Wednesday, January 27, 2016

Penjelajah Dunia Di Masa Lalu Yang Hilang Secara Misterius

"Penjelajah Dunia Di Masa Lalu Yang Hilang Secara Misterius" - Teman anehtapinyata.net pada zaman dulu orang-orang yang melakukan penjelajahan untuk menemukan dunia baru menggunakan sarana transportasi kapal laut. Dan mungkin jika berbicara tentang penjelajah laut, yang terlintas di pikiran teman adalah nama-nama seperti Marcopolo, Colombus, ataupun Vasco da Gama. Dengan peralatan yang terbilang masih sederhana, para penjelajah laut melawan ganasnya ombak samudra. Dan tak jarang dari mereka yang pulang tinggal nama saja ataupun keberadaannya menjadi misteri. Untuk menambah pengetahuan teman semua, berikut kami rangkum beberapa penjelajah hebat di masa lalu yang keberadaannya tidak diketahui sampai sekarang.


Geoge Bass (Penjelajah Laut Kebangsaan Inggris)


Teman anehtapinyata.net George Bass meruapakan seorang ahli bedah angkatan laut sekaligus seorang penjelajah laut berkebangsaan Inggris yang lahir pada 30 Januari 1771 di Aswarby, sebuah desa kecil dekat Sleaford, Lincolnshire. Bass telah menjelajahi sekitar 18.000 km pantai-pantai di pesisir Benua Australia selama bertahun-tahun untuk penelitian. Selama penjelajahan tersebut dia berhasil menemukan Pulau Tasmania, sebuah pulau kecil dengan beraneka macam keunikan di dalamnya. Pada tanggal 5 Pebruari 1803 dia berlayar dari Australia menuju Amerika Selatan dengan membawa banyak barang dagangan yang ilegal. Setelah pelayaran tersebut, kabar dari George Bass tidak pernah terdengar lagi. Banyak yang mengatakan jika kapal yang membawa dirinya karam dan menewaskannya dalam kejadian tersebut. Namun ada juga yang mengatakan jika kapal Bass dibajak dan dia dijadikan budak di Peru.

Jean-Francois de Galaup Laperouse (Penjelajah Laut Kebangsaan Perancis)


Teman anehtapinyata.net Jean-Francoise de Galaup Laperouse yang lahir pada 23 Agustus 1741 di Albi, Perancis adalah seorang angkatan laut Perancis yang juga meruapakan seorang penjelajah laut. Pada tahun 1785, dia diperintahkan memimpin sebuah ekspedisi untuk membuat peta dunia oleh Raja Perancis Louis XVI. Selama ekspedisi yang dia lakukan dalam beberapa tahun, Laperouse telah berhasil mencapai wilayah seperti California, Alaska, Rusia, Jepang, Korea hingga Filipina. Pada tahun 1788, tim ekspedisi pimpinan Laperouse telah sampai di benua Australia. Setelah itu, mereka kemudian melanjutkan ekspedisi menuju Teluk Botany. Namun naas, setelah beranjak dari Australia, kabar dari Laperouse beserta 225 awak kapalnya tidak pernah terdengar lagi. Diperkirakan kapal yang mereka gunakan untuk ekspedisi karam, dan tidak ada seorang pun yang selamat dari tragedi tersebut. Setelah 40 tahun berselang dari kejadian tersebut, seorang penjelajah laut bernama Peter Dillon pun melakukan penelitian terkait hilangnya Laperouse beserta awaknya. Dari hasil penyelidikannya, fakta baru pun terkuak, konon Laperouse beserta semua awaknya berhasil selamat dan kembali membuat kapal baru untuk menjelajahi lautan. Sayangnya, mereka tidak pernah kembali lagi ke Perancis, keberadaannya hingga sekarang ini tetap menjadi misteri.

Gaspar dan Miguel Corte-Real (Penjelajah Laut Bersaudara Kebangsaan Portugis)

Teman anehtapinyata.net Gaspar dan Miguel Corte-Real meruapakan dua dari tiga bersaudara yang merupakan anak dari Joao Vaz Corte-Real, seorang penjelajah laut hebat asal Portugis. Joao Vaz Corte-Real juga disebut-sebut sebagai penjelajah laut yang sampai ke benua Amerika jauh sebelum Colombus. Dan nampaknya darah sang ayah sebagai penjelajah laut mengalir di tiga anaknya. Namun sayang, Gaspar dan Miguel Corte-Real hilang misterius saat sedang melakukan pelayaran. Yang pertama hilang adalah Gaspar, kemudian nasib yang sama juga menyertai Miguel. Pada tahun 1503 Vasco Corte-Real melakukan penjelajahan untuk mencari kedua saudaranya, namun dia tidak mendapat hasil apa-apa. Menghilangnya kedua bersaudara Corte-Real itu pun tetap menjadi misteri. Ada dugaan jika mereka terjebak es di area Teluk Hudson dan akhirnya meninggal di sana karena kehabisan bahan makanan dan membeku karena cuaca yang ekstrim.

Francisco De Hoces (Penjelajah Laut Kebangsaan Spanyol)


Teman anehtapinyata.net Francisco De Hoces adalah seorang pelaut dari Spanyol yang melakukan ekspedisi di awal abad ke-16. Pada tahun 1525 dia mendapat perintah untuk melakukan ekspedisi Garcia Jofre de LoaĆ­sa dengan menggunakan kapal yang bernama San Lesmes. Tujuan dari ekspedisi tersebut adalah untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di wilayah Maluku. Namun nampaknya ekspedisi tersebut gagal, pada tahun 1526 kapal San Lesmes dinyatakan hilang di samudra Pasifik. Francisco De Hoces bersama sekitar 50-60 krunya dinyatakan hilang. Namun pada awal abad 20 jenasah-jenasah yang diduga berasal dari kapal San Helmes ditemukan di Amanu, salah satu pulau di kepulauan Tuamotu. Spekulasi pun bermunculan terkait tragedi tersebut, ada yang mengatakan jika Hoces dan anak buahnya selamat dan menikah dengan suku-suku lokal di Australia atau Selandia Baru dan menyebarkan kebudayaan Spanyol di sana.

Vadino dan Ugolino Vivaldi (Penjelajah Laut Bersaudara Kebangsaan Italia)


Teman anehtapinyata.net Vadino dan Ugolio Vivaldi adalah dua bersaudara yang merupakan pedagang sekaligus penjelajah laut yang berasal dari Genoa, Italia. Pada Mei 1291 kedua bersaudara ini berlayar menuju India. Mereka berhasil selamat sampai di India dan menjadi orang Eropa pertama yang berhasil mengunjungi tempat tersebut, jauh sebelum penjelajah hebat seperti Bartolomeu Dias dan Vasco da Gama. Dia India kedua bersaudara ini melakukan kegiatan perdagangan, menjual barang yang mereka bawa dari Genoa, dan membeli rempah-rempah untuk di jual kembali di Eropa. Dalam perjalanan pulangnya, mereka melalui samudra Atlantik yang sangat luas, dan pelayarannya tersebut dilakukan ratusan tahun lebih cepat dari yang dilakukan Columbus yang dikatakan sebagai penemu benua Amerika. Namun sayangnya, kedua pelayar hebat ini dinyatakan hilang di suatu tempat yang bernama Gozora (Kemungkinan pesisir utara Afrika dekat dengan Pulau Kenari dan Maroko). Penyebab hilangnya dua bersaudara ini pun masih menjadi misteri, namun teori yang berkembang mengatakan jika kapal Vivaldi bersaudara dibajak oleh kawanan perompak yang kala itu memang banyak sekali bermunculan di perairan antara Eropa dan Afrika.