Tuesday, January 3, 2017

Budaya Unik Pertarungan Ala Ksatria Dari Suku-Suku Di Indonesia


"Budaya Unik Pertarungan Ala Ksatria Dari Suku-Suku Di Indonesia" - Teman anehtapinyata.net beragam suku bangsa yang mendiami Indonesia tentunya membuat Indonesia kaya akan berbagai macam budaya. Setiap suku memiliki keunikan budayanya masing-masing. Salah satunya adalah budaya pertarungan ala ksatria yang telah mereka lakukan turun temurun. Tradisi yang telah dijaga dan dilestarikan tersebut tentunya mengundang para wisatawan untuk melihatnya. Penasaran tradisi pertarungan seperti apa saja itu? Berikut informasinya, semoga terhibur.


Tradisi Perang Pandan – Bali


Teman anehtapinyata.net pulau Bali memang sudah terkenal di manca negara karena etnik budaya dan keindahan alamnya yang menakjubkan. Salah satu tradisi budaya Bali yang kerap mengundang wisatawan untuk berkunjung adalah tradisi perang pandan di Desa Tenganan Bali. Perang pandan atau makere-kere adalah sebuah tradisi yang dilakukan setahun sekali di desa Tenganan Bali. Pada bulan lima penanggalan desa, tradisi ini dilakukan dengan mengumpulkan banyak pria di sebuah tanah yang lapang. Dengan diiringi gambelan khas Bali dua orang pemuda melakukan pertarungan dengan senjata daun pandan berduri dan tameng sebagai pelindung. Cara pertarungannya adalah dengan memukulkan atau menggosokan pandan berduri ke tubuh lawan. Yang sudah terdesak dan tidak bisa melanjutkan pertarungan dinyatakan kalah. Uniknya tradisi yang dilakukan secara turun temurun untuk menghormati Dewa Indra yang dalam mitologi Hindu merupakan Dewa Perang ini tidak menimbulkan kemarahan dari para pesertanya, kendatipun badan mereka terluka karena goresan pandan berduri. Dengan ramuan khusus, luka para petarung dapat sembuh dalam beberapa hari saja.

Tradisi Sigajang Laleng Lipa - Bugis


Teman anehtapinyata.net masyarakat Bugis memiliki suatu tradisi unik dalam menyelesaikan permasalahan antara dua buah keluarga. Jika ada dua keluarga bermusuhan dan jalan mufakat tidak bisa dilakukan, maka dilakukanlah tradisi pertarungan yang disebut Sigajang Laleng Lipa. Biasanya setiap kelompok yang bersengketa akan mengirim satu petarung yang akan saling adu kekuatan fisik dan senjata di dalam sarung. Namun keseringan tradisi ini berakhir dengan hasil seri, keduanya bisa sama-sama hidup ataupun sebaliknya. 

Tradisi Peresean - Lombok


Teman anehtapinyata.net tradisi peresean merupakan suatu tradisi budaya yang sudah dilakukan masyarakat suku Sasak sejak puluhan tahun lalu. Tradisi yang dilakukan dengan menarungkan dua orang pria ini dilaksanakan untuk melatih ketangkasan dalam melawan penjajah Belanda yang menjajah Lombok. Semua pemuda akan dilatih bagaimana bertarung dengan menggunakan kayu menjalin panjang dan sebuah tameng. Dengan telah merdekanya Indonesia, tradisi pertarungan suku Sasak ini sekarang hanya dilakukan dalam rangka menyambut tamu ataupun untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke Lombok. Dalam perkembangannya yang menjadi sebuah permainan, tradisi ini dilakukan dalam lima ronde. Namun, kalau di ronde awal ada salah satu sudah berdarah pada bagian kepalanya, dia akan dinyatakan kalah dan lawan memenangkan pertandingan.

Tradisi Pasola - Sumba


Teman anehtapinyata.net setiap tahun saat menjelang musim tanam, di wilayah Sumba terdapat suatu tradisi unik yang disebut dengan pasola. Pasola sendiri adalah pertarungan yang dilakukan kelompok penunggang kuda yang berasal dari masyarakat Sumba. Dengan mengendarai kuda, mereka saling melempar lembing kepada penunggang kuda dari kelompok lain. Semakin banyak dapat menjatuhkan dan melukai lawan maka kelompok tersebutlah yang menjadi pemenangnya. Masyarakat Sumba percaya jika yang mereka lakukan tersebut adalah suatu pengorbanan kepada Sang Pencipta. Jika ada darah yang menetes ke tanah, maka pengorbanan akan diterima dan dipercaya kesejahteraan akan datang, panen melimpah ruah serta masyarakat terhindar dari mara bahaya.