Skip to main content

Orang-Orang Luar Biasa Yang Menderita Hipertrichosis

Rambut adalah sesuatu yang banyak orang miliki. Tetapi, bagaimana jika rambut yang dimiliki tidak hanya berada di kepala saja, melainkan menyebar di berbagai tubuh Anda dan menutupi daerah tersebut? Misalnya saja rambut tersebut tumbuh di wajah Anda dan menutupi hampir seluruh wajah Anda. Meski sulit untuk diperaya, tapi nyatanya hal itu benar-benar terjadi. Meski kasusnya sangat jarang terjadi, tetapi ada beberapa manusia dari berbagai belahan didunia ini yang menderita kelebihan rambut atau yang biasa dikenal dengan nama Hipertrikosis. 
Alice Doherty
Alice Doherty atau yang dikenal juga dengan Minnesota Wolly Girl telah mendapatkan sebuah perbedaan didalam sejarah sebagai satu-satunya Hipertrikosis yang lahir di Amerika Serikat. Alice Doherty lahir pada Maret 1887 dari sepasang orang tua yang biasa. Dia juga memiliki dua saudara kandung lain yang tidak memiliki Hipertrikosis. Doherty mendapatkan cinta dari orang tuanya, dan kemudian mereka sadar bahwa anaknya Alice Doherty adalah gadis biasa dari dalam, sifat luarnya yang memiliki bulu yang tumbuh tidak normal adalah sesuatu yang orang lain akan dengan senang hati membayar hanya untuk melihatnya.
credit hefty.com
Alice Doherty atau yang dikenal juga dengan Minnesota Wolly Girl telah mendapatkan sebuah perbedaan didalam sejarah sebagai satu-satunya Hipertrikosis yang lahir di Amerika Serikat. Alice Doherty lahir pada Maret 1887 dari sepasang orang tua yang biasa. Dia juga memiliki dua saudara kandung lain yang tidak memiliki Hipertrikosis. Doherty mendapatkan cinta dari orang tuanya, dan kemudian mereka sadar bahwa anaknya Alice Doherty adalah gadis biasa dari dalam, sifat luarnya yang memiliki bulu yang tumbuh tidak normal adalah sesuatu yang orang lain akan dengan senang hati membayar hanya untuk melihatnya.

Lalu pada usia dua tahun, orang tua Doherty mulai memperkenalkannya pada komunitas lokal untuk mendapatkan uang. Orang-orang yang datang untuk melihat Doherty berkomentar soal semangat serta penampilannya yang aneh. Kemudian saat usianya menginjak usia 5 tahun, rambut yang tumbuh pada wajahnya sudah benar-benar menutupi wajahnya. Bahkan panjangnya mencapai 13 cm. Ketika beranjak remaja, rambutnya tumbuh memanjang sampai mencapai 23 cm atau 9 inci. Popularitas Doherty pun mulai berkembang. Melihat peluang ini orang ua Doherty memutuskan sudah waktunya bagi Doherty untuk menghasilkan lebih banyak uang lagi. Orang tua Alice kemudian menjebaknya dalam sebuah pameran yang diadakan di depan sebuah toko.

Bagian toko nantinya akan disewakan untuk ruang pertunjukan dimana nantinya orang-orang akan dikenakan biaya untuk melihat pertunjukan Doherty. Tapi meskipun Doherty telah berhasil menghasikan banyak uang, pertunjukkannya tidaklah sebagus orang-orang yang berbulu pada saat itu, seperti misalnya saja pertunjukkan Jojo, bocah berwajah anjing atau sejenisnya. Dan seiring bertambahnya usia Doherty, dia mulai menyadari bahwa dia bukanlah seorang penghibur. Lalu, di tahun 1915, Doherty memutuskan untuk pensiun di Dallas. Dia lalu menghabiskan sisa hidupnya disana sampai akhir nafasnya dengan tenang dan damai pada tahun 1933, diusianya yang terbilang muda yakni 46 tahun.
Barbara Van Beck

Barbara Van Beck adalah seorang pelayan yang berbulu. Barbara Urslerin lahir di Jerman pada tahun 1629 dan menjadi satu-satunya yang memiliki kelainan Hipertrikosis di keluarganya. Tau soal kelainan yang diderita Barbara, keluarganya menyadari bahwa Barbara bisa menghasilkan uang untuk mereka. Dan benar saja, ketika usia Barbara menginjak tiga tahun, keluarga Barbara mulai memasukkannya ke pertunjukkan keliling dan menghasilkan sejumlah uang dari sana.
credit youtube.com
Hipertrikosis telah dikenal selama berabad-abad lamanya. Dan dari banyaknya kasus, yang paling banyak didokumentasikan adalah kasus Hipertrikosis Barbara Van Beck. Barbara Van Beck adalah seorang pelayan yang berbulu. Barbara Urslerin lahir di Jerman pada tahun 1629 dan menjadi satu-satunya yang memiliki kelainan Hipertrikosis di keluarganya. Tau soal kelainan yang diderita Barbara, keluarganya menyadari bahwa Barbara bisa menghasilkan uang untuk mereka. Dan benar saja, ketika usia Barbara menginjak tiga tahun, keluarga Barbara mulai memasukkannya ke pertunjukkan keliling dan menghasilkan sejumlah uang dari sana.

Meski banyak yang memandang Barbara sebagai orang miskin dan monster berbulu, Barbara memiliki sesuatu yang lebih dari itu. Barbara dapat berbicara kedalam berbagai bahasa dan termasuk kedalam pemain harpsichord yang sangat terampil. Tapi sayangnya, penonton tidak membayar untuk melihat bakat luar biasanya itu, melainkan mereka membayar untuk melihat keanehan pada Barbara yakni berbulu. Eksploitasi pada Barbara terus berlanjut dan bahkan sampai ketahap yang berbatasan dengan prostitusi. Jadi ada seorang pria bernama Elie Brackenhoffer yang pernah melihat Barbara berada di Paris dan meminta Barbara untuk membuka pakaiannya di depannya. Walaupun, tidak ada bukti dokumentasi yang menunjukkan bahwa hal tersebut benar adanya, Barbara diperintahkan untuk melepas jubahnya karena hal tersebut dapat menghasilkan uang yang besar.

Ketika Barbara sudah cukup usia, dia menikah dengan pria bernama Johann Michael Van Beck dan mempunyai anak. Barbara berfikir setelah menikah dia akan terbebas dari pertunjukkan dan berhenti menjadi pusat perhatian, tapi ternyata tidak. Barbara masih menjadi mesin penghasil uang dan kali ini dilakukan oleh suaminya sendiri.  Di tahun 1660, Barbara pergi mengelilingi Prancis bersama dengan suaminya. Tapi, bukannya diperkenalkan sebagai istrinya, Barbara malah diperkenalkan sebagai agen-nya. Barbara merasa tidak dicintai sebagai pribadi oleh suaminya, melainkan dicintai sebagai sumber uangnya.

Karena pertumbuhan rambut pada Barbara semakin ekstrem, banyak dokter yang melakukan pemeriksaan pada Barbara saat itu. Ada yang melihatnya sebagai seorang wanita biasa yang menderita kelainan mengerikan dan ada beberapa yang melihat Barbara lebih dari itu. Terlepas dari semua perhatian dan eksploitasi berlebihannya, kisah Barbara Van Beck ini berakhir begitu saja dalam sejarah secara tiba-tiba. Pada tahun 1668, setelah Barbara mengunjungi London, dia menghilang begitu saja. Banyak orang yang tentu saja terkejut soal menghilangnya Barbara yang secara tiba-tiba begitu, mengingat Barbara sangat terkenal pada masanya. 
Keluarga Burma 
Kasus Hipertrikosis yang terjadi secara turun temurun memang sangat jarang terjadi, tapi ada satu contoh kasus dimana dalam satu keluarga ada beberapa anggota yang memiliki kelainan Hipertrikosis. Contohnya adalah kasus Keluarga suci Burma. Dalam ekspedisi yang dilakukan ke Ava tahun 1826, John Crawfurd menggambarkan pertemuannya dengan seorang manusia serigala bernama Shwe Maong. Shwe Maong ini adalah penderita kelainan Hipertrikosis dan karena penampilan fisiknya ini, dia diberikan kepada Raja Ava sebagai sebuah hadiah.
credit Boombastis.com
Kasus Hipertrikosis yang terjadi secara turun temurun memang sangat jarang terjadi, tapi ada satu contoh kasus dimana dalam satu keluarga ada beberapa anggota yang memiliki kelainan Hipertrikosis. Contohnya adalah kasus Keluarga suci Burma. Dalam ekspedisi yang dilakukan ke Ava tahun 1826, John Crawfurd menggambarkan pertemuannya dengan seorang manusia serigala bernama Shwe Maong. Shwe Maong ini adalah penderita kelainan Hipertrikosis dan karena penampilan fisiknya ini, dia diberikan kepada Raja Ava sebagai sebuah hadiah. Raja kemudian menjadikannya sebagai seorang pelawak resmi. Shwe Maong yang sudah menghibur Raja selama bertahun-tahun lamanya, diberikan hadiah oleh Raja berupa seorang istri. Dan dari pernikahannya ini, Shew Maong dan istrinya mendapatkan empat orang anak. Dan salah satu anaknya yang bernama Maphoon, ternyata juga menderita Hipertrikosis.

Ketika Crawfurd  kembali ke Ava bertahun-tahun kemudian, dia baru mengetahui bahwa Shwe Maong meninggal karena dibunuh dan anaknya yang menderita Hipertrikosis, Maphoon, sudah beranjak dewasa dan bahkan sudah memiliki anak dan salah satu anaknya ada yang menderita Hipertrikosis alias berbulu seperti kakek dan ibunya yakni Moung Phoset, dia tinggal bersama dengan keluarganya sampai menikah dan dia melahirkan beberapa anak. Selain itu, anak perempuan satu-satunya, Mah Me, juga terlahir dengan pertumbuhan bulu yang tidak normal. Genetik Hipertrikosis sangat kuat dalam keturunan ini setidaknya ada satu anggota keluarga yang menderita Hipertrikosis.

Lalu pada tahun 1885, Keluarga mereka harus menderita karena pecahnya Perang Burma Ketiga. Rumah, Istana dan lain-lain dihancurkan. Mereka akhirnya melarikan diri ke hutan untuk melindungi diri mereka. Seorang Perwira Italia yang juga berteman dengan Raja dikirim untuk membawa mereka keluar dari tempat persembunyiannya di Hutan. Ketika melihat rupa fisik mereka yang unik, perwira Italia itu langsung terfikirkan soal berapa banyak uang yang bisa dihasilkan dengan mempertontonkan mereka. Keluarga dengan kelainan Hipertrikosis yang berada dibawah asuhan Mr. Farini, membawa mereka ke Eropa untuk menghasilkan uang dengan memamerkan fisik mereka yang tidak biasa. Tapi, sebelum mereka pergi, Mah Me meninggal dunia diusianya yang menginjak 18 tahun. Perjalanan mereka tidak hanya sampai Eropa. Paris, London bahkan Amerika Serikat juga didatangi mereka.

Meski keluarga tersebut sangat terkenal hingga ke beberapa negara, kisah mereka terhenti setelah mereka berada di Amerika Serikat. P.T Barnum memamerkan mereka ketika berada di Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa keluarga dan kerajaan mereka adalah sumber keberuntungan. Barnum menjadikan mereka sumber penghasilannya dengan mendorong orang-orang agar menyentuh mereka dengan biaya terjangkau untuk mendapatkan keberuntungan.

Referensi
https://www.thehumanmarvels.com/alice-doherty-the-minnesota-woolly-girl/
http://modernnotion.com/barbara-urslerin-hairy-maid/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1295857/pdf/jrsocmed00053-0049.pdf