Beberapa Produk Yang Dibuat Dari Bagian Tubuh Manusia

Ada beberapa orang yang ketika membeli suatu produk pasti selalu membaca kandungan apa yang terkandung didalamnya, memeriksa apakah bahan yang terdapat dalam produk tersebut aman untuk digunakan atau tidak, baik untuk dikonsumsi atau tidak. Dan apakah ada bahan yang mencurigakan dalam produk atau tidak. Namun, meski begitu, tetap saja ada beberapa dari mereka yang tidak perduli dengan apa yang ada dalam suatu produk dan tetap mengkonsumsinya atau memakainya. Tapi, bagaimana jadinya jika produk yang biasa digunakan terdapat bahan yang tidak biasa dan juga mengerikan, misalnya saja bagian tubuh manusia.

Ngeri bukan mendengarnya, tapi hal tersebut benar adanya. Tapi, itu terjadi beberapa abad yang lalu. Ketika label bahan belum diberikan pada suatu produk. Tanpa disadari banyak manusia yang menjadi kanibal karena ketidaktahuan terhadap produk yang dimakannya. Seperti beberapa contoh produk berikut ini yang didalamnya terdapat bagian tubuh manusia.

Cat

cat berbahan dasar dari serbuk mumi, yang dimana cat ini dikenal dengan momie atau mommia. pembuatan pabrik pencipta cat ini, menggiling mumi dan menjadikan serbuk sebagai bahan dasar cat.
Serbuk Mummi Credit bestglitz.com
Dimulai dari cat yang didalamnya terkandung mumi Mesir. Beberapa abad yang lalu terdapat sebuah cat yang salah satu bahannya adalah mumi. Cat ini disebut juga dengan Momie atau Mommia yaitu sejenis nama cat cokelat yang biasanya digunakan oleh para seniman. Pabrik menciptakannya dengan cara menggiling mumi sampai menjadi bubuk kemudian mencampurkan bubuk tersebut dengan beberapa bahan lainnya.

Cat mumi ini pertama kali muncul disekitaran abad ke-16 dan dengan sangat cepatnya menjadi favorit dikalangan para seniman yang menggunakannya kedalam lukisan mereka. Bagian menariknya, ada beberapa produsen yang membuatnya dari mayat yang sudah cukup untuk menjadi mumi. Bahkan seorang seniman asal Prancis, Martin Drolling bahkan menggunakan cat coklat dari mumi ini yang mana dibuat dari raja-raja Prancis yang sudah mati. Kemudian di abad ke-20 penggunaan coklat mumi ini telah menurun karena sebagian besar seniman mengetahui bahan dari pembuatan cat tersebut. Kemudian cat ini punah ditahun 1964 karena produsen cat tidak bisa mendapatkan pasokan mumi untuk produksi cat.

Obat
bahan dasar obat di eropa beberapa abad yang lalau pernah di buat dengan berbahan dasar tubuh manusia
credit maknahidupdidunia.blogspot.com

Beberapa abad yang lalu, orang Eropa tanpa disadari banyak yang menjadi kanibal setelah mengkonsumsi obat-obatan yang bahan dasarnya dibuat dari tulang, lemak dan darah orang hidup maupun yang sudah mati. Pada waktu itu, banyak orang percaya bahwa obat-obatan yang terbuat dari bahan tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Nantinya, tengkorak akan digiling sampai menjadi bubuk. Usnea, sejenis lumut yang biasanya sering muncul pada tengkorak manusia yang telah terkubur akan digunakan untuk menyembuhkan epilepsi dan juga menghentikan mimisan.
Untuk lemak pada tubuh, akan dioleskan ke kulit dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit asam urat. Selain itu untuk mengatasi luka, nantinya luka tersebut akan dibalut dengan perban yang telah dibasahi dengan lemak. Tidak sampai disitu, mumi-mumi Mesir juga dipergunakan dalam medis. Mumi-mumi itu nantinya akan digiling sampai menjadi bubuk yang katanya bisa menyembuhkan pendarahan internal.

Orang-orang yang sehat juga rupanya menggunakan obat-obatan dari bagian tubuh manusia ini dengan alasan bahwa katanya kesehatan orang yang sudah mati bisa diberikan pada mereka. salah satu contoh orang yang percaya pada hal ini adalah Raja Inggris, Charles II. Dia meminum minuman dari campuran tengkorak manusia dan alkohol yang digunakannya untuk menjaga kesehatannya. Dan minuman itu disebut Tetes Raja. Bukan hanya orang yang sudah mati saja yang digunakan, darah segar dari orang hidup juga dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Darah segar dari orang hidup biasanya akan ditambahkan ke makanan yang dimasak atau bisa juga diminum. Ada banyak orang miskin yang tidak mampu untuk membeli darah manusia akhirnya nekat menghadiri eksekusi publik dengan membawa cangkir untuk menadah darah segar dari orang-orang yang dieksekusi. Tindakan menggunakan bagian tubuh manusia sebagai obat ini semakin parah pada abad 16 dan 17 sampai akhirnya menghilang begitu saja di abad ke-20.

Berlian

berlian ini terbuat dari tubuh manusia.
Berlian Credit kumparan.com
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, ada beberapa bisnis yang muncul, bisnis itu akan menawarkan untuk mengubah jenazah orang terkasih atau hewan peliharaan yang sudah di kremasi diubah menjadi berlian. Proses pembuatan berlian ini berhasil karena berlian itu dibuat dari karbon yang mana itu adalah elemen paling banyak di tubuh manusia. Proses pembuatannya dimulai dari kremasi jenazah. Tubuh manusia akan menghasilkan beberapa pon abu setelah proses kremasi selesai.

Karbonnya sekitar 99 persen murni di titik ini tapi masih memiliki kandungan sekitar 1 persen dari unsur lain, misalnya saja boron. Namun biasanya, boron ini dibiarkan karena sifatnya yang mirip dengan karbon. Dengan adanya boron ini, berlian yang dihasilkan nantinya akan berubah warna menjadi biru. Semakin banyak kandungan boronnya, maka berlian akan semakin biru warnanya. Selain itu, berlian yang dibuat dari orang-orang yang pernah menjalani kemoterapi ketika hidup akan lebih ringan beratnya daripada berlian yang terbuat dari orang yang tidak menjalani kemoterapi. Hal ini terjadi karena kemoterapi ternyata bisa mengurangi kandungan boron yang terdapat pada tubuh.

Buku

buku ini sepintas terlihat seperti buku biasa yang dibuat seadanya di jaman itu, namun sedikit yang mengetahuai bahwa sampul buku ini terbuat dari kulit manusia.
sampul buku terbuat dari kulit manusia credit brian-shine.blogspot.com
Di rak buku perpustakaan Universitas bergengsi di dunia yakni Harvard ada sebuah buku dengan judul Des Destinees De I’Ame atau Destinies Of The Soul. Buku itu bersampul coklat, tua dan berdebu. Sebagian besar orang mungkin akan berfikir bahwa itu adalah sebuah buku biasa, tapi nyatanya tidak begitu. Buku tersebut bersampul coklat, tua, berdebu dan sampulnya terbuat dari kulit manusia. Bibliopegy Antropodermik, praktik menggunakan kulit manusia untuk menjilid buku alias menjadi sampul dan hal tersebut adalah hal yang umum di zaman kuno.

Buku Des Destinees De I’Ame ditulis oleh seorang bernama Arsene Houssaye yang kemudian memberikan buku tersebut pada Dr. Ludovic Bouland di sekitar tahun 1880-an. Bouland juga menambahkan penutup yang terbuat dari kulit manusia. Dr. Bouland mendapatkan kulit manusia tersebut dari seorang wanita yang meninggal di rumah sakit jiwa. Selain buku Des Destinees De I’Ame, buku Bibliopegy Antropodermik lainnya juga berada di museum M Shed yang terletak di Bristol, Inggris. Di sampul bukunya terdapat tulisan kata-kata Cutis Vera Johannis Horwood atau kulit aktual John Horwood. Buku ini dimiliki oleh Bristol Record Office. Disampulnya juga terukir lambang tengkorak dan tulang bajak laut yang terkenal.

Seperti judul bukunya, buku tersebut dibuat dari kulit John Horwood yang dieksekusi mati di usianya yang masih berusia 18 tahun karena telah membunuh Eliza Balsum setelah jatuh cinta padanya. Horwood melempar Balsum dengan batu dan lemparan itu hampir mematahkan tengkoraknya. Balsum berhasil selamat dari serangan Horwood namun nyawanya tetap tidak tertolong karena lukanya cukup parah. Untuk bertanggung jawab pada perbuatannya, Harwood kemudian diadili dan dieksekusi mati. Jenazahnya kemudian dikirim ke sekolah anatomi untuk dilakukan diseksi dan tulangnya disimpan. Buku itu sendiri berisi tentang detail dari pembunuhan tersebut.

Perfume

ternyata dari rasa sayang yang berlebihan, selalu muncul ide uniik dari setiap manusia agar dapat selalu memiliki dan mengenang orang-orang yang mereka sayangi. seperti seorang wanitia bernama Katia yang berasal dari prancis ini, karena ingin selalu mengenang suaminya yang sudah meninggal dunia, dia menemukan ide gilanya, yaitu membuat parfum yang berbahan dasar dari bagian tubuh suaminya. alasannya sangat sederhana yaitu agar aroma suaminya tetap dapat dia cium.
Parfum credit gardaremaja.blogspot.com
Beberapa tahun yang lalu, Seorang wanita bernama Katia Apalategui kehilangan suaminya. Dan dia amat sangat merindukan suaminya sehingga dia sering sekali mencium sarung bantal bekas suaminya yang digunakan sebelum kematiannya. Hal ini dilakukan agar dia bisa terus mengingat suaminya ini. Katie Apalategui kemudian mendapatkan ide dan memutuskan untuk membuat parfume yang memiliki bau seperti suaminya.

Katie Apalategui bekerja sama dengan ahli kimia dari Universitas Of Le Havre, Prancis bernama Geraldine Savary untuk menciptakan metode pengambilan bau dari barang-barang orang yang sudah meninggal lalu menggunakannya untuk membuat sebuah parfume. Kini Apalategui sudah berhasil melakukan itu bahkan produk perfumenya sudah dipasarkan. Tiap botol parfumenya dibuat khusus dan dihargai 600 dolar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel