Sunday, October 1, 2017

Cara Mati Paling Mengerikan Menurut Ahli Sains Yang Bikin Merinding


"Cara Mati Paling Mengerikan Menurut Ahli Sains Yang Bikin Merinding" - Teman anehtapinyata.net kematian memang merupakan rahasia Tuhan yang tidak dapat kita pastikan kapan dan bagaimana datangnya. Apakah rasanya sakit atau bagaimana mungkin belum bisa kita gambarkan. Namun Ilmuwan senior di Museum Exploratorium San Francisco Paul Doherty dan penulis lepas Cody Cassidy, selama dua tahun meriset kematian paling mengerikan di dunia. Dalam penelitiannya tersebut keduanya mengungkap lima cara mati paling mengerikan dan memilukan yang mungkin pernah dialami seorang manusia. Penasaran bagaimana saja itu? Berikut ulasannya.


Jatuh Ke Dalam Palung Mariana dan Dimakan Cacing Pemakan Tulang


Teman anehtapinyata.net cara mati paling mengerikan pertama adalah tenggelam ke dalam Palung Mariana, yakni salah satu bagian paling dalam di lautan Bumi. Palung ini terletak di antara utara Jepang dan selatan Australia itu memiliki kedalaman lebih dari 10.972 meter. Jika tenggelam di Palung Mariana teman akan mati sebelum mencapai dasarnya. Kendatipun nanti bertemu kapal selam dan mampu berenang di bagian bawahnya, teman akan dihadapkan dengan maut lainnya. Seperti organ dalam tubuh akan bermasalah dan menjadi santapan cacing pemakan tulang yang hidup di dasar laut. Benar-benar mengerikan bukan teman.

Berada di Dalam Lift yang Jatuh


Teman anehtapinyata.net berada di dalam lift yang jatuh dari ketinggian tertentu kedengarannya memang sangat mengerikan. Jika dalam posisi berdiri di dalam lift yang jatuh, organ-organ tubuh ikut jatuh ke bawah dalam kecepatan tinggi. Kondisi itu akan berakibat fatal jika lift dan juga tubuh berhenti mendadak. Bisa dibayangkan bukan teman seketika badan akan menjadi remuk semua ketika lift telah mencapai dasar.

Terlalu Dekat dengan Bintang Neutron


Teman anehtapinyata.net pasti pernah mendengar nama Bintang Neutron. Bintang neutron terbentuk dari ledakan supernova yang dipicu oleh keruntuhan massa bintang besar yang telah kehabisan bahan bakar. Bintang neutron berukuran 15 kali ukuran matahari di Galaksi Bima Sakti. Bagian inti bintang terkompresi oleh tekanan gravitasi. Sehingga menghasilkan bintang neutron yang sangat padat. Dan bisa dibayangkan bukan teman jika berada di dekatnya? Teman pasti akan mati akibat radiasi yang ditimbulkannya. Gravitasi permukaan bintang neutron sangat tinggi yaitu sekitar 1.011 kali lipat gravitasi Bumi. Jika teman tertarik sudah bisa dipastikan tubuh akan hancur dan terurai menjadi atom-atom oleh gravitasi yang sangat kuat tersebut.

Jatuh ke Lubang Dalam di Bumi


Teman anehtapinyata.net pernah membayangkan lubang dari kutub utara yang tembus ke kutub selatan? Pastinya akan sangat mengerikan jika ada, dan jika terjatuh kedalamnya sudah dapat dipastikan teman akan meleleh sebelum sampai ke inti bumi. Hal tersebut dikarenakan pusat Bumi lebih panas dari permukaan matahari. Jikalaupun berhasil selamat, teman akan mati karena kehabisan napas. Tekanan dan kerapatan udara dimulai 2 kali lipat setiap kedalaman 15.000 kaki (4,5 kilometer), maka setelah 10 kali lipat pada kedalaman 45 km, udara menjadi padat seperti air dan teman akan mati seperti orang yang tenggelam.

Tersambar Sinar Akselerator Partikel


Teman anehtapinyata.net cara mati paling mengerikan berikutnya adalah tersambar sinar akselerator partikel. Ada kejadian aneh seorang ilmuan Rusia bernama Anatoli Bugorski pernah disambar sinar akselerator partikel pada tahun 1978. Namun dia tidak mati karena Akselerator Bugorski jauh lebih lemah dibandingkan Large Hadron Collider (LHC) di Jenewa, Swiss. Lagi pula, Akselerator Bugorski hanyalah sebuah akselerator tunggal, sementara LHC bisa dibilang sebuah senapan mesin. Sambaran tersebut melumpuhkan salah satu sisi wajah Bugorski. Setelah bertahun-tahun kemudian, sisi wajahnya itu terasa halus dan tidak berkerut, sementara sisi lain telah menua dimakan usia. Bugorski hampir mati karena keracunan radiasi akselerator tunggal, kita bisa membayangkan apa jadinya jika tersambar akselerator partikel LHC.