Pemerintahan Yang Secara Rahasia Mempunyai Daftar Pembunuhan

Ada beberapa pemerintahan dari seluruh dunia mempunyai sebuah daftar orang yang ingin mereka lihat mati. Daftar umumnya adalah isi dari nama-nama orang yang pemerintah klaim sebagai seorang teroris atau mata-mata. Selain teroris, ada juga aktivis hak asasi manusia dan juga jurnalis yang masuk dalam daftar untuk dibunuh.  Namun, tidak semua pemerintah setuju dengan adanya daftar tersebut. Untuk mereka yang pernah melakukannya, mereka pasti akan menyangkal tentang adanya daftar tersebut. Bahkan ada yang sampai enggan membahas soal daftra nama ini. seperti beberapa pemerintah berikut ini yang memiliki daftar nama untuk menjadi sasaran pembunuhan atau pernah memilikinya.

Amerika Serikat 

Presiden Amerka Serikat Barack Obama credit liputan6.com
Diawali dengan Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat memiliki daftar hitam yang tidak mencolok yang diberi nama “Layout Matrix”. Didalam daftar itu berisi nama, lokasi, serta metode yang akan digunakan untuk membunuh orang yang oleh pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai musuh. Keberadaan daftar ini adalah rahasia umum. Namun, untuk isinya tidak diketahui oleh publik. Pada saat pemerintahan Presiden Barack Obama, pemerintah memutuskan siapa nama yang akan muncul didalam daftar pertemuan mingguan. Para pers menyebutnya dengan ‘Teror Selasa’. Obama hanya menyetujui daftar itu. Nama-nama itu ditambahkan oleh pejabat militer dan juga intelijen AS bahkan terkadang ditambahkan oleh pemerintah Inggris.

Setelah nama-nama dalam daftar disetujui, tentara serta CIA akan mengikuti tersangka dan akan membunuh mereka dengan rudal yang dilemparkan menggunakan drone atau melakukan serangan pasukan khusus rahasia. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, mereka akan berhenti dan melakukan interogasi target. Sebagian besar dicurigai sebagai jihadis dari Pakistan, Somalia dan Yaman. Daftar ini sebenarnya banyak juga menuai kontra karena diduga berisi nama-nama orang yang mungkin saja bukan bagian dari teroris. Serangan drone juga telah banyak membunuh warga sipil. Diantara tahun 2001 dan 2013, ada setidaknya lebih dari 400 warga Pakistan yang tewas akibat adanya 330 serangan pesawat tanpa awak milik AS. Namun, pemerintah AS menyangkal hal tersebut. Pemerintah bersikeras bahwa daftar itu hanyalah bentuk dari pertahanan terhadap orang-orang yang dapat mengancam Amerika Serikat dan bukanlah sebuah pembunuhan.

China

tembok besar cina
Cina
Tidak ada informasi yang dapat dikonfirmasi bahwa China mempunyai daftar target orang yang harus dibunuh. Tapi, pada tahun 2010 ketika kementrian keamanan negara menewaskan lebih dari 30 mata-mata CIA yang beroperasi di negara itu. pembunuhan itu dimulai pada tahun 2010 ketika kementrian keamanan negara menyusup ke jaringan mata-mata CIA yang saat itu beroperasi di Tiongkok. Pada waktu itu, CIA menggunakan teknologi sederhana untuk melakukan komunikasi. Itu tidak dienkripsikan dan bahkan mata-mata CIA menggunakan laptop serta desktop untuk berkomunikasi. Sistem ini awalnya ditujukan untuk negara-negara di Timur Tengah dengan kemampuan intelijen yang rendah.

Tapi sayangnya, China memiliki kemampuan intelijen yang kuat dan aktif. Dia menemukan mata-mata CIA dengan menggunakan saluran komunikasi yang tidak dienkripsikan dan kemudian membunuh mereka. China jelas tahu apa yang dilakukannya. Meski ada 30 kematian agen yang telah dikonfirmasi, tetapi para pejabat intelijen percaya jumlahnya ada lebih banyak dari itu.

Inggris
tentara inggris
Tentara Inggris credit minanews.net
Selanjutnya adalah pemerintah Inggris. Pemerintah Inggris rupanya memiliki daftar korban sendiri. Menariknya, sebagian besar dari targetnya adalah warga negara Inggris sendiri. Beberapa tahun yang lalu, dinas intelijen Inggris, MI5,MI6 dan kantor pusat komunikasi pemerintah, menyusun daftar yang berisi nama-nama 200 warga negara Inggris yang telah bergabung dengan negara Islam. Untuk angka sebenarnya tidak diketahui secara pasti, tetapi ada sekitar 700 orang. Britania Raya ini khawatir warganya yang telah teradikalisasi dapat kembali ke negara Inggris dan akan mulai melancarkan serangan teroris. Jadi, pemerintah Inggris memutuskan untuk membunuh 200 orang yang terbaik , termasuk 12 diantaranya adalah para ahli pembuat bom. Badan-badan intelijen mengirimkan daftar itu ke pasukan khusus, pasukan udara yang disisipkan di Irak. Komando ditugaskan untuk menemukan dan membunuh para jihadis ini. Meskipun mereka diizinkan untuk menangkap target tertentu. Selain itu, pemerintah Inggris juga menargetkan Jihadis dengan menggunakan drone.

Prancis

Francois Hollande credit samudraindonesia.id
Ketika Francois Hollande menjabat sebagai seorang Presiden, Prancis memiliki daftar hitam. Daftar korban ini rupanya terinspirasi dari Layout Matrix milik Amerika Serikat. Sasarannya adalah orang-orang yang menurut pemerintah Prancis adalah orang-orang yang melakukan penyanderaan atau melakukan hal-hal yang dapat merugikan kepentingan Prancis. Sebagian besar berada di Suriah dan di wiliayah Sahel yang berada di Afrika. Namun, tidak seperti Amerika Serikat, pemerintah Prancis menggunakan pesawat terbang yang diuji cobakan karena tidak ada UAV untuk diserang.

Di lain waktu, pemerintah Prancis baru saja mengirimkan informasi mengenai target di Amerika Serikat, yang membunuh orang-orang ini dengan menggunakan drone. Namun, informasi mengenai daftar korban pemerintahan Prancis ini sangatlah minim bahkan nyaris tidak ada yang tahu, hal ini dikarenakan negara Prancis sering kali diam terhadap apa yang disebutkan sebagai pembunuhan yang telah ditargetkan. Daftar itu disusun oleh tentara Prancis dan Direktorat Jenderal Keamanan Eksternal atau setara dengan CIA di Prancis.

Jerman

jerman
Jerman credit voa-islam.com
Pemerintah Jerman juga rupanya memiliki daftar hitam meskipun tidak menangani pekerjaan itu sendiri. Hal itu adalah tanggung jawab Amerika Serikat. Jerman memberikan Amerika Serikat sebuah informasi dengan sangat terperinci mengenai tujuannya, yang kemudian menambahkannya ke dalam Common Priority List (JPEL), daftar 3.000 pengedar narkoba, pejuang al-Qaeda dan pejuang Taliban yang beroperasi di Afghanistan.

Target yang terdaftar di JPEL sedang dicari oleh satuan tugas 373 atau sekarang disebut dengan satuan tugas 3-10 yaitu sebuah tim rahasia Amerika Serikat yang beroperasi di Afghanistan. Pasukan dalam tim yang diperintahkan untuk menangkap atau membunuh orang-orang didalam daftar. Tetapi, mereka akan sangat sering membunuh itu dikarenakan sulit untuk menangkap target yang menahan penangkapan atau upaya untuk melarikan diri.

Rusia
  
snaper tentara rusia
Latihan Snaper Tentara Rusia Credit gardanasional.id
Keberadaan daftar pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintah Rusia yang sulit dipahami tidak konklusif. Rusia tidak mengakui bahwa mereka memiliki daftar hitam. Amerika Serikat dan NATO juga tidak membuat pernyataan apapun tentang Rusia. Tapi, Ukraina melakukannya. Ditahun 2018, Ukraina mengatakan bahwa Rusia memiliki setidaknya 47 daftar wartawan Rusia dan Ukraina yang direncanakan akan dibunuh. Ukraina mengungkapkan hal ini setelah pembunuhan jurnalis Rusia Arkady Babchenko. Menurut organisasi berita, Babchenko telah dibunuh dirumahnya di Kiev, Ibukota Ukrainan, kemudian keesokan harinya Babchenko muncul dan memberi tahu semua orang bahwa dirinya tidak mati.

Babchenko dan pihak berwenang Ukraina menjelaskan bahwa pembunuhan ini seharusnya mengungkapkan rencana pembunuhan Babchenko dan beberapa lainnya oleh Rusia. Meskipun pemerintah Ukraina tidak mengatakan bagaimana hal itu dapat membantu mengungkap adanya dugaan plot yang disebut Rusia, kemudia pihak berwenang menerbitkan daftar 47 orang yang direncanakan oleh Rusia untuk dibunuh.

Iran

tentara iran
tentara iran credit geo.tv
Mata-mata CIA yang melakukan operasi di Iran menggunakan saluran komunikasi cacat yang sama yang mengekspos mereka di Tiongkok. Iran juga mencegat komunikasi mereka dan mengindentifikasi ada beberapa mata-mata CIA yang kemudian dikejar dan dibunuh oleh pemerintah. Bagian menariknya, Iran menemukan saluran komunikasi terlebih dahulu dan bisa memberi tahu China. Iran menyadari cincin mata-mata itu setelah mencurigai bahwa agen-agen CIA aktif memata-matai program nuklirnya. Agen ganda CIA menunjukkan kepada Iran sebuah situs web rahasia yang digunakan oleh agen ini untuk berkomunikasi dengan agen-agennya di Iran.

Iran menggunakan mesin pencari google untuk menemukan situs web rahasia CIA di internet. Kemudian pemerintah mengikuti, menangkap serta mengeksekusi mata-mata CIA yang kedapatan mengunjungi situs tersebut dan hanya beberapa yang berhasil melarikan diri. Iran telah berbagi informasi dengan beberapa negara sahabat lainnya, termasuk China. Tiongkok kemudian menggunakan informasi ini untuk melacak serta membunuh mata-mata CIA yang telah beroperasi di wilayahnya.

Referensi
https://www.theguardian.com/world/2013/jul/14/obama-secret-kill-list-disposition-matrix
https://www.businessinsider.de/how-china-found-cia-spies-leak-2018-8?r=US&IR=T
https://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/sas-special-forces-hit-list-iraq-syria-isis-terrorist-attacks-drones-a7400756.html
https://www.securitynewspaper.com/2018/11/06/30-spies-have-died-because-of-irans-cyberattacks-against-the-cia/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel