Thursday, August 11, 2016

Fakta Unik Keikutsertaan Indonesia Dalam Perhelatan Olimpiade Rio De Janeiro Brazil


"Fakta Unik Keikutsertaan Indonesia Dalam Perhelatan Olimpiade Rio De Janeiro Brazil" - Teman anehtapinyata.net  olimpiade merupakan ajang olahraga dunia yang diselenggarakan 4 tahun sekali. Pada tahun 2016 yang menjadi tuan rumah olimpiade adalah Rio de Janeiro Brazil. Olimpiade Rio 2016 diikuti oleh 207 negara di seluruh dunia yang mempertandingkan 11.370 atlet dari 39 cabang olahraga. Indonesia berkesempatan mengikuti perhelatan akbar 4 tahunan ini dengan mengirimkan 28 atlet putri-putri terbaik untuk berlaga mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Perolehan medali Rio 2016 untuk Indonesia sementara ini baru menghasilkan 2 medali perunggu dari ajang angkat besi. Untuk menambah wawasan teman semua tentang keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade Rio 2016, berikut kami hadirkan beberapa fakta unik yang mungkin belum teman tahu. Semoga bermanfaat.


Indonesia Kirim 28 Atlet untuk Berlaga


Teman anehtapinyata.net dalam Olimpiade Rio de Janeiro Brazil 2016, jika ditotal Indonesia mengirimkan 28 orang putra putri terbaiknya untuk mengikuti 7 cabang dalam perhelatan akbar tersebut. Cabang angkat besi diikuti 7 orang atlet, atletik diikuti 2 orang atlet, balap sepeda diikuti oleh 1 orang atlet, bulu tangkis diikuti 10 orang atlet, panahan diikuti 4 orang atlet, renang diikuti 2 orang atlet, dan rowing diikuti 2 orang atlet.

Bendera Merah Putih Dibawa Oleh Maria Londa, Atlet Berprestasi Cabang Lompat Jauh


Teman anehtapinyata.net seperti sebelumnya, dalam pembukaan Olimpiade bendera kebangsaan selalu di bawa oleh salah satu atlet berprestasi dari masing-masing negara. Dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Sang Saka Merah Putih dibawa oleh Maria Londa, salah satu atlet berprestasi Indonesia cabang lompat jauh. Wanita ini merupakan atlet pertama yang lolos seleksi untuk terbang ke Olimpiade Brazil. Wanita yang sebelumnya meraih medali emas dalam cabang yang sama ini mampu melebihi batas lompatan yang ditentukan. Dari 6,55 meter yang ditentukan wanita ini mampu mencapai angka 6,70 meter.

Garuda Batik Merah Putih Dalam Seragam Kontingen Indonesia Yang Sarat Makna 


Teman anehtapinyata.net biasanya dalam perhelatan Olimiade masing-masing negara memakai seragam yang bercirikan negaranya. Hal tersebut nampaknya yang mendasari Indonesia memilih seragam batik bergambarkan garuda dalam acara pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro. Konsep seragam yang menggabungkan jas dan batik ini memiliki kombinasi warna merah dan putih sesuai dengan bendera Indonesia. Jenis batik yang digunakan motif batik parang yang merupakan batik tertua yang sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram. Menurut Prima Suci Ariani perancang pakaian tersebut menceritakan tentang semangat Indonesia, yaitu emas untuk kejayaan. Garuda melambangkan kebesaran Indonesia. Sedangkan  motif batik parang yang berbentuk ombak menggulung­-gulung melambangkan semangat membara tiada henti, pantang menyerah, dan selalu berusaha. Dan untuk warna merah putih sendiri melambangkan keberanian dan kesucian.

Media Tidak Boleh Wawancara Dengan Atlet Cabang Panahan


Teman anehtapinyata.net tidak seperti atlet cabang lain yang dengan leluasa bebas diwawancarai oleh media, atlet cabang panahan dari kontingen Indonesia tidak diperbolehkan untuk melakukan sesi wawancara dengan awak media. Hal tersebut diterapkan untuk selalu menjaga fokus dari para atlet agar selalu tenang untuk mencapai tujuan utamanya. Disamping itu dengan tidak dihadapkan kepada pertanyaan-pertanyaan media dapat membuat atlet menjadi lebih rileks guna bisa bertanding secara maksimal.

Mengalami Masalah Saat Pemesanan Makanan Khas Asia


Teman anehtapinyata.net seperti yang kita ketahui mayoritas penduduk Indonesia tidak bisa makan tanpa nasi. Dan celakanya di Brazil panitia Olimpiade mengalami masalah dalam penyediaan makanan khas Asia tersebut. Makanan yang disediakan oleh panitia juga cepat dingin dan harus dipesan dua hari sebelumnya. Solusi membawa makanan dari luar pun tidak diperbolehkan, jadi untuk memenuhi asupan nutrisi pemain pihak tim harus cepat berkordinasi dalam pemesanan makanan dengan pihak panitia agar nilai gizi yang masuk ke atlet bisa maksimal.

Wanita Asal Indonesia Jadi Wasit Resmi Dalam Ajang Olimpiade 2016


Teman anehtapinyata.net dalam perhelatan Olimpiade Rio de Janeiro Brazil, Indonesia tidak hanya menyumbangkan keikutsertaan atlet-atletnya saja. Salah satu orang terbaik Indonesia dipercaya menjadi wasit dalam perhelatan akbar tersebut. Wanita bernama Rahadewineta dipercaya memimpin pertandingan taekwondo. Sebelum lolos seleksi, wanita yang tergabung dalam WTF (World Taekwondo Federation) ini bergabung dengan 5000 wasit untuk ikut diseleksi menjadi 500, kemudian menjadi 100 untuk bisa terbang ke Brazil. Dan yang paling membanggakan adalah dari 100 wasit terpilih, Rahadewinata berhasil menduduki posisi tertinggi sebagai wasit resmi yang berhak memimpin jalannya pertandingan taekwondo pada kompetisi dunia tersebut.

Cabang Olahraga Bulu Tangkis Kirimkan Atlet Terbanyak


Teman anehtapinyata.net dari total 28 atlet yang dikirim Indonesia ke ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016, atlet yang paling banyak berasal dari cabang olahraga bulu tangkis. Seperti kejuaraan sebelumnya, cabang ini memang menjadi favorit bagi masyarakat Indonesia dan kerap mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Dalam ajang Olimpiade 2016 ini, Indonesia mengirim 10 atlet bulu tangkis, yaitu Linda Wenifanetri, Hendra Setiawan, Tommy Sugiarto, Mohammad Ahsan, Nitya Krishinda Maheswari, Greysia Polii, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Debby Susanto, dan Praveen Jordan.

Tiga Atlet Indonesia Raih Tiket Wild Card


Teman anehtapinyata.net dalam Olimpiade ada yang namanya tiket wild card. Tiket ini adalah tiket tambahan bagi atlet berprestasi yang tidak perlu lagi mengikuti laga kualifikasi untuk mengikuti pertandingan. Tiket tersebut ditentukan oleh organisasi cabang olahraga internasionalnya. Dan luar biasanya, Indonesia berhasil mendapatkan 3 tiket unik ini, yaitu dari cabang yaitu dari cabang atletik dan renang.

Uang Saku Rp 3,1 Juta Per Hari Bagi Atlet


Teman anehtapinyata.net untuk kesejahteraan atlet dan kerja kerasnya dalam mengharumkan nama bangsa di kancah dunia, pemerintah memberikan uang saku sebesar US$ 241 perhari atau sekitar Rp. 3,1 jutaan perharinya. Dan rencanya uang kompensasi ini diberikan kepada atlet dengan utuh tanpa adanya potongan-potongan. Untuk menghindari pembelian barang-barang di Brazil sehingga uang tersebut habis, pemerintah mengakalinya dengan memberikan uang tersebut tidak sepenuhnya di depan. Hal tersebut agar pada nantinya setelah kembali ke Indonesia para atlet masih memiliki simpanan yang bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.

Reward Bonus Miliaran Bagi Peraih Medali


Teman anehtapinyata.net selain pemberian uang saku, pemerintah juga mengiming-imingi para atlet dengan uang yang jumlahnya sangat besar jika bisa berprestasi di Olimpiade Rio 2016. Untuk peraihan medali emas pemerintah menghargainya dengan bonus sebesar Rp. 5 miliar, untuk medali perunggu bonusnya sebesar Rp. 2 miliar, dan untuk medali perunggu bonusnya sebesar Rp. 1 miliar. Diharapkan reward bonus tersebut dapat meningkatkan motivasi para atlet untuk berjuang semaksimal mungkin dalam mengharumkan nama bangsa.


Teman anehtapinyata.net kita doakan saja semoga nantinya putra-putri terbaik bangsa yang mengikuti Olimpiade Rio de Janeiro Brazil 2016 mampu meraih hasil yang maksimal untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional.