Wednesday, April 20, 2016

Mitos Palsu Tentang Makanan Dan Minuman Yang Selama Ini Lumrah Di Masyarakat

"Mitos Palsu Tentang Makanan Dan Minuman Yang Selama Ini Lumrah Di Masyarakat" - Teman anehtapinyata.net dalam masyarakat beredar mungkin banyak kita jumpai beragam mitos seputar makanan atau minuman. Ada yang mengatakan jika mengkonsumsi makanan A maka hasilnya begini, terus makanan B hasilnya begini. Entah mengapa mitos-mitos tersebut juga dikuatkan dari beraneka macam iklan yang muncul di televisi maupun surat kabar. Dan tentunya dengan beraneka ragam sugesti-sugesti tersebut membuat kita sulit membedakan antara mitos yang merupakan fakta ataupun fiksi. Mitos seperti apa saja itu? Berikut informasinya, semoga bermanfaat.


Mitos Permen Karet Yang Tertelan Membutuhkan Waktu 7 Tahun Untuk Dicerna Lambung


Teman anehtapinyata.net pada saat kecil sebagian dari teman pasti pernah mendengar mitos menyeramkan tentang permen karet. Dikatakan jika sampai permen karet tertelan, maka akan lengket di dalam lambung selama 7 tahun. Mitos tersebut pastinya membuat banyak anak kecil takut dalam mengunyah permen karet. Namun faktanya mitos tersebut sama sekali tidak benar. Memang benar permen karet tidak bisa dicerna oleh lambung, namun lambat laun permen karet dalam lambung akan sedikit demi sedikit keluar melalui saluran pencernaan dan akhirnya terbuang saat kita buang air besar. Proses permen karet dari lambung hingga terbuang tersebut tidak memakan waktu sampai 7 tahun lamanya, namun hanya dalam hitungan hari saja.

Mitos Bahwa Minum Susu Dapat Menguatkan Tulang


Teman anehtapinyata.net jika kalian ditanya bagaimana cara untuk menguatkan tulang pasti sebagian besar akan menjawab banyak-banyaklah minum susu. Dalam iklan-iklan produk susu selalu digembar-gemborkan bahwa susu dapat membuat anak-anak tumbuh besar dan kuat. Namun fakta dibalik susu dapat menguatkan tulang memang agak rumit. Susu memang kaya akan Kalsium dan mengandung vitamin D, namun untuk membuat tulang menjadi sehat diperlukan juga vitamin K dan Magnesium. Dan sayangnya kedua kandungan untuk menyehatkan tulang tersebut tidak terdapat dalam susu. Apalagi jika diingat bahwa susu banyak mengandung gula, laktosa dan galaktosa yang terbukti mampu mempercepat proses penuaan dan obesitas. Jadi untuk mendapatkan tulang yang kuat, selain minum susu juga harus makan juga sayuran, kacang-kacangan, ikan dan yang lainnya agar berimbang.

Mitos Minum 8 Gelas Air Putih Tiap Hari Untuk Menjaga Kesehatan


Teman anehtapinyata.net mitos yang satu ini tidak diketahui asal usulnya, yang jelas mitos bahwa untuk tetap sehat setiap orang harus minum 8 gelas air setiap hari sudah beredar luas di masyarakat. Dan parahnya banyak juga dokter yang menyarankan hal tersebut sangat penting bagi kesehatan. Namun faktanya, setiap manusia memiliki tingkat kebutuhan terhadap air yang tidak sama. Hal ini tergantung pada kondisi dan ukuran tubuh, suhu dan cuaca setempat, serta aktivitas fisik yang dilakukan. Ada pepatah yang mengatakan apapun yang berlebihan umumnya tidak akan terlihat bagus, begitu pula dengan air, jika terlalu banyak minum air tidak baik juga untuk kesehatan. Air memang sangat diperlukan bagi tubuh, namun yang perlu diingat bahwa air tidak hanya didapat dari minum air putih saja, tetapi bisa juga dari sumber lain seperti makanan, buah dan sayuran. Sejatinya kita sudah dilengkapi dengan alarm alami jika tubuh kita kekurangan air. Saat kekurangan air, saraf tubuh akan mengirimkan signal ke otak dan otak meresponnya dengan rasa haus. Oleh karena itu disarankan, konsumsilah air putih secukupnya untuk menghilangkan rasa haus tersebut. Untuk mengetahu bahwa tubuh kita kekurangan air atau tidak dapat dilihat dari warna air kencing, semakin pekat warnanya semakin dehidrasi tubuh kita begitu pula sebaliknya.

Mitos Minuman Berenergi Untuk Energi Tambahan


Teman anehtapinyata.net di televisi banyak terdapat iklan yang mengatakan bahwa minuman berenergi dapat menambah energi kita jika mengkonsumsinya. Namun mengkonsumsi terlalu banyak minuman berenergi faktanya tidak baik untuk kesehatan. Kebanyakan minuman berenergi yang beredar di masyarakat mengandung campuran gula dan kafein, ditambah asam amino yang disebut taurin. Dalam komposisinya memang disebutkan jika beberapa minuman berenergi tersebut mengandung khasiat tanaman seperti guarana, ginseng dan Vitamin B, namun kadarnya tidak terlalu banyak sehingga tidak menghasilkan energi yang signifikan. Efek taurin sendiri untuk penambahan energi memang masih rancu, sedangkan gula hanya menghasilkan energi dalam waktu singkat saja, dan terakhir kafein hanya untuk mengilangkan rasa kantuk saja. Jadi kesimpulannya jika teman terlalu banyak mengkonsumsi minuman berenergi, kemungkinan besar yang didapat bukanlah energi tambahan, melainkan menghasilkan berat badan bertambah dari gula dan insomnia dari kafein.

Mitos Talenan Plastik Lebih Higienis dari Talenan Kayu


Teman anehtpinyata.net pasti pernah mendengar tentang mitos yang mengatakan bahwa talenan kayu sangat berbahaya digunakan untuk memotong daging. Hal tersebut disebabkan karena bakteri yang tertinggal dalam talenan kayu akan menyerap ke pori-pori kayu, sehingga berbahaya jika digunakan untuk memotong makanan kemudian. Mitos ini sempat membuat Departemen Pertanian Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan telenan plastik dari pada kayu. Namun faktanya sangat sulit bagi bakteri untuk tetap bertahan hidup meskipun dia memang bisa tertinggal di pori-pori kayu karena sifat kayu yang menyerap mereka jauh ke dalam telenan. Saat bakteri jauh berada di dalam pori-pori kayu, mereka akan kesulitan mencari makanan, dan lambat laun akan mati dengan sendirinya. Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan talenan plastik yang katanya lebih higienis karena lebih mudah dibersihkan, padahal bakteri yang tertinggal dalam talenan tidak akan mampu terserap ke dalam talenan plastik sehingga membuat kita lebih rawan terkena bakteri tersebut.