Organ Tubuh Orang Terkenal Yang Diawetkan Masih Tersimpan Hingga Sekarang

Apakah Anda pernah melihat organ tubuh diawetkan? Pasti sangat mengerikan jika benar-benar melihatnya. Hal itu dikarenakan organ tubuh tersebut milik orang yang sudah meninggal dunia. Organ tubuh seperti kepala, tangan, otak, bahkan alat kelamin diamputasi. Lalu, diawetkan dengan metode tertentu. Mereka yang mengawetkan organ tubuh menusia seperti itu mempunyai tujuan dan tidak boleh sembarangan. Lebih banyak bertujuan untuk pendidikan yang lebih spesifik pada anatomi tubuh manusia. 

Beberapa organ tubuh tersebut masih tersimpan di museum dan bisa dilihat banyak orang. Beberapa di antaranya milik universitas dan tidak menutup kemungkinan menjadi milik pribadi seseorang. Anda tentu sangat penasaran organ tubuh diawetkan milik siapa yang akan diinformasikan berikut, dan apa alasannya hingga harus dilakukan seperti itu. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian berikut yang semoga tulisannya bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda sekalian.

Kepala Antonio Scarpa


Apa yang terjadi jika kepala manusia diawetkan dan dipamerkan di sebuah museum? Dibayangkan saja sangat menyeramkan karena organ tubuh diawetkan tersebut benar-benar milik manusia yang telah meninggal dunia. Namun, hal itu benar kenyataannya. Kepala seorang pria bernama Antonio Scarpa diawetkan di Museum of The Story of The University of Pavia di Italia. 

Diketahui bahwa Scarpa selama hidupnya penuh dengan perilaku kontroversial, sehingga lebih banyak musuh daripada teman-temannya. Bahkan, tidak sedikit musuhnya yang ingin balas dendam dan ingin membunuhnya. Scarpa mempunyai sifat sombong dan sering memfitnah orang lain. Oleh karena itu, tidak heran dia banyak dibenci orang. Hingga akhirnya, Scarpa meninggal dunia dan dikuburkan dengan tubuh tidak utuh. 

Pasalnya, beberapa bagian tubuhnya diambil dan diawetkan. Misalnya, jari telunjuk, jempol, kendung kemih, dan tidak ketinggalan kepalanya. Tentu saja bagan tubuh tersebut harus diamputasi atau dipotong terlebih dulu setelah Scarpa meninggal. Bisa dibayangkan Scarpa dikubur tanpa ada kepalanya karena organ tersebut sudah diawetkan dan dipamerkan di museum. Orang yang melakukan pengawetan kepala Scarpa adalah Carlo Beolchin.

Alat kelamin Grigori Rasputin


Grigori Rasputin merupakan seorang legenda terkenal di Rusia. Pria tersebut hidup di masa-masa akhir Dinasti Romanov yang pernah menguasai Rusia. Sementara itu, Rasputin dikenal dengan julukan The Black Monk atau The Mad Monk. Rasputin diketahui meninggal dunia karena dibunuh pada tahun 1916 yang diduga dilakukan oleh lawan politiknya pada saat itu. 

Setelah meninggal, ternyata ada bagian tubuhnya yang menarik perhatian, yaitu alat kelamin atau penisnya. Rasputin memiliki penis dengan panjang sekitar 33 cm. Panjang tersebut dalam kondisi normal, jika dalam keadaan ereksi pasti lebih besar dan panjang lagi. Sekedar perbandingan, rata-rata ukuran penis pria dewasa adalah 9 cm. 

Saat mengalami ereksi karena rangsangan seksual, ukuran penisnya menjadi sekitar 13 cm. Jadi, ukuran penis Rasputin sudah di atas rata-rata pria normal. Maka dari itu, penisnya diamputasi dan diawetkan, lalu tersimpan dengan baik di museum St. Petersburg, Rusia. Anda yang mungkin penasaran melihat organ tubuh diawetkan milik Rasputin tersebut silakan berkunjung langsung ke museumnya.

Otak Charles Babbage


Siapa itu Charles Babbage? Dia adalah orang yang menciptakan komputer modern. Atas jasanya, kita semua dapat menggunakan sekaligus memanfaatkan komputer dalam aktivitas keseharian. Charles juga diketahui ahli di disiplin ilmu matematika. Seiring berjalannya waktu, teknologi komputer semakin canggih. Dahulu personal computer (pc) ukurannya sangat besar. Sekarang, sistem komputer bisa diaplikasikan dalam perangkat atau alat gadget dengan ukuran lebih kecil, dapat dikantongi, dan bisa dibawa kemana-mana. Tana penemuan dari Charles, tak mungkin ada sistem komputer canggih semacam itu. Charles telah menanamkan dasar pengetahuan serta aplikasi komputer modern.

Sebelum meninggal dunia, pria yang dijuluki bapak komputer ini menuliskan permintaan terakhirnya. Permintaan yang dirasa cukup aneh karena ingin menyumbangkan otaknya bagi kepentingan ilmu pengetahuan di masa depan. Memang benar, otak Charles diambil dari kepalanya dan dibagi dua. Setengah otaknya diawetkan dan disimpan di Science Museum of London. Sementara separuh otaknya lagi, diawetkan dan disimpan di hunterian Museum yang berada di dalam Royal College of Surgeons, London.

Otak dan alat kelamin Sarah Baartman


Diketahui bahwa Sarah Baartman merupakan seorang wanita berkulit hitam asal Afrika Selatan yang lahir pada tahun 1789. Sarah diketahui menderita penyakit yang sangat langka bernama Steatopygia. Kondisi dimana seorang mempunyai tumpukan lemak begitu banyak di bagian pantatnya. Kelainan seperti itulah yang diderita oleh Sarah, sehingga bagian pantatnya terlihat lebih besar dari ukuran pantat wanita pada umumnya. 

Pada saat meninggal dunia, Sarah masih menderita kelainan tersebut. Seorang naturalis bernama Georges Cuvier membedah tubuh Sarah yang sudah meninggal tersebut dengan tujuan untuk kepentingan ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan. Tentu saja Cuvier sudah mendapatkan izin dari keluarga Sarah. Selanjutnya, Cuvier mengambil beberapa bagian tubuh Sarah, seperti bagian kepala dan alat kelaminnya. 

Lalu, keduabagian tubuh Sarah tersebut diawetkan dan dikirim ke Prancis. Selanjutnya, disimpan di Paris Museum of Man agar dapat dilihat oleh banyak orang dengan memberikan pembelajaran perihal apa yang terjadi dengan Sarah saat masih hidup. Bagian tubuh Sarah disimpan di museum tersebut hingga tahun 1974. Pada bulan Maret 2002, organ tubuh Sarah yang diawetkan tersebut dipulangkan ke Afrika Selatan atas permintaan PresidenNelson Mandela.

Alat kelamin Napoleon Bonaparte


Ternyata, organ tubuh diawetkan di bagian penis bukan hanya dari milik Grigori Rasputin dari Rusia saja. Ada satu penis lagi yang berhasil diawetkan milik orang terkenal asal Prancis. Tidak sembarangan orang karena dia merupakan pahlawan rakyat Prancis yang bernama Napoleon Bonaparte. Diketahui bahwa Napoleon meninggal pada tahun 1821 yang penyebab kematiannya masih misterius. 

Ada yang mengatakan dia meninggal karena dibunuh, bunuh diri, dan menderita penyakit serius. Setelah meninggal dunia, tubuh Napoleon diautosi oleh seorang dokter bernama Dr. Francesco Autommarchi. Pria inilah yang mengamputansi atau memotong bagian penis milik Napoleon yang entah alasannya untuk apa. Dari pengakuannya, dia hanya ingin mengkoleksi penis Napoleon untuk disimpan sendiri. Penis tersebut memiliki panjang sekitar 3,8 cm. Dengan begitu, Napoleon dikubur tanpa ada penis di tubuhnya.  

Sekarang, penis milik Napoleon Bonaparte disimpan baik-baik sekaligus dipamerkan di Museum of French Art yang berlokasi di Kota New York, Amerika Serikat. Namun seharusnya, semua hal yang berkaitan dengan Napoleon Bonaparte tak terkecuali abgian tubuhnya yang hilang dikembalikan ke negara Prancis yang dianggap lebih berhak menyimpannya. 

Demikianlah beberapa organ tubuh diawetkan milik orang yang hingga sekarang masih tersimpan baik dan ada juga yang dipamerkan untuk umum. Sebagian besar organ-organ tubuh tersebut merupakan milik orang terkenal di zaman dulu yang sudah pernah melakukan sesuatu yang besar dalam kehidupannya. Atau mungkin, mereka yang berjasa besar bagi perkembangan kehidupan manusia di zaman sekarang.