Mengintip Rumah Terkecil Dunia Nyata dan Benar Ada

Umumnya, orang yang memiliki uang berlebih akan membeli rumah yang besar, lengkap dengan kolam renang dan halaman yang luas. Menurut mereka, semakin besar rumahnya, maka akan semakin nyaman ditinggali, terutama untuk mereka yang memiliki anggota keluarga cukup banyak. Meski demikian, tak selamanya rumah yang luas itu nyaman untuk ditinggali. Nyatanya, ada beberapa orang yang justru membangun rumah dengan ukuran yang kecil, bahkan tergolong terkecil di dunia. Jangan salah, walau kecil, rumah yang mereka bangun itu tak kalah nyaman dengan rumah yang besar. Berikut ini adalah rumah-rumah terkecil di dunia.

Rumah di Colorado, Amerika Serikat

Rumah yang memiliki luas hanya 11,52 meter persegi ini dibangun oleh seorang pemuda bernama Christopher Carson Smith. Sebelum mulai membangun rumah ini, pada tahun 2011 Christopher terlebih dulu membeli sebidang tanah di Hartsel, Colorado, dengan tujuan memang ingin membangun rumah berukuran kecil. Lingkungan sekitar tanah yang dia beli memang cukup indah, namun tergolong terpecil. Chritopher mengaku tak punya pengalaman di bidang konstruksi, dan memprediksi rumah impiannya itu bisa selesai dalam 3 bulan. Namun kenyataannya, rumahnya itu selesai dalam 1 tahun.

Jangan anggap remeh rumah kecil ini, karena meskipun kecil, rumah ini cukup nyaman ditinggali, dan memiliki ruangan lain seperti kamar mandi, serta dapur mini. Jika ingin tidur, maka Christopher tinggal menaiki tangga, karena tempat tidurnya berada di atas dekat atap.

Keunikan dari rumah yang dibangun Christopher ini kemudian didokumentasikan dalam sebuah film yang berjudul TINY: A Story About Living Small. Dalam film itu, Christopher menceritakan pengalamannya tinggal di rumah mini buatannya bersama pacarnya saat itu, Merete Mueller.
Bagi kalian yang ingin membangun rumah mini, maka rumah milik Christopher ini bisa dijadikan acuan.

Rumah di Jerman

Jika kalian pikir rumah yang dibangun Christopher di atas sudah kecil, kalian keliru. Pasalnya, ada rumah yang lebih kecil lagi dari rumah tersebut. Rumah yang lebih kecil ini berada di Jerman. Rumah yang merupakan karya arsitek asal Italia bernama Renzo Piano ini memiliki luas hanya 7,3 meter. Rumah tersebut oleh Renzo diberi nama Diogene. Renzo sendiri terkenal sebagai arsitek gedung New York Times di Manhattan, Amerika Serikat, The Shard di London, Inggris, serta Pompidou Museum di Paris, Prancis.

Rumah mungil ini ternyata memiliki beberapa ruang di dalamnya, seperti ruang keluarga minimalis, kamar mandi, dan tempat tidur. Terdapat pula panel surya untuk bisa mendapatkan energi listrik dari panas matahari. Fasilitas lainnya adalah tangki air hujan, toilet biologis, dan ventilasi alami.

Rumah di Roma, Italia

Dari Jerman, kita beralih ke negara lainnya yang masih berada di Eropa, yaitu Italia. Di kota Roma, terdapat satu rumah yang cukup unik. Keunikannya adalah rumah tersebut memiliki ukuran super mini, lebih kecil dibandingkan dua rumah di atas. Rumah di gang sempit ini memiliki luas hanya 6,9 meter persegi.

Rumah di didesain oleh arsitek bernama Marco Pierazzi. Sebelumnya, Marco melihat potensi yang ada pada sebuah gang sempit kosong yang lokasinya berada tak jauh dari lokasi wisata di Roma, seperti Pantheon dan Saint Peter's Square. Dia pun membeli lahan yang kosong tersebut, dan membangun rumah super mini ini. Dia akhirnya tinggal di rumah buatannya itu bersama istrinya sampai lahir anak pertama mereka. Selain ditempati sendiri oleh keluarga kecil Marco, rumah ini juga disewakan bagi turis yang sedang berkunjung ke Roma.

Apa saja yang ada di dalam rumah mini ini? Rumah ini memang memiliki pintu yang terlihat tidak menarik, namun yang ada di dalamnya bisa membuat siapa pun terkagum-kagum. Setelah melewati pintu masuk, kalian akan langsung bertemu dengan lorong dan tangga, serta dapur mini dengan peralatan lengkap. Di dekat tangga, terdapat kamar mandi yang terlihat tak kalah keren dengan kamar mandi hotel berbintang.

Naik ke lantai dua, kalian hanya akan menemui tempat tidur. Ruangan ini bisa dijadikan kamar tidur, dan juga ruang keluarga untuk bersantai duduk di sofa yang empuk sambil menonton TV.

Rumah lipat di Beijing, Tiongkok 

Di negara komunis seperti Tiongkok, memiliki tanah pribadi merupakan hal yang tak mungkin dilakukan. Semua tanah di Tiongkok jika bukan milik negara, maka tanah tersebut adalah milik para pejabat tinggi seperti CEO satu perusahaan. Karena hal ini, masyarakat kelas menengah ke bawah kesulitan untuk bisa membeli tanah dan rumah sendiri, karena untuk bisa memiliki tanah, harga tanah di Tiongkok cukup tinggi, dan hanya bisa dibeli oleh orang-orang kaya. Wajar bila di Tiongkok kita akan menemukan rumah bertingkat, yang dihuni oleh beberapa keluarga sekaligus, untuk menghemat biaya tanah.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh kelompok desain interior bernama People’s Architecture Office (PAO) dan People’s Industrial Design Office (PIDO). Untuk itu, mereka pun melakukan berbagai inovasi sebagai solusi warga Tiongkok untuk bisa memiliki rumah sendiri dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satunya adalah membuat rumah minimalis yang bisa dibawa ke mana-mana menggunakan sepeda roda tiga.

Saat tak digunakan, rumah ini ternyata bisa dilipat. Rumah ini memiliki luas hanya sekitar 3 meter persegi. Rumah ini bisa disambung dengan rumah yang lain untuk menciptakan ruang yang lebih luas. Fasilitas yang ada meliputi bak cuci, kompor, bak mandi, dan tangki air. Sementara, perabotnya bisa menjadi macam-macam, seperti misalnya tempat tidur bisa jadi meja makan atau bak mandi, countertop bisa menjadi tempat duduk, dan semua itu bisa dilipat ke dinding.

Rumah seperti bisa dibilang aman, karena saat ingin bepergian, rumah itu bisa dibawa-bawa dengan sepeda roda tiganya. Pemilik rumah di atas sepeda ini juga tak perlu membeli tanah yang harganya mahal. Mungkin ini bisa dijadikan solusi bagi warga Tiongkok yang ingin memiliki rumah sendiri.

Rumah portabel

Predikat rumah terkecil di dunia dipegang oleh rumah yang satu ini. Rumah buatan arsitek Van Bo Le-Mentzel ini memiliki ukuran mini yang tak masuk akal, yaitu hanya 1 meter persegi saja! Rumah ini cukup ringan untuk dibawa-bawa dan hanya menyediakan ruang untuk duduk atau berbaring, jika rumahnya dimiringkan. Untuk fasilitas, rumah ini hanya menyediakan jendela, kursi dan pintu masuk. Tentu saja, rumah ini tak memiliki ruang keluarga untuk berkumpul bersama anggota keluarga lainnya, karena hanya cukup untuk ditempati satu orang saja. Mungkin rumah ini cocok bagi kalian yang masih single.

Rumah yang dinamakan dengan ‘One Sqm House’ ini dibuat dari bahan kayu dan kedua sisinya terbuat dari kaca. Atapnya sama dengan bangunan rumah pada umumnya yang mengerucut di bagian atas, namun bagian bawahnya memiliki roda, sehingga mudah didorong ke mana pun. Bentuknya yang kecil juga memudahkan kita untuk membawanya dengan cara digendong.

Rumah ini dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu sekitar Rp 4 juta. Pembuatan rumah mungil ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang ingin memiliki rumah sendiri, namun tidak memiliki cukup uang.

Itulah rumah-rumah terkecil di dunia yang pernah dibuat. Apakah kalian juga ingin tinggal di rumah dengan ukuran minimalis seperti di atas? Atau kalian punya ide sendiri untuk membuat rumah mini yang lebih unik dibandingkan rumah-rumah di atas? Mau rumah yang seperti apa pun, baik besar atau pun kecil, asalkan penghuninya nyaman, maka rumah itu bisa dibilang istana dari penghuninya.