Tuesday, August 2, 2016

Dokumen Rahasia Masa Lalu Paling Misterius Yang Belum Terpecahkan

"Dokumen Rahasia Masa Lalu Paling Misterius Yang Belum Terpecahkan" - Teman anehtapinyata.net dari zaman dulu sampai sekarang manusia memiliki suatu kebiasaan unik yang sering dilakukan. Kebiasaan tersebut adalah menuliskan tentang kehidupan dan sesuatu yang dirasa penting untuk diketahui. Jika manusia moderen menulis pada kertas ataupun gadget, manusia pada masa lalu menulisnya melalui batu, kulit hewan, ataupun kertas kuno. Tulisan orang zaman dulu tersebut tentunya menggunakan bahasa pada masa itu dan perlu waktu untuk bisa diterjemahkan ke dalam bahasa moderen. Selain itu kesulitan penerjemahannya juga dikarenakan ada beberapa kata yang hilang. Catatan atau dokumen masa lalu tersebut tentunya penting bagi ilmu pengetahuan moderen karena bisa membuat kita tahu bagaimana kehidupan pada masa itu dan lainnya. Di dunia ini para arkeolog telah banyak menemukan dokumen-dokumen yang berasal zaman dulu, namun tabir rahasia dalam dokumen tersebut belum sepenuhnya bisa dikuak. Penasaran dokumen seperti apa saja itu? Berikut beberapa informasinya.


Buku Tulisan Tangan Archimedes


Teman anehtapinyata.net Archimedes merupakan seorang ahli matematika dari Yunani yang sangat terkenal. Pada abad ke-9 sebuah buku yang merupakan hasil tulisan tangan Archimedes sampai di Konstantinopel. Namun sayangnya, saat itu tengah terjadi perang besar sehingga membuat keberadaan buku itu tidak diketahui. Ada yang mengatakan jika buku itu dicuri dan ingin dihancurkan. Namun pada tahun 1998, buku Archimedes yang hilang tersebut kembali muncul. Seseorang misterius menunjukan keberadaan buku super langka itu. Dari beberapa permukaan buku, pihak perpustakaan berhasil merekonstruksi dan mengatakan bahwa buku ini berisi konsep matematika. Selain itu juga terdapat juga beberapa puzzle yang susah untuk dipecahkan.

Tablet Minoan


Teman anehtapinyata.net tablet minoan merupakan sekelompok batuan pipih yang di atasnya terdapat tulisan orang zaman dulu, sejenis prasasti jika di Indonesia. Benda bersejarah ini diduga berasal dari zaman peradaban Minoa di pulau kreta pada masa Yunani Kuno.  Peradaban ini dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3000 dan 2700 SM, dan berlangsung sampai 1450 SM. Peradaban yang disebut sebagai awal mata rantai peradaban Eropa ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 oleh seorang arkeolog Inggris yang bernama Sir Arthur Evans. Tablet Minoa memiliki pola tulisan yang aneh dan unik sehingga susah diterjemahkan ke dalam bahasa moderen. Bahkan dengan jumlah mencapai 4.000 bongkah batu banyak arkeolog yang masih kesusahan menerjemahkannya. Jika saja bisa dibaca, mungkin benda bersejarah tersebut dapat memberitahu kita bagaimana sejarah kehidupan masa lalu awal mula peradaban di Eropa.

Gulungan Herculaneum


Teman anehtapinyata.net gulungan Herculaneum merupakan sebuah gulungan yang ditemukan di bekas kota kuno Herculaneum. Kota Romawi Kuno ini hancur akibat letusan dahsyat dari gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Letusan gunung tersebut menyebabkan kota Herculaneum bersama kota kuno lainnya seperti Pompeii, Stabiae dan Oplontis hilang terkubur dalam material piroklastik. Termasuk di dalamnya para penduduk kota, serta benda-benda lainnya. Pada tahun 1752 diadakan penelitian terkait reruntuhan kota Herculaneum dan ditemukanlah gulungan kuno yang jumlahnya sangat banyak, mencapai 1.300 buah. Namun sayang, penemuan benda bersejarah tersebut sangat rapuh jadi sangat susah untuk diteliti agar bisa diketahui isinya secara lebih jelas. Jika bisa diterjemahkan dengan sempurna kemungkinan akan didapat 1 perpustakaan penuh mengenai rahasia kehidupan pada masa itu.

Diary David Livingstone


Teman anehtapinyata.net David Livingstone merupakan misionaris Kristen yang sangat terkenal di Afrika. Lebih dari setengah hidupnya dia habiskan dengan petualangan ke pelosok-pelosok Afrika. Livingstone banyak sekali menulis hal-hal terkait perbudakan dan pembantaian massal yang terjadi saat itu. Salah satunya adalah kasus perbudakan dan pembantaian di Afrika oleh bangsa Eropa khususnya Inggris. Kesemuanya tersebut dia tulis dalam buku diarynya. Namun sayangnya sebelum tulisan tersebut dia ekspose, kematian lebih dulu menjemputnya. Dan parahnya lagi diary tulisan tangannya tersebut rusak dan tidak bisa dibaca. Jika berhasil dikuak, tulisan tersebut sangatlah penting karena menyimpan rahasia besar yang mungkin akan mengubah cara pandang manusia terhadap perkolonian di kawasan Afrika.

Codex Sinaiticus dan Joshua


Teman anehtapinyata.net Codex Sinaniticus adalah sebuah Injil terkuno yang berhasil ditemukan di era modern. Injil yang ditulis oleh bangsa Yunani ini berjumlah 1.460 halaman dan diperkirakan telah ada sejak tahun 350 Masehi. Dengan umur lebih dari 1.500 tahun membuat beberapa bagian dari injil ini sulit dibaca dengan jelas. Terutama pada bagian 1 dan ayat ke-10 dari Injil ini terdapat beberapa kata yang hilang sehingga makna yang tersirat di dalamnya pun dipenuhi tanda tanya. Saat ini beberapa bagian dari Injil Codex Sinaniticu tersebar di beberapa museum dan perpustakaan dunia seperti British Library, Museum Nasional Rusia, dan Perpustakaan Nasional Jerman.