6 Cara Unik Ular Dalam Mempertahankan Diri

Ular pastinya bukanlah hewan yang asing bagi kita semua. Bentuknya yang panjang dan tidak berkaki menjadikan hewan bersisik ini sangat mudah dikenali oleh siapapun. Di sisi lain, ular juga ditakuti oleh manusia karena sejumlah ular bisa menghasilkan racun yang mematikan bagi manusia. Sementara ular-ular tertentu yang tidak beracun semisal piton dan anakonda bisa membunuh lawannya dengan cara melilitnya hingga tewas.

Kedua metode tadi ternyata hanyalah sebagian kecil dari contoh sistem pertahanan diri yang digunakan oleh ular. Ular-ular jenis tertentu diketahui memiliki teknik pertahanan diri yang unik dan tidak lazim supaya peluangnya untuk bertahan hidup dari terkaman musuh-musuhnya. Berikut adalah contoh dari teknik-teknik pertahanan diri tersebut:

1. Menyemburkan Racun

Ular kobra adalah salah satu ular yang paling terkenal di dunia. Tudung lebar yang ada di kepalanya menyebabkan ular ini sangat mudah dibedakan dari ular-ular jenis lainnya. Tudung itu sendiri digunakan oleh ular kobra untuk menakut-nakuti musuhnya supaya dirinya terlihat lebih besar. Ular kobra juga terkenal karena ular ini memiliki racun yang amat mematikan, termasuk bagi manusia.

Ada beberapa jenis ular kobra yang sudah diketahui manusia. Adapun dari sekian banyak ular kobra tadi, salah satu spesies kobra yang paling unik adalah ular kobra penyembur. Kobra ini memiliki nama julukan demikian karena ular ini memang sanggup menyemburkan racunnya dari jarak yang jauh.

Kobra peludah memiliki sepasang taring di mulut bagian atasnya dan terhubung dengan kelenjar racun di bagian atas mulutnya oleh semacam saluran. Bila ingin menyemburkan racun, otot di bagian saluran racunnya akan mengerut ehingga racun dari kelenjar akan mengalir ke dalam saluran racun di dalam taringnya dan tersembur keluar.

Semakin kuat otot tersebut mengerut, maka tekanan pada saluran racunnya juga akan semakin kuat dan jarak tembaknya meningkat. Saat menyemburkan racunnya, kobra penyembur biasanya akan mengincar bagian mata untuk melumpuhkan penglihatan musuhnya sesegera mungkin. 

2. Pura-Pura Mati

Ular hidung babi adalah jenis ular yang memperoleh nama demikian berkat moncong atasnya yang terlihat sempit seperti hidung babi. Ketika merasa terancam, ular ini akan melindungi diri dengan cara berpura-pura mati. Supaya “kematian”nya terlihat semakin meyakinkan, ular ini akan berbaring dalam posisi terbalik sambil membuka mulutnya. Ular ini juga akan mengeluarkan bau busuk dari anusnya supaya musuhnya benar-benar mengira kalau ular ini sudah mati dan membusuk.

Teknik pertahanan diri yang dilakukan oleh ular hidung babi sepintas terlihat beresiko. Pasalnya dengan berpura-pura mati, ular ini menempatkan dirinya sendiri dalam situasi yang berbahaya karena pemangsanya jadi lebih mudah untuk menyerangnya. Bukan hanya itu, kendati hewan pemangsa lazimnya memilih mangsa yang masih segar dan hidup, tidak jarang seekor hewan pemangsa memilih untuk mengkonsumsi bangkai jika dirinya sudah benar-benar lapar.

Menurut kolumnis situs Reptiles Magazine, teknik ini nampaknya dilakukan oleh ular hidung babi karena ular yang bersangkutan sudah memperhitungkan karakteristik hewan yang hendak memakannya. Dengan berpura-pura mati sambil mengeluarkan bau yang menyengat, hewan yang hendak memangsanya jadi mengurungkan niatnya karena mengira bangkau tersebut sudah membusuk dan mengandung penyakit.

Metode pura-pura mati ini diketahui hanya dilakukan oleh jenis ular hidung babi yang menempati kawasan Amerika Utara. Sementara ular hidung babi yang hidup di Amerika Selatan lebih memilih untuk mengandalkan warnanya yang mencolok supaya musuhnya tahu kalau ular ini beracun.

3. Menggoyangkan Ekor

Ular derik bisa dikatakan sebagai ular yang sama terkenalnya dengan ular kobra. Jika kobra gampang dikenali dengan melihat tudung kepalanya yang lebar, maka ular derik terkenal karena bagian ekornya memiliki sisik khusus yang menimbulkan suara gemerincing atau berderik saat digoyang-goyangkan.

Bukan untuk iseng semata ular derik memiliki ekor demikian. Ketika ekornya digoyangkan hingga berbunyi, ular ini secara tidak langsung ingin memperingatkan musuhnya supaya tidak macam-macam dengannya jika masih ingin selamat. Dengan begitu, ular derik bisa memaksa musuhnya mundur tanpa harus membuang-buang racunnya. Ular derik juga menggunakan teknik ini kepada hewan-hewan besar yang tengah melintas supaya mereka mengetahui keberadaan ular derik dan tidak menginjaknya tanpa sadar.

4. Menjadi Bola

Banyak hewan karnivora yang sengaja mengincar bagian kepala atau leher mangsanya saat menyerang. Alasannya tidak lain karena kedua bagian tubuh tersebut merupakan bagian tubuh yang vital. Sebagai contoh, ketika bagian tenggorokan seekor hewan terluka, maka hewan yang bersangkutan jadi kesulitan bernapas dan jadi lebih mudah dilumpuhkan.

Hal tersebut dipahami oleh piton bola. Ketika dirinya merasa terancam, ular gempal tersebut akan langsung menggulung dirinya hingga jadi berbentuk seperti bola. Dengan mengubah dirinya menjadi seperti ini, bagian kepalanya pun menjadi lebih sulit untuk diserang. Manfaat lain dari menggulung diri adalah ular yang sama bisa menggelindingkan dirinya sendiri ke tempat yang lebih aman supaya dirinya bisa melarikan diri sambil tetap memastikan bagian-bagian vitalnya berada dalam posisi terlindung.

5. Meniru Warna Ular Lain

Banyak hewan berbisa yang memiliki tubuh yang berwarna-warni. Bukan karena mereka ingin pamer lantas mereka memiliki warna demikian. Mereka memiliki kombinasi warna-warna yang mencolok supaya musuhnya tahu kalau hewan yang bersangkutan memiliki racun yang mematikan. Dengan begitu, diharapkan musuh jadi mengurungkan niatnya untuk menyerang hewan tadi karena ia beresiko mati akibat terkena racun dari mangsanya sendiri.

Hal itulah yang dimiliki oleh ular koral. Ular berbisa ini memiliki tubuh dengan sisik berwarna merah, kuning, dan biru yang tersusun secara berselang seling. Adapun selain ular koral, ular susu diketahui juga memiliki sisik dengan kombinasi warna merah, hitam, dan putih. Yang menarik adalah jika ular koral memiliki warna demikian karena dirinya memang beracun, ular susu justru tidak memiliki racun sama sekali.

Ternyata ada alasan khusus di balik pewarnaan yang dimiliki oleh ular susu. Karena kombinasi warna sisiknya sepintas terlihat serupa dengan ular koral, hewan pemangsa tidak akan mencoba menyerang ular susu karena mengira ular susu sama berbahayanya dengan ular koral. Dalam ilmu biologi, teknik pewarnaan yang meniru warna hewan beracun ini dikenal dengan istilah mimikri.

6. Terbang

Ya, anda tidak salah baca. Ada ular yang menghindari musuhnya dengan cara terbang ke udara. Lebih uniknya lagi, ular yang menggunakan metode ini ternyata tidak memiliki sayap sama sekali. Ular dengan kemampuan unik tersebut adalah ular terbang yang habitat liarnya tersebar mulai dari India hingga Indonesia.

Ular terbang memiliki kebiasaan untuk tinggal di puncak pohon. Berkat lokasi tinggalnya tersebut, ular ini cukup terlindung dari hewan-hewan pemangsa yang tinggal di permukaan tanah. Namun lain ceritanya ketika ular ini bertemu dengan hewan pemangsa yang bisa menyerang ular ini di ketinggian.

Saat itulah ular terbang menggunakan kemampuan menghindarnya yang legendaris. Ular ini akan melempar dirinya ke udara dan memipihkan tubuhnya sendiri supaya bisa menangkap aliran udara. Kurang lebih seperti seorang penerbang layang atau gantole yang tinggal landas dari ketinggian. Jika ingin mengubah arah, ular ini hanya perlu meliuk-liukkan tubuhnya. Dengan cara terbang pulalah, ular ini bisa berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya tanpa harus turun ke tanah.

Sumber :
https://www.livescience.com/53333-milk-snakes.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Coral_snake
http://en.wikipedia.org/wiki/Naja_sumatrana
http://www.reptilesmagazine.com/Why-Do-Hognose-Snakes-Play-Dead/
https://www.nationalgeographic.com/animals/reptiles/group/flying-snakes/