Thursday, July 28, 2016

Naskah Kuno Yang Menjelaskan Tentang Hubungan Seksual

"Naskah Kuno Yang Menjelaskan Tentang Hubungan Seksual" - Teman anehtapinyata.net hubungan seksual bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan lagi. Semua orang perlu untuk mendapatkan pendidikan seks yang baik sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku. Mungkin hal tersebutlah yang menjadi pemikiran-pemikiran leluhur kita dahulu, maka dari itu dibuatlah naskah-naskah yang berkaitan dengan hubungan seksual. Yang paling terkenal dan tidak asing lagi di telinga teman semua tentang kitab hubungan seksual mungkin adalah kitab Kama Sutra, namun ternyata selain itu masih terdapat banyak naskah kuno lainnya yang membahas tentang hubungan seks. Penasaran naskah kuno apa saja itu? Berikut informasinya, semoga bermanfaat.


Kama Sutra


Teman anehtapinyata.net kitab Kama Sutra merupakan kitab hubungan seksual paling populer di dunia. Kama Sutra berasal dari bahasa Sansekerta, Kama berarti berarti keinginan, hasrat, cinta atau nafsu dan Sutra berarti benang atau rangkaian. Jadi Kama Sutra adalah rangkaian dari adegan hasrat dalam hubungan seksual. Selain itu Kama Sutra juga diartikan sebagai tali atau benang pengikat dalam percintaan. Kitab Kama Sutra dikarang oleh Bagawan Vatsyayana Mallanaga  pada 300 SM di India dan banyak dipakai sebagai buku acuan dalam hal percintaan. Kitab yang ditulis sebagai hasil meditasi Begawan Vatsyayana ini kemudian ditulis ulang oleh Aditya Narayan Dhairyasheel Haksar yang secara keseluruhan terdiri dari 36 bab yang terbagi menjadi 7 bagian serta dipecah menjadi 1.250 ayat dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia. Dalam 7 bagian tersebut dijelaskan tentang tujuan hidup, penyatuan seksual, meminang istri, menjadi istri yang baik, istri orang lain, pelacuran, dan daya pikat diri.


Banyak orang yang salah mengartikan Kamasutra sebagai ilmu seks belaka, para cendekiawan umumnya memiliki pandangan lain tentang kitab ini. Kama Sutra lebih diartikan sebagai perjalanan tentang seni kehidupan untuk menemukan pasangan sampai jenjang pernikahan. Berbagai macam posisi seks Kama Sutra dianggap terlalu vulgar, sehingga ditolak untuk diterbitkan setidaknya sampai tahun 1962 saat kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih dimengerti oleh Sir Richard Burton.

Kama Tattwa


Teman anehtapinyata.net naskah hubungan seks ala Hindu selain Kama Sutra adalah Kama Tattwa. Kama Tattwa sendiri merupakan kumpulan naskah yang secara khusus membahas tentang hubungan seks dan permasalahannya. Yang tergolong dalam Kama Tattwa antara lain Lontar Rsi Sambina, Yaning Stri Sanggama, Rahasya Sanggama, Samarakridalaksana, Stri Sasana, Wadu Laksana, Rukmini Tattwa, Indrani, Pamedasmara, Usada Samaratura, Usada Lara Kamatus, Prasi Dampatilalangon, dll.


Teks Rsi Sambina, Yaning Stri Sanggama membahas berbagai cara senggama yang bisa dilakukan oleh sepasang suami istri guna mencari kenikmatan seks. Rahasya Sanggama membahas tentang daerah-daerah erotis wanita/istri yang harus diketahui oleh suami, guna mempermudah wanita mencapai orgasme. Samarakridalaksana merupakan teks yang memberi petunjuk kepada suami istri bagaimana seks dilakukan dengan spirit yoga dan mantra. Wadulaksana membahas ciri-ciri wanita yang dianggap utama dan ramalan tentang wanita yang akan melahirkan putra/putri utama. Rukmini Tattwa dan Indrani adalah teks yang menerangkan rahasia tentang keberhasilan Dewi Saci mempertahankan cinta Dewa Indra, melalui ramuan-ramuan tradisional khas wanita. Pamedasmara merupakan petunjuk tentang pilihan hari baik melakukan senggama. Usadha Samaratuta dan Usada Larakamatus adalah teks yang memuat berbagai macam petunjuk ramuan obat yang berguna untuk mengatasi berbagai keluhan seksual.


Kama Tattwa memberikan pengetahuan tentang tata cara dan teknik dalam melakukan senggama yang dilandasi dengan dharma dan bukan sekedar sebagai pelampiasan nafsu untuk mencari kenikmatan semata. Namun semua itu lebih kepada bagaimana cara pelampiasan nafsu dengan cara yang benar dan pengetahuan yang dilandasi dharma. Sehingga tujuan dari hubungan seks yang sesungguhnya yaitu mendapatkan kenikmatan ataupun anak yang suputra (mulia) dapat tercapai. 

Serat Centhini Atau Suluk Tembangraras


Teman anehtapinyata.net Serat Centhini atau yang dikenal juga dengan nama Suluk Tembangraras merupakan salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru. Naskah kuno ini berisikan pengetahuan lahir masyarakat Jawa, agama, dan kehidupan rumah tangga. Naskah kuno ini ditulis oleh 3 orang yaitu Rade Ngabehi Ranggasutrasna (tentang bagian timur Jawa), Raden Ngabehi Yasadiputra II (tentang bagian barat Jawa), dan Rade Ngabehi Sastradipura (tentang agama Islam dan Mekah) atas perintah Pangeran Adipati Anom (Pakubuwana V) di Surakarta dan selesai pada tahun 1814 Masehi.


Serat Centhini yang terdiri dari 725 tembang atau lagu dan terbagi dalam 12 jilid ini menceritakan tentang perjalanan 2 putra (Jayengresmi, Jayengraga) dan 1 putri (Ken Rancakapti) Sunan Giri yang melakukan pengembaraan saat kerajaannya kalah oleh Pangeran Pekik. Dalam perjalanan ini, Jayengresmi mengalami pendewasaan spiritual, karena bertemu dengan sejumlah guru, tokoh-tokoh gaib dalam mitos Jawa kuno, dan sejumlah juru kunci makam-makam keramat di tanah Jawa. Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh itu, dia belajar mengenai segala macam pengetahuan dalam khazanah kebudayaan Jawa, mulai dari candi, makna suara burung gagak dan prenjak, khasiat burung pelatuk, petunjuk pembuatan kain lurik, pilihan waktu berhubungan seksual, perhitungan tanggal, hingga ke kisah Syekh Siti Jenar. Pengalaman dan peningkatan kebijaksanaannya ini membuatnya kemudian dikenal dengan sebutan Seh (Syekh) Amongraga. Dalam perjalanan tersebut, Syekh Amongraga berjumpa dengan Ni Ken Tambangraras yang menjadi istrinya, serta pembantunya Ni Centhini, yang juga turut serta mendengarkan wejangan-wejangannya.

Ars Amatoria


Teman anehtapinyata.net dalam bahasa Inggris Ars Matoria juga berarti The Art of Love. Dari namanya saja sudah jelas jika buku ini berisikan tentang seni dalam bercinta. Ars Amatoria ditulis oleh Publius Ovidius Naso pada abad pertama masehi, sekitar 43 SM-17/18 SM. Publius dikenal sebagai seorang penyair Romawi dengan karya-karya erotisnya yang terkenal seperti, Heroides, Amores, dan tentu saja Ars Amtoria. Buku Ars Amatoria ini terdiri dari 3 bagian, 2 bagian untuk pria dan 1 bagian untuk wanita. Buku yang ditulis dengan gaya bahasa berbentuk syair yang berisi olok-olok satir dan puisi didaktik ini berisikan tentang bagaimana dan dimana mendapatkan istri atau suami di Roma, bagaimana menggoda mereka, dan bagaimana mencegah mereka direbut orang. Karena berbentuk syair tersebut maka dalam buku ini kita tidak bisa menemukan trik-trik praktis yang bisa langsung dipraktekan, namun kita harus mencerna dulu bahasa yang mendayu-dayu layaknya puisi dan syair lainnya.

Assikalaibineng


Teman anehtapinyata.net Assikalaibineng secara harfiah berarti cara berhubungan suami istri. Akar kata serupa juga dipakai masyarakat petani di awal masa tanam. Naskah kuno suku Bugis ini ditulis dalam bentuk manuskrip lontar pada abad XVII untuk panduan bagi laki-laki menjelang masa pernikahan. Hal-hal yang berhubungan dengan seks seperti, filosofi seks, pengetahuan alat reproduksi, tahapan dalam bercinta, doa dan mantra bercinta, teknik bercinta, pemilihan jenis kelamin bayi dan pengontrolan kehamilan, waktu yang tepat untuk bercinta, sampai pembersihan tubuh setelah bercinta termuat dalam lontar Assikalabineng ini. Pada saat penulisan lontar ini tasawuf Islam sedang berkembang di Bugis-Makasar, maka seks dipandang juga sebagai perbuatan spiritual bukan aktivitas biologis semata.

Su-Nui Ching


Teman anehtapinyata.net kitab Su-Nui Chin merupakan kitab yang berisikan hubungan seksual yang berasal dari Cina. Kitab ini ditulis oleh Kaisar Huang-Ti pada 2697-2598 SM. Jika Kama Sutra merupakan kitab hubungan seks paling populer di dunia, maka Su-Nui Ching merupakan kitab hubungan seks tertua di dunia. Kitab ini terdiri dari kumpulan tanya jawab antara Kaisar Huang Ti dengan tiga orang wanita penasehat seks (Su-Nui, Shuen-Nui, dan Tsai-Nui) dan seorang tabib atau dokter (Pong Tsu). Sampai saat ini dalam tradisi Cina kitab ini menjadi rujukan dalam masalah seksual dan pengobatan.

Qurotul 'Uyun


Teman anehtapinyata.net dalam agama Islam juga terdapat kitab kuno yang menjelaskan tentang hubungan seksual. Kitab Qurotul 'Uyun berisikan tentang panduan bagi suami istri dalam membina rumah tangga. Dalam kitab tersebut ada salah satu bab yang membahas tentang hubungan seksual untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis. Kitab ini ditulis oleh Syekh Muhammad al-Tahami bin Madani, yang merupakan penjelasan karya (berbentuk Nadham (syair)) dari Syekh Qasim bin Ahmad bin Musa bin Yamun berdasar syariat dari Nabi Muhammad SAW. Kitab yang sering disebut sebagai Kama Sutra Islami ini terdiri dari 20 pasal dan merupakan hal yang wajib dipelajari bagi para santri.


Baca Juga: Makhluk Mitologi yang Suka Bercinta dengan Manusia