Asiaforbet

Monday, July 9, 2018

author photo
Keberadaan tradisi, kebudayaan, dan ritual-ritual yang ada di dunia itu sangatlah beragam serta memiliki sejarah dan keunikannya masing-masing. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai kebudayaan dan tradisi dari beberapa belahan dunia yang menghasilkankan sosok-sosok topeng yang tergolong sangat kontroversi, mengerikan, dan beberapa di antaranya juga sangat kontroversional.

Topeng “Iroquois False Face Society”


Topeng ini sekilas memang Nampak mengerikan, karena terlihat seperti sesosok wajah manusia yang sedang menjalani tahap awal dari sebuah operasi bedah wajah. Struktur topengnya nampak berkerut-kerut layaknya kulit manusia yang sudah tua, dan topeng mengerikan ini ternyata dulunya dipakai masyarakat Iroqou di dalam kegiatan ritual penyembuhan terhadap segala macam penyakit. Topeng yang satu ini adalah jenis topeng yang sangat dikenal di peradaban Iroquois, dan dianggap sebagai topeng kayu yang sifatnya sangat dramatis. Topeng ini dulunya memiliki peran sebagai “topeng penyembuhan” yang selalu dipakai di dalam ritual penyembuhan untuk memanggil roh para leluhur. Orang-orang setempat yang mengalami sakit keras akan diberi petunjuk oleh para roh leluhur dan akan dibantu sembuh secara magis.

Di zaman sekarang, topeng ini telah jadi bahan perdebatan di antara penduduk Iroquois. Karena sejumlah pihak Iroquois yang bukan termasuk dalam anggota dari keanggotaan False Face Society telah dengan sengaja memproduksi dan sengaja menjual topeng tersebut kepada para wisatawan asing dan kepada para kolektor benda antik. Kepemimpinan dari pihak Iroquois juga telah menanggapi kegiatan komersialisasi ini, dan pada akhirnya mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa kegiatan pemasaran ini adalah kurang etis karena topeng ini sifatnya suci dan sakral.

Topeng “The Visard”


Di dalam masa tahun 1500an di Inggris, keberadaan dan peran social seorang wanita akan ditentukan oleh tingkat putih dan tidaknya kulit mereka. Semakin putih kulit para wanita itu, maka akan semakin ringan pekerjaan sosial yang harus mereka lakukan, karena semakin putih warna kulitnya maka para wanita itu akan diangkap mereka sudah sejahtera. Oleh karena itu, kulit putih para wanita pada jaman itu memang cenderung selalu dilindungi, supaya tetap putih. Pada saat para wanita yang berkulit putih tadi harus melakukan sebuah perjalanan panjang, timbullah sebuah solusi mode yang akhirnya sering dipakai oleh para wanita tersebut.

Para wanita itu mengenakan sebuah topeng aneh dari bahan beludru, yang sering disebut dengan topeng “vizard”. Topeng ini memiliki tujuan agar kulit wajah putih para wanita tersebut dapat terlindungi dari sengatan matahari yang panas. Para wanita itu memakai topeng visard yaitu dengan cara yang sedikit aneh, karena mereka harus menggigit bagian manik-manik khusus yang ada terdapat di dalam topeng itu. Karena cara memakainya harus digigit, maka otomatis topeng ini akan membuat para wanita tidak dapat berbicara sepatah katapun selama dia dalam perjalanan. Saat memasuki abad 17, topeng tersebut tidak lagi popular, karena fungsinya pun juga sudah bergeser, karena para wanita yang masih sengaja menggunakan topeng visar memang dianggap sebagai seorang pelacur.

Topeng “The Dirt Eater”


Boleh percaya boleh tidak, memakan segenggam tanah merupakan kebiasaan yang dulunya memang kerap dilakukan oleh para budak yang berasal dari Afrika. Dan pada saat mereka akan dijual untuk dijadikan budak ke daratan Amerika, mereka masih tetap saja melanjutkan kebiasaan yang mengenaskan ini. Para juragan budak itu seringkali menjadi khawatir jika para budak-budaknya menjadi jatuh sakit. Maka, mereka sengaja dipakaikan sebuah topeng khusus yang didesain menutupi bagian mulut para budak supaya mereka tidak dapat memasukkan racun atau makanan berbahaya apapun ke dalam mulutnya.

Menurut si pemilik budak, hal itu adalah hal yang manusiawi. Namun, dibalik perlakuan pemakaikan topeng itu tidak lain hanya merupakan wujud penghinaan dan supaya “aset berharga” para juragan budak itu tidak mati keracunan karena bunuh diri. Untuk para budak yang dipekerjakan di sebuah tambang emas, pemakaian topeng ini akan mencegah butiran-butiran emas ditelan secara sengaja. Jadi, pemakaian topeng yang mengenaskan ini hanyalah tiak lebih dari persoalan untung dan rugi saja bagi si pemilik usaha.

Topeng “Alexander Peden”


Alexander Peden ter lahir di Auchincloich Farm, Ayrshire, sekitar tahun 1626. Dia mrerupakan seorang guru yang mengajar di Tarbolton dan kemudian dia ditahbiskan menjadi menteri di New Luce di Galloway pada pertengahan tahun 1660. Setelah pemulihan Charles II, karena alasan tertentu Peden terpaksa meninggalkan wilayah Galloway pada tahun 1663. Selama sepuluh tahun lamanya dia mengembara sangat jauh, dan dia sempat menghabiskan waktunya di wilayah Irlandia. Guna untuk menyembunyikan identitas aslinya, Peden sengaja mengenakan masker khusus dari bahan kain dan bahan wig, dan sekarang topeng tersebut dipamerkan di museum Edinburgh di Scotland.

Pada tahun 1678, Peden bersama 60 orang lainnya sempat mengalami hukuman pembuangan menuju sebuah perkebunan di Amerika. Mereka semua diangkut dengan sebuah kapal budak menuju London, di sanalah mereka seharusnya dipindahkan ke sebuah kapal untuk menuju Amerika. Namun, sang kapten kapal mendengar alasan pembuangan mereka, serta merta kemudian membebaskan mereka. Dari pelarian itu, Peden berjalan kaki menuju ke utara Irlandia. Hari-hari hidup terakhirnya kemudian dia habiskan di sebuah gua purba di dekat Sungai Lugar, di dekat tempat kelahirannya dulu. Kemudian Peden meninggal di sana pada awal tahun 1686, karena mengalami kesulitan keuangan yang membuatnya mengalami penderitaan berkepanjangan.

Topeng “Scold’s Bride”


Pada masa abad 16 sampai abad 17, para kaum perempuan “terhukum” di Inggris dan di Skotlandia diwajibkan untuk memakai topeng khusus yang didesain memiliki tali pengekang sebagai wujud penghinaan kepada publik. Kaum wanita dari kalangan bawah, yang dicurigai serta dituduh sebagai seorang penyihir berilmu hitam, akan menjadi tawanan yang harus mengenakan topeng memalukan dan kejam ini. Organ lidah mereka akan sengaja dijepitkan pada besi tajam yang ada di bagian depan topeng, sehingga para wanita itu tidak akan dapat berbicara sedikitpun. Dengan menggunakan topeng ini para wanita tahanan itu akan diarak keliling kota selama beberapa waktu, agar mereka menjadi malu dan jera.

Topeng aneh ini juga akan dipasangkan kepada wanita yang suka bergosip serta menggunjing keburukan orang lain pada masa itu. Maka, pada zaman itu para wanita akan menjadi ketakutan untuk bergosip atau mempraktikkan ilmu sihir.

Referensi :
https://www.boombastis.com/topeng-misterius-dan-mengerikan/24158
http://www.lensaterkini.web.id/2016/06/10-kisah-dibalik-topeng-paling.html
https://www.tipsiana.com/2015/09/kisah-dibalik-topeng-topeng-paling.html
http://coretanblogparta.blogspot.com/2014/07/6-cerita-menyeramkan-dibalik-sebuah.html

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
close
Banner iklan