Thursday, December 31, 2015

Pesan Terakhir Sebelum Menemui Kematian Yang Bikin Merinding

"Pesan Terakhir Sebelum Menemui Kematian Yang Bikin Merinding" - Teman anehtapinyata.net setiap yang hidup di dunia pasti akan menemui saat-saat dimana dirinya akan mengalami kematian. Kematian sendiri tidak dapat prediksi kapan akan datang, sekarang, besok, setahun, dua tahun itu tetap menjadi sebuah misteri. Dan terkadang ada beberapa kasus kematian dimana yang meninggal sesaat sebelum kematiannya sempat mengirimkan pesan ke orang lain. Seperti yang dialami oleh beberapa almarhum di bawah ini, sesaat sebelum kematian menjemputnya mereka masih bisa mengirimkan kata-kata terakhirnya untuk orang lain. Penasaran siapa saja orang tersebut? Dan bagaimana bunyi pesan terakhirnya? Berikut informasinya.


Hunter Wood (“Goodbye, Mama”)


Teman anehtapinyata.net pada tanggal 27 April 2014 lalu, sebuah bencana angin topan menyerang Vilonia, Arkansas, Amerika Serikat. Salah satu korban atas bencana alam tersebut adalah Hunter Wood yang saat itu berusia 27 tahun. Saat kejadian, dia sempat mengirim sebuah pesan singkat kepada ibunya Regina Wood. Dalam pesan tersebut, Hunter menulis, "Goodbye, Mama" (Selamat Tinggal, Mama), "It's Heading Right For Me" (Mama, aku sangat takut. Itu (topan) menuju tepat ke arahku). Mendapat pesan seperti itu, sang ibu pun terus mencoba menghubungi anaknya untuk mencari tahu keadaannya. Namun setelah ditemukan, Hunter sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Muhammad Naviede (“Aku berada di pesawat yang tidak terkendali dan mulai jatuh”)


Teman anehtapinyata.net Muhammad Naviede merupakan seorang pebisnis yang berusia 60 tahun. Ketika berada dalam pesawat pribadinya dia mengirimkan sebuah pesan singkat mengenai tentang ancaman kematian terhadap dirinya. Isi dari pesan tersebut adalah “Aku berada di pesawat yang tidak terkendali dan mulai jatuh”. Dan benar saja pesan tersebut, merupakan pesan terakhir dari Naviede, pesawat Piper Tomahawk yang ditumpanginya jatuh ke sebuah lapangan dan langsung menewaskannya. Penyelidikan yang dilakukan terhadap pesawat masih baik-baik saja sampai setelah 2 menit pesan terakhir tersebut dikirim.

Louise Amantillo (“Tolong cepatlah”)

Teman anehtapinyata.net pada tahun 2011 sebuah gempa dahsyat menyerang New Zealand yang menyebabkan beberapa gedung runtuh, termasuk gedung CTV. Satu jam setelah gempa dahsyat tersebut, Louise Amantillo yang sedang berada dalam gedung CTV mengirimi pesan singkat kepada ibunya. Isi dari pesan singkat itu adalah “Ibu, aku terkubur… Ibu, aku tidak bisa menggerakkan tangan kananku.”. Mendapat pesan seperti itu dari sang anak, sang ibu pun langsung menghubungi Amantillo dan berhasil tersambung walau hanya sebentar saja. Saat ditelepon Amantillo mengatakan kalau dirinya kesakitan dan meminta untuk segera diselamatkan serta mengatakan tempat dimana dia terkubur. “Tolong, cepatlah” adalah pesan terakhirnya dan ia tidak pernah ditemukan kembali.

Tony Moreno (“Nikmati hidupmu tanpa kami… Dia sudah mati.. Dan aku juga akan segera mati”)


Teman anehtapinyata.net Tony Moreno dengan mantan kekasihnya, Andrianne Oyola melakukan pertengkaran lewat pesan singkat. Dalam berbalas pesan singkat tersebut, mereka saling beradu argumen. Hingga akhirnya Tony mengirimkan pesan yang mengerikan untuk Andrianne tentang anak laki-laki mereka. Isi dari pesan singkat itu adalah “Nikmati hidupmu tanpa kami… Dia sudah mati.. Dan aku juga akan segera mati,”. Setelah pesan terakhir tersebut, Tony kemudian melempar putranya yang baru berusia 7 bulan itu dari jembatan ke sungai Connecticut. Kemudian selanjutnya, Tony pun mencoba melompat untuk bunuh diri. Namun dia selamat dengan luka-luka di tubuhnya. Atas perbuatannya tersebut, Tony pun segera diamankan pihak kepolisian atas tuduhan pembunuhan.

April Millsap (“OMG… Sepertinya aku akan diculik”)


Teman anehtapinyata.net pada malam tanggal 24 Juli 2014 lalu, kejadian malang menimpa seorang gadis remaja berusia 14 tahun yang bernama April Millsap. Pada saat itu, dia sedang berjalan-jalan dengan anjingnya, dan ternyata waktu itu juga dia dalam keadaan sedang dibuntuti oleh seorang pria. Menyadari hal tersebut, lalu dia mengirimkan sebuah pesan singkat kepada kekasihnya. Isi pesan singkatnya adalah “OMG… Sepertinya aku akan diculik.”. Beberapa jam setelah itu, Millsap pun ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa tergelatak di saluran air dengan ditemani oleh anjingnya. Polisi yang menyelidiki kasus tersebut berhasil membuat sketsa wajah pelakunya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Jasmine Mitchell (“Third Time Lucky”)


Teman anehtapinyata.net kalimat “Third Time Lucky” adalah sebuah kalimat penyemangat yang biasanya diucapkan ketika seseorang telah dua kali gagal melakukan sesuatu dan diharapkan dalam usaha ketiganya menemui keberhasilan. Namun, kalimat semangat ini memiliki arti yang mengerikan dalam kaitannya dengan mahasiswa kedokteran hewan yang berusia 22 tahun bernama Jasmine Mitchell. Bagaimana tidak, dia mengirim kalimat tersebut dalam pesan singkat kepada kekasihnya. Ternyata pesan tersebut bermakna dua kali kegagalan dalam percobaan bunuh diri dan mencoba lagi untuk ketiga kalinya. Dan usaha ketiganya ini berhasil, mahasiswi cantik ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan gantung diri.

Eloise Parry (“Sepertinya aku akan mati… Aku takut sekali”)


Teman anehtapinyata.net Eloise Parry adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang melakukan diet dengan menggunakan obat pelangsing. Apesnya gadis cantik ini pun meninggal akibat overdosis obat pelangsing tersebut. Padahal sebelumnya, ibunya telah memperingatkannya tentang bahaya penggunaan obat pelangsing yang terus menerus, namuun sang anak tetap membantah dan mengatakan bahwa menjadi langsing itu sesuai dengan resikonya. Obat yang diminum Eloise mengandung zat beracun Dinitrophenol atau DNP yang tidak ada penawarnya. Setelah meminumnya, ia merasakan tubuhnya seperti terbakar dari dalam. Sebelum meninggal Eloise sempat mengirimkan sebuah pesan singkat kepada dosennya. Isinya adalah “Sepertinya aku akan mati. Belum pernah ada yang selamat jika seseorang muntah setelah meminum DNP. Aku sangat takut. Maafkan aku karena telah bersikap begitu bodoh.”.