Saturday, February 20, 2016

Tokoh Dunia Yang Menentang Keberadaan Kaum LGBT


"Tokoh Dunia Yang Menentang Keberadaan Kaum LGBT" - Teman anehtapinyata.net akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang adanya kaum LGBT. Mungkin tidak banyak teman yang tahu apa itu LGBT. LGBT adalah akronim dari Lesbian Gay Biseksual dan Transgender. Istilah yang sudah muncul sejak tahun1990an ini mulai menyeruak kembali dan menjadi perbincangan dunia. Kontroversial terhadap kaum ini menyeruak dimana-mana, ada yang melegalkannya dan ada pula yang menentang keras keberadaan kaum penyuka sesama jenis ini. Dan ternyata keberadaan kaum LGBT juga mendapat penolakan dari beberapa tokoh di dunia. Penasaran siapa saja tokoh dunia tersebut? Untuk menambah informasi teman semua berikut kami hadirkan tokoh dunia yang menentang adanya kaum LGBT ini.


Manny Pacquiao (Petinju Asal Filipina)


Teman anehtapinyata.net petinju ternama Filipina, Manny Pacquiao menentang keberadaan kaum LGBT. Petinju berjuluk Pacman ini merupakan penganut Katolik yang taat. Saat mendengar berita tentang kaum LBGT yang menginginkan adanya persamaan hak, Pacman pun sontak beraksi, dia mengeluarkan pernyataan bahwa pasangan gay itu lebih rendah dari binatang. Dia sangat menentang adanya perkawinan sesama jenis, karena menurutnya hal tersebut tidak sesuai dengan Alkitab seperti dalam kepercayaannya. Pernyataan kontroversial tersebut membuat Pacman dihujani banyak kecaman dan kritik. Kendatipun tetap menolak pernikahan sesama jenis, namun Pacman tetap meminta maaf atas perkataan kasarnya tersebut kepada kaum LGBT. Selain itu akibat penolakannya itu, Pacman juga menghadapi pemutusan kontrak dengan Nike, perusahaan aparel olahraga Amerika Serikat yang mendukung keberadaan LGBT dan menjunjung hak kaum sesama jenis.

Vladimir Putin (Presiden Rusia)


Teman anehtapinyata.net sosok presiden Rusia ini juga merupakan salah satu tokoh dunia yang menentang keras keberadaan kaum LGBT. Hal tersebut ditandai dengan disahkannya UU Anti Gay di Rusia, walaupun menuai banyak protes dan pertentangan, Vladimir Putin tetap konsisten dengan kata-katanya yang menolak keras hubungan sesama jenis tersebut, baginya hubungan yang sah di Rusia adalah hubungan beda jenis saja. Kendatipun Rusia menganut paham liberal, namun untuk masalah LGBT ini Putin sangat menolak keras, apalagi sampai mengganggu anak kecil.

Yoweri Museveni (Presiden Uganda)


Teman anehtapinyata.net Presiden Uganda bernama Yoweri Museveni sangat menentang keberadaan kaum LGBT. Tindakan nyata yang dilakukan Presiden Museveni adalah telah ditandatanganinya RUU Anti Homoseksualitas di Uganda. Walaupun penentangan banyak datang terutama dari asing yang menginterpensi, dia tetap bersikukuh dengan penolakannya tersebut. Presiden Uganda ini menyebut para kaum LGBT adalah manusia yang sangat menjijikan. Dengan adanya UU tersebut maka segala tindakan seksual yang berhubungan dengan LGBT di Uganda akan dipidana dengan hukuman penjara sampai seumur hidup.  

Paus Benediktus XVI (Imam Tertinggi Agama Katolik)


Teman anehtapinyata.net tokoh dunia lainnya yang menentang keberadaan kaum LGBT adalah Paus Benediktus XVI, imam tertinggi dari umat Katolik. Paus ke 265 Gereja Katolik Roma ini tidak segan menolak keberadaan kaum LGBT dan mengatakan jika kaum gay membuat masa depan manusia dipertaruhkan. Paus juga mengatakan jika kaum LGBT berusaha memanipulasi hukum-hukum Tuhan dengan pilihan seksual menyimpang. Ini bakal menghancurkan kelangsungan hidup manusia dan prosesnya. Pernyataan kontroversial dari tokoh agama ini sontak mengundang berbagai macam reaksi disaat dunia mulai mengakui keberadan kaum LGBT ini.

Winston Churchill (Perdana Menteri Britania Raya)


Teman anehtapinyata.net Perdana Menteri Britania Raya yang berkuasa pada masa perang dunia ke 2, Winston Churchill, diketahui sangat membenci adanya kaum LGBT. Dia mengatakan jika menjadi kaum gay atau pecinta sesama jenis sama saja dengan melakukan sebuah kejahatan perang. Pada masa pemerintahannya tersebut lebih dari 49 ribu kaum LGBT baik pria maupun wanita dieksekusi pemerintahan Inggris dengan hukum yang sama.