Sunday, September 16, 2018

Lima Kasus Hewan di Tubuh Manusia Berikut Benar-Benar Nyata

Kasus hewan di tubuh manusia memang langka, tetapi hal tersebut benar-benar terjadi. Di dalam tubuh manusia yang seharusnya tidak ada satu pun hewan bersarang, kecuali bakteri yang sifatnya membantu metabolisme. Namun kenyataannya, ada jenis hewan tertentu di dalamnya. Jenis hewan yang bisa mengganggu kesehatan bahkan mengancam jiwa manusia jika tidak segera dikeluarkan dari dalam tubuhnya. Beberapa orang di dunia ternyata pernah mengalaminya karena berkaitan dengan aktivitasnya sehari-hari. Memang terkesan jorok dan menjijikkan, tetapi itulah kenyataannya. Informasinya pun menjadi sangat menarik untuk disimak. Lebih penting lagi, yaitu bisa dijadikan pembelajaran penting bagi kita semua agar tidak mengalami hal serupa. Lalu, kasus hewan di tubuh manusia apa saja yang bisa diketahui dan dibagikan informasinya? Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian di bawah ini yang semoga bermanfaat.

Bayi cumi di dalam mulut


Apa yang terjadi jika di dalam mulut manusia terdapat bayi-bayi cumi-cumi berukuran kecil karena baru saja lahir. Tentu orang yang mengalaminya merasa jijik dan bisa muntah-muntah sendiri. Apalagi Anda yang tidak suka dengan makanan laut, mentah, masih hidup hanya membayangkan saja sudah merasa mual. Namun, kejadian tersebut benar-benar terjadi dan dialami oleh seorang wanita asal Korea Selatan berumur 63 tahun. Kesukaannya terhadap makanan laut membuatnya harus dioperasi mulutnya. Hal itu dikarenaka dia mengkonsumsi cumi mentah yang ternyata masih hidup. Beberapa saat setelah mengunyahnya, mulutnya terasa disengat, lalu dia memuntahkan cumi yang baru saja dimakannya. 

Setelah dimuntahkan, dia merasa aneh pada gigi, gusi, dan lidahnya. Segera dia periksakan mulutnya pada dokter spesialis. Oleh dokter yang memeriksanya, ditemukan bayi cumi-cumi menempel di dalam mulutnya. Akhirnya, dokter memutuskan mengoperasi kecil mulut pasiennya tersebut untuk mengeluarkan bayi cumi sekaligus memulihkan kondisi mulutnya. Tak tanggung-tanggung, sang dokter berhasil mengeluarkan 12 bayi cumi-cumi yang masih hidup. Hal ini menjadi pelajaran Anda sekalian yang menyukai makanan laut terutama dalam kondisi mentah. Pastikan terlebih dulu hewan lautnya sudah mati, bersih, dan higienis sebelum mengkonsumsinya.

Belut hidup di dalam perut


Kasus hewan di tubuh manusia juga pernah terjadi di Brazil. Untuk yang satu ini melibatkan seekor hewan belut. Sudah menjadi rahasia umum jika belut biasanya hidup di kubangan air, persawahan, rawa-rawa, atau tempat berlumpur lainnya. Bagaimana jika seekor belut hidup di dalam perut manusia dan benar-benar masih hidup? Membayangkan saja sudah geli, apalagi orang yang merasakannya langsung. Seperti yang dialami seorang pria asal Brazil berikut. Pada bulan November 2014 lalu, dia harus dioperasi perutnya untuk mengeluarkan seekor ikan belut dengan panjang sekitar 125 cm. 

Entah apa yang dimakan atau dilakukan oleh pria tersebut, hingga belut itu masuk ke dalam perutnya. Dokter memperkirakan berkaitan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Atau jika tidak, cara dan proses saat makan minumnya yang tidak higienis. Diperkirakan belut tersebut masuk ke dalam pencernaan saat masih berukuran kecil, lalu tmbuh dan berkembang di dalam perut hingga mencapai panjang seperti itu. Dokter yang mengoperasinya harus menjepit dan menarik belut tersebut secara perlahan karena cukup panjang. Satu hal lagi yang membuat kaget, yaitu belut tersebut menggeliat pertanda masih hidup saat dikeluarkan dari perut.

Cacing pita di dalam perut


Masih berkaitan dengan kasus hewan di tubuh manusia yang masuk ke dalam perut. Namun, kasus yang satu ini melibatkan hewan bernama cacing pita. Jenis cacing yang menyebabkan penyakit dan biasanya ditemukan di dalam daging sapi, kambing, atau babi yang sudah terjangkit penyakitnya. Jika sudah masuk satu saja cacing pita ke dalam tubuh hewan tertentu, maka sangat mudah dan cepat berkembang biaknya karena telur-telur akan segera menetas dan makin banyak lagi.

Lalu, bagaimana bisa cacing pita bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Bukan hanya satu cacing pita saja, tetapi ada banyak. Seperti yang dialami oleh pria asal Tiongkok ini. Kegemarannya menyantap Sashimi, yaitu makanan Jepang menggunakan bahan ikan mentah, membuatnya harus dirawat inap di rumah sakit. Sebelumnya, dia merasakan sakit perut yang tidak hilang-hilang. Selain itu, dia juga merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Setelah diperiksa dan dirontgen, dokter yang memeriksanya kaget karena ada banyak titik di hasil foto rontgennya. Dokter menyimpulkan bahwa titik-titik tersebut adalah cacing pita di dalam tubuh sang pria, dan masih hidup. Tentu saja sangat sulit untuk mengambilnya karena ukuran kecil dan jumlahnya banyak. Pria malang tersebut harus melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara intensif dan berulang agar semua cacing pita di dalam tubuhnya bisa hilang.

Belatung hidup di bawah kulit


Apa jadinya jika ada belatung yang masih hidup ada di bawah kulit Anda? Pasti sangat geli dan menjijikkan. Apalagi, belatung tersebut lahir dari telur-telur lalat yang biasa menyebarkan bibit penyalit. Ternyata, kasus hewan di tubuh manusia semacam itu benar-benar pernah terjadi yang menimpa seorang pria asal Tiongkok.

Singkat ceritanya, sekembalinya dari berlibur di kawasan Afrika, dia melihat di kulit perut dan paha kanannnya terdapat bercak-bercak merah. Ditambah rasa gatal yang tak tertahankan, sehingga terus digaruk. Terasa seperti ada yang bergerak-gerak di bawah kulit yang bercak-bercak merah tersebut. Selanjutnya, dia memeriksakan diri ke rumah sakit ShenZhen yang hasilnya malahan mengejutkan dokter yang memeriksanya. Hal itu dikarenakan dokter menemukan gumpalan nanah di bawah brcak-bercak merah itu, yang ternyata ada banyak belatung di situ. Dokter memutuskan segera melakukan tindakan bedah kecil di beberapa bagian tubuh pria tersebut yang gatal-gatal. Akhirnya, dokter berhasil mengangkat 20 belatung yang masih hidup dari kulitnya.

Belatung hidup di mata dan hidung


Masih ada belatung yang hidup di tubuh manusia. Namun yang satu ini, belatungnya ada di mata dan hidung. Seperti yang dialami seorang wanita asal Kanada ini. Pada tahun 2007 silam, dia merasakan ada lalat hinggap di matanya saat tertidur. Saat bangun, wanita itu merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal matanya. Hari berikutnya, dia merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di bagian mata dan hidungnya, juga terasa sangat gatal hingga selalu menggaruknya. Dikarenakan tak tahan lagi, sang wanita itu memeriksakan diri ke dokter. Sangat mengejutkan karena dokter menemukan banyak belatung masih hidup dari hidung dan matanya. Mau tidak mau harus segera diangkat dan dikeluarkan. Akhirnya, sang dokter berhasil mengangkat ratusan belatung berukuran kecil dari mata dan hidung wanita tersebut.

Bagaimana dengan tulisan mengenai kasus hewan di tubuh manusia, seperti yang ditulis di atas? Semoga setelah Anda membaca tulisan ini bisa dijadikan pembelajaran berharga. Terutama saat mengkonsumsi bahan makanan, minuman, atau pergi ke tempat asing. Pastikan selal bersih, higienis, dan sehat agar Anda tidak mengalami hal-hal di atas.