Saturday, December 5, 2015

Situs Sejarah Yang Rusak Akibat Perbuatan Manusia

"Situs Sejarah Yang Rusak Akibat Perbuatan Manusia" - Teman anehtapinyata.net di dunia terdapat begitu banyak peninggalan sejarah yang mempunyai cerita tersendiri. Peninggalan tersebut harusnya tidak boleh dilupakan. Dengan mengenali sejarah kita dapat mengenali siapa diri kita, dari mana kita berasal, siapa nenek moyang kita, dan yang lainnya. Untuk itu hendaknya kita selalu merawat dan melestarikan peninggalan tersebut. Meski begitu, manusia bukanlah orang yang sempurna, dengan kecerobohan-kecerobohannya terkadang telah merusak beberapa situs sejarah dengan sengaja maupun tidak sengaja. Seperti halnya dengan beberapa situs berikut, rusak dan hilang lantaran kecerobohan dari manusia.


Makam Neolithic yang Beralih Fungsi Menjadi Meja Piknik (Spanyol)


Teman anehtapinyata.net sebuah makam kuno yang telah berusia 6.000 tahun di negeri Matador Spanyol telah berubah bentuk menjadi sebuah meja piknik. Perubahan terhadap makam neolithic yang terletak di desa Galician, Spanyol tersebut terjadi karena kecerobahan dari pekerja proyek pembangunan taman di daerah tersebut. Para pekerja tersebut mengira makam bersejarah itu tak ubahnya seperti meja piknik biasa, mereka memperbaikinya dengan menyemennya dan membuat meja piknik baru di atasnya. Padahal makam tersebut merupakan peninggalan dari pemukim pertama di kawasan Cristovo de Cea, region Galicia, Spanyol bagian utara.

Patung “Two Hercules” Rusak Gara-Gara Selfie (Itailia)


Teman anehtapinyata.net di Cremona, sebelah utara Italia terdapat patung Hercules yang merupakan ikon dari kota tersebut. Konon, dipercaya bahwa sosok Herculeslah yang telah membangun kota Cremona. Patung "Two Hercules" tersebut telah berusia sekitar 300 tahun ini awalnya berisi mahkota besar di bagian atasnya. Namun sekarang mahkota itu sudah tidak ada, dua orang turis yang berkunjung ke patung bersejarah ini telah merusaknya. Dua turis tersebut awalnya ingin mengabadikan keberadaanya di tempat bersejarah ini, mereka melakukan selfie dan salah satunya mencoba bergelantungan dalam mahkota patung "Two Hercules". Dengan keadaan patung yang sudah berumur ratusan tahun, tentu saja sangat rentan terhadap kerusakan. Mahkota tersebut puun patah dan hancur di lantai. Akibat perbuatannya kedua turis ini ditahan dan ditangkan pihak kepolisian setempat.

Lukisan Dinding Gua Mayrieres Dibersihkan Dan Hilang Untuk Selamanya (Perancis)


Teman anehtapinyata.net di dalam gua Mayrieres terdapat lukisan yang telah berusia sekitar 15.000 tahun. Lukisan ini dibuat oleh sekelompok manusia gua yang tinggal di barat daya Perancis. Lukisan hewan yang menyerpai bison tersebut tergambar jelas dan sangat rapi pada dinding gua. Namun, pada tahun 1992 niat baik para pemuda yang ingin menghapus dan membersihkan coretan-coretan yang banyak terdapat dalam dinding-dinding di gua Mayrieres berakibat hilangnya situs bersejarah tersebut. Mereka tidak tahu bahwa yang mereka bersihkan tersebut ternyata bukan sekedar coretan biasa. Meski akhirnya mereka sadar akan kesalahannya namun warisan sejarah di wilayahnya sudah tidak bisa dikembalikan lagi.

Greenpeace Merusak Situs Nazca Dengan Jejak Kakinya (Peru)


Teman anehtapinyata.net sebuah situs sejarah terkadang sangat rentan terhadap kerusakan, seperti halnya situs yang terletak di gurun Nazca, Peru. Situs yang telah ada sejak 1.500 tahun lalu tersebut merupakan karya dari suku Peru Kuno. Situs ini berbentuk garis menyerupai lukisan yang berada di atas gurun. Yang membuat situs ini rentan terhadap kerusakan adalah karena tanah dalam situs ini sangat rapuh, orang-orang dilarang menginjak bahkan mengunjungi tempat ini, satu langkah kaki saja dapat menyebabkan bekas yang sifatnya permanen. Teetapi, larangan tersebut nampaknya tidak diindahkan oleh aktivis Greenpeace. Beberapa aktivis Greenpeace berkunjung ke situs bersejarah peninggalan kuno suku Nazca berbentuk burung kolibri tersebut dan menuliskan “Time for Change! The Future is Renewable, Greenpeace”. Greenpeace menuliskan pesan itu untuk menyadarkan dunia akan perubahan iklim yang kian mengganas. Namun langkah yang diambil dengan melakukan aksi fandalisme pada peninggalan bersejarah dinilai kurang tepat, karena telah merusak situs tersebut dengan jejak kaki mereka yang sangat jelas. Pemerintah Peru yang marah kemudian menuntut para aktivis yang melakukan aksi ini, melihat akibat yang mereka timbulkan pihak Greenpeace pun mengungkapkan penyesalannya dan meminta maaf kepada rakyat Peru.

Jari Patung Bersejarah Yang Patah Saat Disentuh Turis (Italia)


Teman anehtapinyata.net dalam beberapa museum atau pameran seni sering kita jumpai larangan untuk menyentuh benda bersejarah atau benda seni yang terdapat di dalamnya. Hal tersebut bukan tanpa sebab, karena dikawatirkan jika tersentuh dan kurang hati-hati dapat merusak karya seni atau benda bersejarah tersebut. Seperti yang terjadi di salah satu museum di Italia, seorang ahli bedah asal Amerika justru melanggar peraturan penting tersebut, dia berusaha membandingkan ukuran jarinya dengan patung berusia 600 tahun yang ada dalam museum. Dan mungkin karena sedang apes serta keadaan patung yang sudah sangat rentan, jari dari patung bersejarah tersebut pun patah. Kendatipun telah meminta maaf, namun pihak kepolisian setempat langsung menangkan dan menahan orang Amerika tersebut.