Sunday, November 1, 2015

Misteri Hilangnya Pesawat Yang Tidak Pernah Ditemukan

"Misteri Hilangnya Pesawat Yang Tidak Pernah Ditemukan" - Teman anehtapinyata.net berita duka kembali terdengar dari dunia penerbangan. Pesawat Rusia, Airbus 321 milik Kogalymavia dengan nomor penerbangan 9268 itu membawa 217 penumpang dan 7 awak jatuh di Sinai, Mesir. Sejak pertama kali ditemukan memang telah beberapa kali terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pesawat udara. Bahkan ada beberapa pesawat yang mengalami kecelakaan tetapi keberadaanya tidak ditemukan sampai sekarang. Beberapa teori bermunculan seiring hilangnya pesawat tersebut, seperti serangan teroris, disembunyikan, hingga paling parah dibawa UFO atau makhluk aneh lainnya. Tapi semuanya tersebut belum terbukti kebenarannya, untuk menambah informasi teman semua berikut kami sajikan beberapa pesawat yang hilang dan keberadaanya tetap menjadi misteri sampai sekarang.


Norseman C-64 Aircraft (15 Desember 1944)


Teman anehtapinyata.net pada 15 Desember 1944 pesawat Norseman C-64 hilang saat mengudara. Salah satu penumpang pesawat naas ini adalah seorang pimpinan Band besar kala itu bernama Glenn Miller. Pria malang tersebut terbang dari Inggris ke Prancis untuk melakukan konser. Ditengah penerbangan pesawat tersebut hilang kontak dan tidak pernah ditemukan sampai sekarang. Berapa teori konsspirasi mengatakan jika pesawat tersebut dibajak dan penumpangnya dibantai pasukan Jerman. Tetapi hal ini belum bisa dibuktikan kebenarannya, dan keberadaan pesawat pun sampai sekarang tetap menjadi sebuah misteri.

Flight 19 (5 Desember 1945)


Flight 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat. Pada tanggal 5 Desember 1945, pesawat ini ditemukan hilang di area segitiga bermuda. Tak hanya satu pesawat saja, ada lima pesawat dengan jenis yang sama yang hilang di saat yang sama pula. Saat itu, lima pesawat pengebom Flight 19 lepas landas dari Ft. Lauderdale Naval Air Station di Florida. Ini merupakan penerbangan rutin selama tiga jam dengan rute ke timur 120 mil, utara 73 mil, dan kembali lagi ke 120 mil menuju markas Angkatan Laut. Setelah dua jam dari lepas landas, pimpinan skuadron melaporkan bahwa kompasnya dan cadangannya rusak, sehingga dia tidak tahu sedang berada di mana. Dan keempat pesawat lainnya juga mengalami masalah yang sama. Dua jam berikutnya terdengar perintah pemimpin skuadron kepada pilot lainnya untuk meninggalkan pesawat karena bahan bakar pesawat habis. Saat itu terjadi radar darat berhasil menangkap keberadaan Flight 19, 5 pesawat tersebut diyakini berada di sekitar utara Bahama dan timur pantai Florida. Pihak militer Amerika pun melakukan investigasi mengenai kasus ini. Malam harinya, dilakukan misi pencarian dan penyelamatan oleh pesawat udara berisi 13 orang kru. Tetapi regu penyelamat ini juga dinyatakan hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Pencarian besar-besaran pun dilakukan, tetapi tetap hasilnya nihil. Teman anehtapinyata.net pesawat-pesawat Flight 19 sendiri dibuat secara khusus oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk. Pesawat-pesawat itu juga dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama. Maka ketika pesawat tersebut hilang begitu saja tanpa penjelasan yang memadai, dianggap tak masuk akal. Sejak saat itu wilayah segitiga bermuda menjadi terkenal dan dianggap sangat berbahaya.

Northwest Airlines Flight 2501 (23 Juni 1950)


Pada tanggal 23 Juni 1950 Northwest Airlines Flight 2501 sedang dalam perjalanan dari New York ke Minneapolis. Pesaawat ini membawa 58 orang penumpang dan di piloti oleh seorang pilot berpengalaman yang bernama Robert C. Lind. Ketika mendekati Chicago pesawat mengalami masalah yang disebabkan cuaca buruk, sang pilot akhirnya mengubah arah dan melewati danau Michigan. Ketika berada di atas danau terjadi badai yang cukup besar, pilot pun meminta izin untuk menurunkan ketinggian penerbangan dari 3.500 kaki menjadi 2.500 kaki. Permintaannya ditolak, dan itu merupakan komunikasi terakhir dari pesawat, setelah itu pesawat hilang kontak. Teman anehtapinyata.net pencarian pun dilakukan di sekitar danau Michigan, tetapi tidak ada ditemukan bekas pesawat, yang ada hanya penumpang-penumpang pesawat dengan keadaan mengapung di atas danau. Sejak saat itu keberadaan bangkai pesawat Northwest Airlines Flight 2501 masih menjadi misteri.

Flying Tiger Line Flight 739 (16 Maret 1962)


Flying Tiger Line Flight 739 adalah sebuah kapal pengangkut pasukan yang dimiliki oleh militer Amerika. Pada 16 Maret 1962 saat terjadi perang dingin, pesawat ini mengangkut sebanyak 96 orang tentara (93 tentara AS dan 3 orang orang Vietnam Selatan) dari Pangkalan Udara Travis di California kemudian melakukan pengisian bahan bakar di Guam lalu melanjutkan perjalanan ke Filipina, namun pesawat itu tak pernah tiba di tujuannya. Yang menyulitkan pencarian kala itu adalaha karena tidak adanya panggilan darurat yang dibuat oleh pilot. Teman anehtapinyata.net meskipun sudah dicari oleh sekitar 1.300 orang namun pesawat tersebut tetap tidak ditemukan. Hingga sekarang keberadaan dari Flying Tiger Line Flight 739 tetap menjadi misteri.

MH370 (8 Maret 2014)


Teman anehtapinyata.net kasus hilangnya sebuah pesawat memang meninggalkan luka yang sagat mendalam bagi banyak orang di dunia. Seperti halnya tentang  hilangnya MH370 pada 8 Maret 2014 lalu. Banyak spekulasi bermunculan terkait hilangnya pesawat Malaysia tersebut, ada yang mengatakan jika pesawat tersebut diserang teroris, pesawat tersebut terbang dibawa ke Korea Utara. Dan yang baru-baru ini terjadi adalah adanya orang Filipina yang mengaku menemukan reruntuhan pesawat lengkap dengan tulang belulang para korbannya dan disertai dengan adanya bendera Malaysia pada pesawat, hal tersebut mengarah ke MH370. Tapi setelah diselidiki lebih lanjut ternyata berita tersebut hanya hoax belaka. Sampai sekarang, dugaan-dugaan yang berkaitan dengan penemuan pesawat MH370 masih belum bisa dibuktikan. Dimana keberadaan pesawat ini sesungguhnya memang masih menjadi misteri.