Monday, October 24, 2016

Ilmuan Jenius Asal Indonesia Yang Penemuannya Diakui Dunia



"Ilmuan Jenius Asal Indonesia Yang Penemuannya Diakui Dunia" - Teman anehtapinyata.net baru-baru ini berita mengenai sosok Arcandra Tahar Wakil Menteri ESDM yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri ESDM memang sangat fenomenal. Arcandra merupakan insinyur yang ahli dalam bidang eksplorasi perminyakan. Dia lama berkarir di Amerika, karena kejeniusannya akhirnya dia dipanggil pulang oleh Presiden Joko Widodo untuk ikut membangun negara. Selain Arcandra ternyata banyak terdapat ilmuan jenius asli Indonesia yang sosoknya terkenal di dunia berkat penemuannya. Penasaran siapa dan apa saja penemuannya tersebut? Sebagai bahan rujukan untuk memotivasi teman semua, berikut beberapa rangkumannya. Semoga bermanfaat.


Ilmuan Jenius Bidang Penerbangan (BJ. Habibie)


Teman anehtapinyata.net siapa yang tidak kenal sosok yang satu ini, bukan hanya di Indonesia namun beliau terkenal dan diakui di dunia Internasional. Ilmuan sekaligus Presiden ke tiga Negara Republik Indonesia, Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng atau yang lebih dikenal dengan BJ. Habibie ini merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh dalam dunia penerbangan internasional. Beliau menemukan teori, faktor, dan metode Habibie dalam teknologi pesawat terbang.


Teman anehtapinyata.net BJ. Habibie yang juga dikenal sangat romantis dan setia pada pasangan hidunya ini dikenal sebagai sosok yang sangat jenius dalam dunia auronautika. Beliau mengawali karir di dunia yang membesarkan namanya tersebut di negara Jerman. Sabagai seorang penemu, nama Habibie pun masuk dalam salah satu pemegang hak paten dunia dari beberapa penerbangan. Hasil karyanya telah di akui dan di jadikan beberapa rujukan oleh beberapa produsen pesawat terbang dunia. Salah satu buah pemikiran jenius beliau adalah teori keratakan pesawat yang kemudian menjadi standar internasional. Pada teori tersebut beliau berhasil menghitung keretakan dengan rinci sekali sampai pada hitungan atomnya. Teori yang kini dipakai dunia tersebut membuat resiko kecelakaan pesawat semakin berkurang dan perawatanya akan semakin mudah dan murah. Berkat jasa-jasanya terhadap penerbangan dunia internasional dan juga pernah berjasa dalam penerbangan di Jerman, BJ. Habibie diberi penghargaan sebagai warga kehormatan negara Jerman.

Ilmuan Ahli Matematika Pemecah Rumus Hemlholtz (Yogi Ahmad Erlangga)


Teman anehtapinyata.net ilmuan Indonesia yang menghebohkan dunia karena kejeniusannya lainnya adalah Yogi Ahmad Erlangga. Yogi merupakan ilmuan yang ahli dalam bidang matematika yang berhasil memecahkan salah satu rumus matematika tersulit di dunia yaitu rumus Hemlholtz dengan menggunakan metode matematika numerik.


Teman anehtapinyata.net bagi kalangan ilmuwan, Persamaan Helmholtz penting karena dapat digunakan untuk mengintepretasi ukuran-ukuran akustik dalam survei cadangan minyak. Yogi berhasil menemukan solusi atas Persamaan Helmholtz pada Desember 2005, saat masih menjadi dosen di ITB, ia berhasil memecahkan persamaan tersebut. Ketika itu, ia tengah menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Metode baru yang ditemukannya untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan metode temuan Yogi, perusahaan minyak dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumus ini juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam. Selain itu, Persamaan Helmholtz juga diterapkan pada teknologi Blu-Ray, yang membuat keping Blu-Ray bisa memuat data dalam jumlah yang jauh lebih besar. Walau keberhasilannya ini sangat penting bagi masyarakat dunia, beliau ternyata amat rendah hati. Ia bahkan tak ingin mematenkan temuannya. Menurutnya, mematenkan temuan tersebut hanya akan menghambat perkembangan riset selanjutnya.

Ilmuwan Indonesia Pencetus Aeronautika (Ir. Adi Rahman Adiwoso M.Sc)


Teman anehtapinyata.net sosok lelaki bernama Ir. Adi Rahman Adiwoso, M.Sc. merupakan ilmuan asal Indonesia yang sangat berjasa dalam bidang Aeronautika. Lelaki kelahiran 26 Juli 1953 di Yogyakarta ini merupakan lulusan perguruan tinggi di Bachelor of Science dari Universitas Purdue, Amerika Serikat (tahun 1975) dan Master of Science Bidang Aeronautika dan Astronautika, Institut Teknologi California, Amerika Serikat. Setelah itu beliau magang di bagian perakitan satelit Hughes Aircraft, salah satu kontraktor pertahanan internasional terbesar yang basisnya ada di California.


Teman anehtapinyata.net setelah 8 tahun magang, Adiwoso pulang ke tanah air dan mulai melahirkan penemuan-penemuan baru, terutama dalam bidang Aaeronautika. Beliau menemukan Alat telekomunikasi bebas blank spot dan hemat tempat berkat ide memasang satelit telekomunikasi di orbit geostationer. Dengan hasil temuannya memungkinkan komunikasi handphone mampu dilakukan di mana saja, walaupun jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler kehilangan sinyal. Di lintasan imajiner yang letaknya 36.000 km di atas permukaan bumi itulah, Adi menempatkan satelit Garuda 1. Satelit gagasannya itu berbobot 4,5 ton yang dilengkapi dua antena payung kembar selebar 12 meter dan mampu menjangkau sepertiga kawasan dunia. Karena ukurannya cukup besar, intensitas pancaran sinyalnya juga cukup besar. Dan kabarnya , peluncuran satelit sipil terbesar di dunia pada Februari 2000 itu mengejutkan operator telepon satelit dunia. Karena seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan di orbit rendah (600 – 1.000 km) dan menengah (7.000 – 10.000 km). 

Ilmuwan Indonesia Penemu Jaringan 4G (Prof. Dr. Khoirul Anwar) 


Teman anehtapinyata.net di era serba digital seperti sekarang ini siapa yang tidak tahu jaringan internet fourth generation technology atau yang lebih dikenal dengan nama 4G. Hampir semua smartphone atau provider jasa telekomunikasi berlomba-lomba menggunakan jaringan ini. Tapi tahukah teman ternyata ada nama ilmuan Indonesia dalam tenarnya teknologi 4G tersebut. Beliau adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar sang penemu teknologi 4G yang kita kenal sekarang ini.


Teman anehtapinyata.net Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.  Baru-baru ini beliau juga mematenkan temuannya dalam basis sistem telekomunikasi 4G OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Menurutnya penemuan terbarunya tersebut berfungsi dalam mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal Frequency-division Multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier Code Division Multiple Access (MC-CDMA). Sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM yang ia temukan kini digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

Ilmuan Nuklir Terbaik Di Indonesia (Doktor rer. Nat. (rerum Naturalium) Evvy Kartini)


Teman anehtapinyata.net di Indonesia teknologi nuklir nampaknya masih menjadi sesuatu yang awam. Namun ternyata ada sosok anak bangsa yang sangat ahli dalam bidang tersebut dan tentunya sudah diakui dunia internasional. Sosok Doktor rer. Nat. (rerum Naturalium) Evvy Kartini mungkin masih terdengar asing di telinga teman semua. Namun wanita satu ini sangat terkenal di dunia pernukliran internasional. Ilmuan jenius yang sangat membanggakan Indonesia ini merupakan salah satu dari sepuluh ahli Fisikawan terutama di bidang pengembangan nuklir terbaik dunia.


Teman anehtapinyata.net di kalangan internasional, Evvy memiliki reputasi terhormat. Ia dikenal sebagai ilmuwan penemu penghantar listrik berbahan gelas dengan teknik hamburan netron. Penemuannya itu berhasil dicetuskan ketika Evyy magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990. Evvy dibimbing ahli hamburan neutron Prof. Dr. Ferenc. Tahun 1996, melalui kolaborasinya dengan Ilmuwan Kanada. Sejak saat itu, Evvy  kembali menemukan hal baru, yaitu adanya puncak Boson pada saat energi rendah. Temuan itu dipresentasikannya pada 600 peserta konferensi hamburan netron Eropa I/ECNS di Interlaken, Swiss. Hingga pada akhirnya , temuannya itu menghantarkan nama Evvy tercatat dalam jurnal internasional, Canadian Journal of Physics (1995), Physical Review B (1995), dan Physica B (1997). 


Baca Juga: Merek Terkenal Asli Indonesia Yang Mendunia Dan Dikira Merek Luar Negeri


Sumber 1 Sumber 2 Sumber 3 Sumber 4 Sumber 5