Monday, July 18, 2016

Tokoh Revolusioner Pejuang Kemanusiaan Yang Mendunia

"Tokoh Revolusioner Pejuang Kemanusiaan Yang Mendunia" - Teman anehtapinyata.net perjuangan dan reformasi tidak bisa dipisahkan dari keberadaan sebuah negara dalam menjadi lebih baik. Perang, diskriminasi, kemiskinan, kelapanan terjadi di berbagai negara dalam bebrapa dekade yang lalu. Untuk merubah hal tersebut kerap lahir para tokoh pejuang revolusioner yang tidak pernah lelah dalam memperjuangkan idiologi yang dia percaya untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat. Untuk menambah pengetahuan teman semua, berikut kami rangkum beberapa tokoh dunia yang terkenal sebagai pejuang kemanusiaan walaupun telah tiada.


Mahatma Gandhi, Pejuang Revolusioner India (India)


Teman anehtapinyata.net Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi merupakan tokoh revolusioner asal India. Sosokny mirip dengan Ir. Soekarno yang memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Tokoh penting dalam kemerdekaan India ini merupakan seorang aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya, melainkan dengan aksi demonstrasi penuh kedamaian dengan strategi-strategi agar Inggris yang menguasai India pergi dan memberikan kemerdekaan sepenuhnya. Perjuangan dari Father of Nation atau Bapak Bangsa India ini akhirnya selesai pada tahun 1947 dengan kemerdekaan India. Namun hal yang disesalkan oleh Mahatma Gandhi kalai itu adalah perpecahan negaranya menjadi 2, India dan Pakistan karena perbedaan agama. Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Namun sayangnya, pada 30 Januari 1948 perjuangan Mahatma Gandhi dalam membangun negaranya tersebut harus terhenti dengan peluru dari pistol Baretta M 1934. 

Nelson Mandela, Revolusioner Anti Apartheid (Afrika Selatan)


Teman anehtapinyata.net Nelson Rolihlahla Mandela atau yang lebih dikenal dengan nama Nelson Mandela adalah tokoh politik dan seorang revolusioner anti apartheid, yang berjuang keras menghapus diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan. Nelson Mandela merupakan presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan yang menjabat pada tahun 1994-1999. Dalam pemerintahannya Mandela berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, serta mendorong rekonsiliasi rasial. Seperti yang tercatat dalam sejarah, pada tahun-tahun sebelumnya perekonomian di Afrika Selatan didominasi oleh orang-orang berkulit putih saja. Perjuangannya terhadap diskriminasi rasial terhadap orang-orang kulit hitam sudah dilakukannya jauh sebelum terpilih menjadi Presiden. Bahkan, karena perjuangannya dianggap membahayakan negara, pada tahun 1962 Nelson Mandela sempat berada dalam jeruji besi. Walaupun dipenjara, perjuangannya tidak berhenti begitu saja dan terus berkomunikasi dengan dunia luar. Akhirnya pada tahun 1990, Nelson Mandela dibebaskan dan terus berjuang hingga akhirnya menjadi Presiden yang terpilih melalui pemilu pertama dengan keterwakilan ras pada tahun 1994 dan menghancurkan rezim rasisme yang selama ini menduduki pemerintahan Afrika Selatan.

Martin Luther King Jr., Revolusioner Pejuang Perdamaian Dunia (Amerika)


Teman anehtapinyata.net Pendeta Martin Luther King, Jr., Ph.D merupakan seorang pendeta sekaligus aktivis HAM warga Amerika-Afrika. Dia adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat yang dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dengan strategi non kekerasan. Martin Luther King Jr. menentang keras diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam berdarah Afrika-Amerika yang terjadi di Amerika Serikat kala itu. Orang kulit hitam di kawasan Amerika dianggap sebagian manusia kelas bawah hingga bisa diperlakukan dengan tidak baik di segala sektor yang ada. Tidak terima akan perlakuan tersebut, membuatnya melakukan pergerakan-pergerakan  sipil besar-besaran yang berbuntut pada kebijakan-kebijakan publik di Amerika pada tahun 1960an. Perjuangan HAMnya tidak hanya pada diskriminasi orang-orang kulit hitam saja, melainkan pada pelanggaran HAM dalam perang yang kala itu terjadi di Vietnam. Pada 1963, dia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Namun sayangnya, pada 4 April 1968, tokoh perdamainan ini harus meninggal ditembak saat melakukan aski di Memphis. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat. 

Bunda Teresa, Ibu Semua Ras Di Dunia (India)


Teman anehtapinyata.net Agnes Gonxha Bojaxhiu atau yang lebih dikenal dengan nama Mother Teresa atau Bunda Teresa merupakan seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania yang berkewarganegaraan India. Pada tahun 1950 beliau mendirikan Missionaries of Charity atau M.C. (sebuah kelompok yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat) di Kalkuta, India. Beliau berusaha menghapuskan kesenjangan sosial yang terjadi di berbagai daerah di dunia. Dengan perjuangan yang berlandaskan cinta kasih tersebut beliau mendapat julukan sebagai ibu semua ras di seluruh dunia. MC. terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Banyak tokoh terkenal dunia yang terinspirasi dari perjuangannya, pada tahun 1979 ibu semua ras ini mendapatkan penghargaan nobel perdamaian.

Soekarno, Pejuang Revolusioner Kemerdekaan (Indonesia)


Teman anehtapinyata.net Koesno Sosrodihardjo atau yang lebih kita kenal dengan nama Soekarno merupakan tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau merupakan salah satu tokoh yang menghantarkan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Soekarno mulai dikenal ketika menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Karena merasa terancam dengan pergerakan yang dilakukannya, Soekarno kerap diasingkan dan keluar masuk penjara. Pada tahun 1942 saat Belanda menyerah dan Indonesia jatuh ke tangan Jepang, Soekarno pun dibebaskan dan kembali melakukan pergerakan-pergerakan dengan rekan seperjuangannya, sampai akhirnya pada 17 Agustus 1945 Soekarno bersama M. Hatta mewakili rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdakaan Indonesia, Soekarno kemudian dipilih sebagai Presiden Pertama Indonesia. Selain di dalam negeri, Soekarno juga terkenal di luar negeri dengan banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Dengan dasar tersebut, pada tahun 1955 diselenggarakanlah konferensi Asia-Afrika untuk pertama kalinya di Bandung. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya.