Inilah Lima Bocah Pembunuh Tersadis di Dunia yang Pernah Ada

Bocah pembunuh tersadis dalam sejarah umat manusia hingga sekarang memang ada. Bukan hanya satu, tetapi ada beberapa. Pembunuhan merupakan tindakan kriminalitas yang hukumannya berat. Pasalnya, menghilangkan nyawa manusia dengan sengaja ataupun tidak tetaplah perbuatan melanggar hukum. Biasanya, pembunuhan dilakukan oleh orang dewasa. Namun, apa jadinya jika pembunuhan dilakukan oleh mereka yang masih berusia anak-anak? Memang terdengar miris karena pembunuhnya masih anak-anak. 

Mau apa lagi, diibaratkan nasi sudah menjadi bubur, pembunuhan sudah terjadi. Nyawa seseorang sudah terlanjur hilang dan tidak bisa kembali. Hasilnya, pembunuh yang berusia anak-anak tersebut main populer di tengah masyarakat. Mereka terkenal bukan karena prestasinya yang membanggakan, tetapi sebaliknya prestasi yang buruk. Motifnya bermacam-macam. Mulai dari ketidaksegajaan, hal-hal sepele, hingga meniru gerakan atau perilaku karakter game yang mereka mainkan. Lalu, siapa saja bocah pembunuh tersadis di dunia? Berikut informasi selengkapnya yang perlu Anda ketahui.

Jon Venables dan Robert Thompson (10 tahun)


Kedua bocah pembunuh tersadis ini masih berusia 10 tahun saat melakukan aksi bejatnya. Tepatnya di tahun 1993, Jon dan Robert menculik seorang anak berusia 2 tahun di sebuah mall. Mereka berdua membawanya ke sebuah rumah kosong. Lalu, anak kecil itu dipukuli bertubi-tubi dengan menggunakan besu, kayu, dan batu bata hingga pingsan. Benar-benar sadis perbuatannya. Entah apa motif dari perbuatan yang dilakukan oleh Jon dan Robert. Ternyata, mereka belum puas menyiksa anak kecil yang diculiknya tersebut. Keduanya membawa korban yang masih pingsan dan meletakkannya di atas rel. Biar korbannya terlindas kereta apa saat melintas. Memang benar, korbannya terlindas kereta api hingga tubuhnya tercerai berai.

Pihak kepolisian segera mengusut kasusnya. Dari hasil rekaman CCTV di mall, Jon dan Robert pelakunya. Polisi segera menangkap keduanya dan dimasukkan ke dalam sel khusus anak-anak. Hasil persidangan memutuskan keduanya terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara. Namun pihak pengadilan menunda hukumannya hingga kedua bocah pembunuh tersebut genap berusia 18 tahun.

Daniel Bartlam (14 tahun)


Sebuah kasus pembunuhan yang ternyata pelakunya masih anak-anak berhasil diungkap pihak kepolisian. Pelaku pembunuhan tersebut bernama Daniel Bartlam yang masih berusia 14 tahun. Sementara itu, korbannya adalah ibu kandungnya sendiri yang dipukul dengan palu di kepalanya hingga meninggal dunia. Perbuatan Daniel memang sangat sadis, apalagi kepada ibu kandungnya sendiri. Setelah mengetahui ibunya meninggal, dia lalu membakar jasadnya untuk menghilangkan jejak dan bukti. Selanjutnya, Daniel melapor kepada polisi agar seolah-olah ibunya diculik oleh perampok dan belum diketahui keberadaannya.

Untuk seorang anak kecil, skenario pembunuhan berencana seperti itu memang sangat bagus. Polisi pun sempat percaya dengan laporan Daniel. Namun, hasil penyelidikan menyatakan bahwa Daniel yang membunuh ibunya sendiri. Polisi lalu menangkap dan menjebloskan anak tersebut ke penjara. Hasil persidangan menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 16 tahun kepada Daniel. Lalu, kenapa Daniel berani melakukan pembunuhan sadis seperti itu? Beberapa orang terdekat Daniel menyatakan bahwa anak tersebut sering bermain game dan menonton film-film yang menampilkan adegan kekerasan fisik. Diperkirakan Daniel belajar dan mencontoh perbuatan sadisnya dari situ.

Jordan Brown (11 tahun)


Jordan Brown memang pantas disebut bocah pembunuh tersadis di dunia. Pasalnya, dia membunuh calon ibu tirinya yang sedang mengandung dengan cara menembaknya. Bukan hanya wanita itu saja yang meninggal dunia, tetapi janin bayi yang ada di perutnya juga ikut mati. Kejadian pembunuhan tersebut pada malam hari saat sang wanita sedang tidur pulas. Ayahnya memang belum pulang. Jordan mengambil senapan milik ayahnya di dalam ruang penyimpanan. Dia mampu menggunakan senapan tersebut karena sudah terbiasa melihat ayahnya memakai senjata api tersebut. 

Jordan cukup menembak sekali tubuh calon ibu tirinya tersebut, lalu membiarkan jasadnya bersimbah darah di atas tempat tidur. Lalu, dia mengembalikan senapannya di tempat semula. Pada pagi harinya, Jordan beraktivitas sekolah seperti biasanya seolah-olah tidak ada apa-apa di rumahnya. Ayahnya yang pulang ke rumah sangat terkejut melihat calon istrinya tewas mengenaskan. Polisi segera bertindak dan menemukan sidik jari Jordan di senapan yang dipakai untuk membunuh tersebut. Jordan terbukti bersalah dan dihukum kurungan penjara seumur hidup.

Marry Bell (11 tahun)


Aksi bocah pembunuh tersadis juga dilakukan oleh gadis manis dan imut bernama Marry Bell. Dibalik wajahnya yang manis ternyata mempunyai bakat psikopat. Pasalnya, pada tahun 1968 atau saat Marry berusia 8 tahun, dia mencekik hingga tewas seorang balita bernama Martin Brown yang masih berusia 3 tahun. Selang dua minggu kemudian, Marry bersama temannya yang bernama Norma membunuh anak kecil yag diketahui namanya Brian Howe berusia 3 tahun. Mereka berdua membunuh balita tersebut dengan cara mencekik lehernya. Setelah tak bernapas alias tewas, kedua bocah pembunuh tersebut memutilasi atau memotong alat kelamin milik Brian. Belum selesai kesadisannya, Marry mengukir inisial huruf M di perut anak kecil yang dibunuhnya tersebut dengan gunting.

Polisi segera bertindak cepat menyelidiki kasus pembunuhan sadis tersebut. Marry bersama temannya ditangkan dan dijebloskan ke dalam penjara. Pengadilan menyatakan Marry bersalah dan seharusnya dijatuhi hukuman mati. Namun, hukuman tersebut urung dilakukan karena Marry masih berusia anak-anak. Sebagai gantinya, Marry dijatuhi hukuman penjara. Dia dibebaskan pada tahun 1980 dan hingga sekarang belum diketahui nasibnya, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Graham Young (14 tahun)


Graham sebenarnya anak yang cerdas di sekolahnya. Namun demikian, sejak kecil dia menyukai hal-hal yang berbau sadis. Bahkan, dia mengidolakan tokoh pembunuh sadis dan mempelajari cara-cara pembunuhan sadis yang diinginkannya. Graham memilih bahan kimia sebagai senjata membunuh orang. Lebih tepatnya, pembunuhan dengan cara diracun. Dia belajar meramu racun yang sangat mematikan bagi manusia secara otodidak atau mandiri. Hingga pada usia 14 tahun, Graham penasaran ingin melakukan pembunuhan. Tak tanggung-tanggung dia meracuni keluarganya sendiri dengan memasukkan racun mematikan ke dalam makanan. Hasilnya, tiga orang tewas seketika, yaitu kedua orang tuanya dan satu saudaranya.

Atas perbuatannya tersebut, Graham dijatuhi hukuman penjara. Kelihatannya Graham memang berbakat menjadi seorang psikopat pembunuh sadis. Saat di penjara pun, dia juga sempat meracuni tahanan lain hingga tewas. Akhirnya, pengadilan memutuskan Graham dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Diketahui Graham meninggal dunia pada tanggal 1 Agustus 1990 di Inggris.

Kelima bocah pembunuh tersadis di dunia yang diinformasikan di atas memang benar-benar keji perbuatannya. Meskipun masih kecil dan berusia anak-anak, tetapi perbuatan kejamnya melebihi orang dewasa. Mereka memang sangat berbakat menjadi pembunuh hebat di masa depan. Semoga saja sekarang dan di masa yang akan datang tidak ada lagi pembunuh-pembunuh sadis berusia anak-anak. Biarkan anak-anak bermain dengan riang gembira, namun jangan sampai berbakat menjadi pembunuh sadis.