Friday, June 3, 2016

Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan Di Indonesia

"Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan Di Indonesia" - Teman anehtapinyata.net Indonesia terdiri dari banyak pulau dan beragam suku atau etnis. Hal tersebut menyebabkan Indonesia kaya akan kebudayaan yang diwarisi secara turun temurun. Tak terkecuali kebudayaan dalam rangka menyambut bulan puasa atau bulan Ramadhan. Masing-masing daerah memiliki tradisi tersendiri, yang tentunya unik dan berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Penasaran tradisi apa saja itu? Berikut beberapa informasinya, semoga bermanfaat.

Tradisi Munggahan Masyarakat Sunda


Teman anehtapinyata.net tradisi Munggahan merupakan tradisi unik yang dilakukan masyarakat Sunda dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi yang dilaksanakan sehari sebelum datangnya bulan Ramadhan ini merupakan perwujudan rasa syukur atas kedatangan bulan suci tersebut. Semua orang berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk saling bermaaf-maafan sambil menikmati sajian khas Ramadhan.

Tradisi Pacu Jalur Masyarakat Kuantan Singingi Riau


Teman anehtapinyata.net di Provinsi Riau, tepatnya di daerah Kabupaten Kuantan Singingi, terdapat suatu tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadhan bernama tradisi Pacu Jalur. Dalam tradisi ini diadakan sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kir-kira 1,3 m s/d 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu. Perlombaan yang biasa diadakan di sungai Batang Kuantan ini diikuti beberapa kelompok peserta. Tradisi Pacu Jalur ini mirip dengan lomba perahu naga yang sering teman lihat di televisi.

Tradisi Meugang Masyarakat Aceh


Teman anehtapinyata.net masyarakat Aceh memiliki suatu tradisi unik dalam menyambut bulan puasa yang telah diwariskan sejak dari zaman Kerajaan Aceh saat dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda. Tradisi unik yang masih dilakukan sampai sekarang ini bernama Meugang atau Makmeugang. Tradisi ini merupakan tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan anak yatim piatu. Ada perbedaan Tradisi Meugang di desa dengan di kota. Tradisi Meugang di desa dilaksanakan satu hari sebelum Ramadhan sedangkan tradisi Meugang di kota dilaksanakan dua hari sebelum Ramadhan. Biasanya masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu membawanya ke mesjid untuk makan bersama tetangga dan warga yang lain. Tradisi menyembelih kurban yang dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri ini merupakan perwujudan rasa syukur atas kemakmuran yang diberikan, jadi pantang hukumnya bagi masyarakat Aceh jika tidak memasak daging pada pelaksanaan Meugang ini.

Tradisi Balimau Masyarakat Minangkabau


Teman anehtapinyata.net Balimau merupakan tradisi mandi bersama dengan menggunakan jeruk nipis yang berasal dari masyarakat Minangkabau. Tradisi unik ini biasa dilakukan menjelang datangnya Ramadhan. Tradisi Balimau yang telah diwariskan secara turun temurun ini biasanya dilakukan di kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Jeruk nipis digunakan untuk mandi karena pada zaman dulu belum dikenal adanya sabun, jadi untuk bisa mandi dengan bersih digunakanlah limau (jeruk nipis), karena sifatnya yang melarutkan minyak atau keringat di badan.

Tradisi Nyadran Masyarakat Jawa


Teman anehtapinyata.net tradisi Nyadran seringkali dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta. Nyadran berasal dari bahasa sansekerta, sraddha yang artimya keyakinan dan  dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban.. Tradisi Nyadran ini merupakan tradisi ziarah kubur untuk membersihkan makam keluarga. Rangkaian dari tradisi Nyadran atau Ruwahan ini adalah melakukan besik (pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan), menyelenggarakan kenduri (pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, dan doa, kemudian ditutup dengan makan bersama), dan melakukan ziarah kubur (berdoa kepada roh yang meninggal di area makam). Tradisi ini telah diwariskan secara turun temurun sejak zaman Hindu-Budha oleh Wali Songo sebagai bentuk akulturasi Islam dengan budaya Jawa yang masih terpengaruh animisme saat itu.

Tradisi Nyorog Masyarakat Betawi


Teman anehtapinyata.net di Ibukota Jakarta, masyarakat Betawi memiliki tradisi yang unik menyambut bulan puasa. Tradisi yang disebut Nyorog ini merupakan tradisi mengantarkan bingkisan untuk sanak saudara. Jika dulu bingkisan dalam tradisi Nyorog ini berupa makanan khas betawi, namun sekarang karena perkembangan zaman, makanan yang dihantarkan dapat berupa sembako, sirup, kue kering dan lainnya. Tradisi yang biasa dilakukan kaum muda kepada yang lebih tua ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan juga meminta doa restu agar kuat menjalankan ibadah saat bulan Ramadhan.