Saturday, September 8, 2018

Kota Paling Mematikan di Dunia Akibat Pencemaran Lingkungan Tingkat Tinggi

Apakah ada kota paling mematikan di dunia ini? Jika benar-benar ada, kenapa bisa disebut seperti itu? Dua pertanyaan penting yang mungkin ada di benak pikiran Anda saat membaca tulisan ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa bumi yang kita jadikan tempat tinggal ini sudah semakin tua. Ditambah perilaku menyimpang manusia yang semakin memperparah kondisi di bumi, baik disengata atau tidak. Misalnya, penebangan hutan membabi buta, pencemaran lingkungan di darat, laut, dan udara. Tidak ketinggalan perlombaan senjata nuklir yang meninggalkan radiasi yang mematikan bagi semua makhluk hidup. Semua itu dilakukan oleh manusia dengan tujuan ingin merasakan hidup lebih baik. Namun sayang, caranya kurang benar dan hanya semakin merusak lingkungan alam di bumi.

Memang benar, ada beberapa kota paling mematikan di bumi yang seharusnya tidak layak dan aman dijadikan tempat tinggal. Disebut mematikan karena kota-kota tersebut kondisi fisiknya sangat parah karena terpapar polusi atau penyebab lainnya yang tidak kalah merusak. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca informasinya di bawah ini.

Kota Chernobyl, Ukraina


Inilah kota paling mematikan di bumi karena sudah terpapar radiasi nuklir berkekuatan tinggi. Chernobyl merupakan sebuah kota kecil di negara Ukraina, yaitu negara pecahan Uni Soviet. Sebuah kota yang seperti kota-kota pada umumnya. Perbedaannya, di tengah kota tersebut dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang aliran listriknya bisa dimanfaatkan oleh sebagian besar wilayah Ukraina. Namun, sebuah bencana besar terjadi dan tidak akan pernah dilupakan dunia. Pada tanggal 26 April 1986 malam hari sebuah ledakan dahsyat dari salah satu reaktor nuklir membangunkan seluruh penduduk di kota Chernobyl. 

Dalam hitungan detik, ledakan nuklir mampu melepaskan debu radioaktif 400 kali lebih besar dari ledakan bom nuklir yang dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Radioaktif yang langsung menyebar ke seluruh pelosok kota, bahkan terus menyebar hingga wilayah di sekitar Chernobyl karena terkena hembusan angin. Semua orang yang saat itu berada dan tinggal di dalam kota tidak sempat melarikan diri ataupun menyelamatkan diri. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mengetahui bahaya dari radioaktif yang mengenai tubuhnya. 

Akibat dari ledakan nuklir tersebut, sebanyak 50 orang tewas dan sekitar 93.000 orang terpapar radiasi radioaktif yang sangat berbahaya. Mereka yang terkena radiasi dalam waktu dekat menderita penyakit mematikan, seperti kanker dan sejenisnya. Bukan hanya itu saja. Bayi-bayi yang terlahir dari orang tua yang terkena radiasi akan terlahir cacat fisik maupun mental yang tidak bisa disembuhkan.

Kota Dzherzhinks, Rusia


Kota paling mematikan berikut juga tidak kalah parah kondisi fisiknya, hingga sekarang sudah ditinggalkan oleh penduduknya dan menjadi kota mati. Hal itu dikarenakan tanahnya sudah tercemar limbah kimiami berbahaya yang diperkirakan sudah meresap ke dalam air tanahnya. Ditambah bau menyengat tak sedap dari limbah cair yang dibuang begitu saja, sehingga mencemari udara. Dengan kondisi semacam itu, Dzherzhinks pernah dinobatkan sebagai kota paling tercemar di dunia.

Diketahui bahwa kota ini pernah menjadi pusat pembuatan senjata bagi negara Uni Soviet sebelum pecah pada tahun 1930. Sisa limbah bahan-bahan pembuatan senjata inilah yang mencemari kotanya. Menurut penelitian yang sudah dilakukan di sana, air tanahnya sudah tercemari oleh sekitar 200 bahan kimia berbahaya, sehingga tidak layak dikonsumsi. Kondisi tanahnya juga sudah rusak dan tidak bisa menyuburkan tanaman. Namun yang paling mengejutkan, yaitudi tahun 2003 angka kematian di Dzherzhinks mencapai 26%, melebihi angka kelahirannya. Sedikit demi sedikit penduduk di sana habis, jika tidak sakit, mati lebih cepat, atau yang paling logis memilih meninggalkan kotanya dan menetap di kota lain yang lebih aman serta nyaman.

Kota Linfen, Tiongkok


Salah satu kota padat penduduk di negara Tiongkok yang pernah dinobatkan sebagai kota paling tercemar di dunia oleh majalah Times. Diketahui bahwa jumlah penduduk kotanya sekitar 3 juta jiwa. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, pria ataupun wanita yang bertempat tinggal di kota Linfen harus bertahan hidup setiap hari dari polusi udara yang sangat parah. Ternyata di kota itu terdapat tambang batubara sepanjang sekitar 19 kilometer, dengan produksi kurang lebih 50 juta ton per tahun. Tambang batubara tersebut berlokasi di perbukitan Linfen. Tidak sedikit warga kota Linfen yang bekerja dan menggantungkan hidupnya pada aktivitas pertambangannya. 

Akibat dari polusi udara tingkat tinggi tersebut, sangat banyak penduduk kotanya yang dirawat di rumak sakit. Sebagian besar menderita gangguan pernapasan akut, seperti paru-paru menghitam, bronkitis kronis, dan asma. Bahkan, ada juga yang menderita kanker paru-paru saking tidak sehatnya udara yang dihisap setiap hari. Udara yang kotor hasil aktivitas tambang batubara menyelimuti kota Linfen setiap hari dan setiap waktu. Meskipun hasil tambangnya memang menggiurkan, tetapi harus mengorbankan kesehatan serta nyawa penduduk di sana.

Kota Sumgayit, Azerbaijan


Sebuah kota di negara Azerbaijan yang sejak awal dicanangkan sebagai pusat industri. Di kota tersebut berdiri sekitar 45 pabrik manufaktur, pabrik kimia, dan pabrik di bidang pertanian. Semua pabrik tersebut hampir setiap hari beroperasi dan menghasilkan 70 – 120 ton emisi setiap tahunnya. Bahkan, limbah pabriknya dibuang sembarangan dan tidak bertanggung jawab hingga mencemari laut Kaspia. 

Percemarannya juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di kota tersebut. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa 51% penduduknya berpotensi menderita penyakit kanker. Sementara itu, sekitar 8% di antara penduduknya meninggal dunia karena positif mengidap kanker ganas. Tidak sedikit bayi yang dilahirkan dari ibu yang tinggal di Sumgayit, lahir dalam kondisi cacat bawaan. Jika dirata-rata, angka kematian penduduk di Sumgayit yang disebabkan pencemaran parahnya mencapai 50%. Sangat menyedikan sekaligus mengerikan, bukan?

Kota La Oroya, Peru


Masih ada satu kota paling mematikan di dunia yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan sangat parah. Kota La Oroya di negara Peru merupakan pusat penambangan logam dan tembaga. Diketahui sejak tahun 1922 kegiatan tambang dilakukandan hingga sekarang semakin besar dan banyak. Pasalnya, bukan hanya perusahaan pertambangan besar milik saja yang beroperasi. Namun, tidak menutup kemungkinan berdiri tambang-tambang liar dan kecil milik perorangan. 

Hasil yang didapatkan memang cukup menggiurkan, sehingga tidak heran banyak orang atau pihak yang terlibat. Dari hasil penelitian, sekitar 99% darah dari tubuh anak di kota ini mengandung bahan kimia tingkat tinggi, sehingga kebanyakan mati muda. Selain itu, kota La Oroya juga terjadi hujan asam yang disebabkan oleh belerang dioksida yang menumpuk di lapisan atmosfer. Hujan asam tersebut akan menghancurkan tanaman serta membuat tanahnya tidak subur lagi.

Itulah beberapa kota paling mematikan di dunia yang disebabkan oleh pencemaran lingkungannya yang sangat parah dan tidak bisa ditolerir lagi. Sedih melihat kondisi orang-orang terutama anak kecil yang tinggal di kota tersebut.