Sunday, September 9, 2018

Angker Dan Seram, Inilah Julukan Kampung Setan Di indonesia

Apakah Anda percaya dengan keberadaan kampung setan menyeramkan di Indonesia? Percaya atau tidak, keberadaannya memang ada sejak zaman dulu hingga sekarang. Meskipun kenyataannya, kampung setan tersebut belum bisa atau belum ada yang mampu membuktikannya. Bukan hanya kaitannya dengan nama kampungnya saja, tetapi juga misteri yang menyelimutinya. Pasalnya, dinamakan kampung setan yang terkesan menakutkan dan menyeramkan seperti itu tentu ada alasan. Dimana nenek moyang atau pendahulu yang pertama kali mendiami kampungnya mengalami hal-hal tertentu yang biasanya bersifat gaib. Lalu, dia atau mereka menamai dengan kata setan.

Kita semua juga sudah mengetahui bahwa sebutan setan akan menjurus kepada makhluk astral tak kasat mata yang profesi utamanya sebagai penggoda umat manusia untuk menjauhi perintah Tuhan. Mereka menggoda manusia dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menakuit-takuti manusia dengan menunjukkan wujud menyeramkan. Apapun wujudnya, tentu saja tiap manusia yang melihatnya akan takut. Tak terkecuali, di beberapa kampung setan menyeramkan di Indonesia berikut, yang akan disampaikan informasinya lebih detail.

Kampung Setan Gunung Salak


Gunung Salak berlokasi di provinsi Jawa Barat yang konon menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Misteri yang berkaitan dengan asal-usul pemberian nama Salak itu sendiri. Sementara itu, Gunung Salak menjadi salah satu favorit para pecinta alam dan pendaki gunung. Ketinggiannya yang tidak terlalu tinggi, sehingga cocok untuk kebanyakan pendaki gunung pemula. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, pria ataupun wanita sudah banyak mendaki gunungnya. Beberapa di antaranya bahkan bercerita yang aneh-aneh. 

Misalnya, seorang remaja setelah kembali dari puncak Gunung Salak mengaku menemui seorang kakek yang menjual pisang goreng di puncak gunung. Namun menurut warga sekitar, tidak ada satu pun penjual di puncak Salak. Selain itu, beberapa orang yang pernah mendaki Gunung Salak hingga puncak bercerita bahwa pada malam hari di puncak gunung terdengar sangat ramai dengan banyak orang yang berbincang, seperti suasana di perkempungan atau pasar. Padahal kondisi sebenarnya di sangat sepi. Oleh karena itu, masyarakat sekitar menjuluki puncak Gunung Salak adalah kampung setan.

Kampung Setan Ketapang


Sebutan daerah yang berlokasi di Desa Kendawangan, Kecamatan Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Masyarakat yang bertempat tinggal di situ biasa menyebutnya padang dua belas. Entah kenapa disebut seperti itu. Namun yang pasti, daerah tersebut seperti ada ‘penunggu’nya yang memang tidak kasat mata. Bukan hanya satu makhluk astral saja, tetapi ada banyak sehingga memang benar seperti kampung setan. Bukan kampung setan menyeramkan, tetapi pemandangan yang indah dan menyenangkan. Beberapa orang yang pernah melihatnya menggambarkan bahwa tempat padang dua belas itu dipenuhi oleh rumah-rumah serta kendaraan mewah. Tempatnya sangat bersih, tertata rapi, dan indah, seperti di negara-negara maju pada umumnya. Namun bagi orang awam, tempat dengan luas sekitar 12 meter persegi itu hanya dipenuhi oleh pohon pinus, rumput liar, dan ilalang saja.

Bahkan, raja dangdut Rhoma Irama mengaku pernah mengadakan konser bersama band Soneta di padang dua belas tersebut. Menurut Rhoma, dia sudah dua kali manggung di Ketapang. Kali pertama manggung itulah Bang Rhoma mengatakan kampung yang disinggahinya begitu mewah dan megah. Pada saat manggung yang kedua kalinya, Rhoma heran karena kondisi perkampungannya sangat berbeda jauh dibandingkan saat pertama kali mengunjunginya.

Kampung Setan di Lombok Timur

Ada juga kampung setan menyeramkan yang berlokasi di Dusun Kilang, Montong Gading, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat sekitar menyebutnya Kampung Selaq, yaitu perkampungan yang dihuni oleh banyak akhluk astral. Kondisi perkampungannya yang menyeramkan seperti itu tidak bisa dilepaskan dari sejarah penduduk desanya di zaman dulu. Menurut cerita masyarakat sekitar yang diturunkan secara turun-temurun, dahulu penduduk di kampung tersebut dilibatkan dalam peperangan untuk menjaga wilayah kerajaan. Mereka diajari oleh dukun sakti utusan dari kerajaan, yaitu sihir atau ilmu hitam. Dengan kekuatan supranatural yang dimilikinya, musuh dari kerajaan lain tak akan berani mengganggu. 

Selanjutnya, ilmu hitam tersebut diwariskan terus kepada anak cucunya hingga sekarang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan masih ada warga kampung di situ yang mempelajari ilmu hitamnya. Hal itu dikarenakan masih ditemui dan dirasakan beberapa makhluk gaib berwujud menyeramkan yang dipercaya menjaga ataupun mendampingi tuanya. Tentu saja tidak sembarangan orang dapat melihat atau merasakannya. Hanya mereka yang sudah dibuka mata batinnya, sehingga indra keenamnya bisa keluar. Anda yang mungkin penasaran dengan kampung setan di Lombok Timur ini silakan untuk mengunjunginya langsung, sambil berwisata di sana. Pasalnya, pulau Lombok, NTB merupakan destinasi wisata yang hingga sekarang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kampung Setan Alas Ketonggo


Alas Ketonggo berlokasi di Kabupaten Ngawi, provinsi Jawa Timur. Hutannya masih alami dan belum banyak dijamah penduduk sekitar. Hal itu dikarenakan mereka percaya di tengah alasnya terdapat kampung setan menyeramkan yangg hingga sekarang masih diselumuti misteri. Diketahui bahwa Alas Ketonggo memiliki luas sekitar 5000 meter persegi. Alas Ketonggo dipercaya sebagai tempat peristirahatan Prabu Brawijaya V saat melarikan diri dari kejaran pasukan Majapahit. Di tengah-tengah alasnya, terdapat Watu Gede atau batu besar yang dipakai oleh Prabu Brawijaya menuju kerajaan di dunia lain. 

Beberapa orang bahkan mengaku pernah mengunjungi dunia lain tersebut saat tersesat di alas Ketonggo. Seperti yang dituturkan Harsa Bayuaji. Dia bersama beberapa temannya pernah mengunjungi Alas Ketonggo dan tersesat di tengah-tengahnya. Harsa mengaku dia menemukan sebuah perkampungan di tengah hutan yang juga didiami oleh orang-orang yang masih tradisional. Namun anehnya, orang-orang yang mendiami perkampungan tersebut terlihat aneh dan wajahnya pucat pasi seperti orang mati. Beruntung Harsa dan teman-temannya berhasil menemukan jalan untuk keluar dari Alas Ketonggo. Oleh juru kunci Alas Ketonggo, tidak boleh sembarangan menjelajah wilayah hutannya. Harus berniat baik dan tidak boleh merusak agar tidak tersesat ke dalam kampung setan di tengah hutannya.

Kampung Setan Kota Banjar


Masih ada satu lagi kampung setan menyeramkan yang ada di Indonesia. Kampung setan yang satu ini berlokasi di Kota Banjar Ciamis, Jawa Barat. Menurut cerita turun-temurun, perkampungan ini pertama kali dilihat oleh pasukan penjajah di zaman penjajahan. Pasukannya melihat sebuah kampung yang sangat ramai dan indah dari kejauhan. Setelah didekati, ternyata hanya sebuah hutan belantara yang terletak di tengah perbukitan. Masyarakat sekitar juga ada yang pernah melihat kampung setan tersebut. Entah benar-benar ada atau tidak, tetapi warga yang bertempat tinggal di dekat situ memang sangat mempercayai ceritanya.

Beberapa kampung setan menyeramkan yang ada di Indonesia seperti yang ditulis di atas, semoga bisa menambah pengetahuan Anda sekalian. Silakan berpendapat dan mengomentarinya sendiri-sendiri. Namun yang pasti, makhluk gaib dan tak kasat mata memang ada mendampingi kehidupan manusia. Jangan pernah mengganggu mereka agar Anda juga tidak diganggu.