan melakukan pengobatan alternatif. Dia melakukan metode alternatif dengan mengasapi anaknya. Sejumlah jenis herbal dikumpulkan lalu dibakar untuk menimbulkan aroma yang bisa dihirup oleh putri Wei. Pengobatan tersebut memang sangat berisiko, tapi keadaan yang membuat Wei melakukan hal tersebut demi kesembuhan sang anak. Belum diketahui secara pasti apakah metode ini berhasil. Yang pasti kisah perjuangan sang ayah yang tak mau menyerah demi putri kecilnya ini bisa menjadi pelajaran tentang aksi nyata cinta seorang ayah.

Menemani Sang Anak Di Kursi Roda Lomba Triathlon


Teman anehtapinyata.net kisah yang tidak kalah mengharukan dari seorang ayah juga terjadi pada Dick dan anaknya, Rick Hoyt. Sebelum sang anak lahir, Dick sudah mengetahui bahwa anaknya dalam kondisi yang kurang sempurna. Tapi karena saking besarnya kasih sayang sang ayah tak menyurutkan niatnya memberikan yang terbaik untuk sang anak. Hingga akhirnya sang anak yang cacat berusia 34 tahun dan ingin mengikuti lomba triathlon, 3 lomba yang dilakukan sekaligus, seperti lari yang berjarak 26,2 mil, dilanjutkan bersepeda sejauh 112 mil, serta berenang 2,4 mil. Total keseluruhan dari perlombaan ini mencapai 3,735 mil. Sang ayah pun mengikuti permintaan anaknya dan memotivasinya bahwa dia bisa. Dengan menggunakan kursi roda, Rick di dorong oleh ayahnya mengikuti perlombaan itu, diawali dengan lari marathon tubuh Rick didorong oleh ayahnya yang pada waktu itu berumur 64 tahun menyusuri rute lomba. Betapa lelah dan beratnya perlombaan itu tapi tak ada niat sedikit pun dari sang ayah untuk mundur dari lomba. Berenang menyeberangi laut tubuh Rick dibaringkan ayahnya didalam sebuah perahu, dan sang ayah menarik perahu itu dengan berenang. Sesampainya di darat Rick digendong ayahnya ke kursi roda dengan berlari untuk melanjutkan rute perjalanan mendaki gunung. Perjalanan panjang menuju garis finish hingga malam yang dingin. Dick dan Rick memasuki finish terpaut 8 jam setelah peserta ke 2 dari akhir. Menariknya, tidak ada penonton yang beranjak dari tempat duduknya untuk melihat perjuangan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Tepuk tangan beserta tangis haru pun menyambut mereka sesaat sebelum memasuki garis finish. Saat akhir lomba Rick sempat berujar ”aku merasa seperti aku tidak cacat, dan aku ingin sekali membiarkan ayah yang duduk di kursi roda ini dan aku yang berlari mendorong dan menariknya.”