Skip to main content

Penemuan Arkeologi Menakjubkan Yang Ditemukan Di Pompeii

Ketika untuk pertama kalinya Pompei ditemukan, Tuan-tuan muda melakukan tur dengan keliling Eropa untuk mempelajari sejarah Benua. Dan kunjungan ke Pompei dengan cepat menjadi bagian yang penting dari ritual perjalanan ini. Tuan-tuan muda ini membawa pulang banyak pengalaman berharga, dimana mereka juga menggunakan kekayaan serta pengaruh mereka untuk melindungi gerakan Neoklasik.

Sejak digali pertama kalinya pada tahun 1700-an, Pompei telah memberikan ribuan temuan dan bahkan beberapa diantaranya telah mengubah pemahaman kita tentang budaya Romawi Kuno. Membantu kita bahwa Roma tidak seperti sebelumnya, adanya penemuan lukisan dinding serta patung-patung yang mengejutkan dimana secara eksplisit menyinggung perasaan orang-orang. Mereka menyembunyikan banyak koleksi pribadi. Pompei juga secara konsisten menjadi sumber dari penemuan-penemuan yang secara fundamental membentuk pemahaman kita tentang dunia romawi. Di tahun 2018 lalu, bahkan ditemukan dua penemuan baru yang membantu tentang kehidupan sehari-hari orang-orang Pompei. Dan berikut adalah beberapa penemuan arkeologis yang menakjubkan yang ditemukan di Pompei.

Acient Graffiti

ancient graffiti
ancient graffiti credit picfire.com
Bangsa romawi adalah salah satu yang menghasilkan peninggalan berupa tulisan, terutama jika dibandingkan dengan masyarakat lain. Namun sayangnya, sebagian besar teks-teks tersebut telah hilang. Tapi, pada saat itu, sebagian besar tokoh publik akan menghasilkan beberapa tulisan dengan harapan akan bisa meningkatkan posisi politik mereka di rumah. Dan hal inilah yang kemudian menginspirasi Julius Caesar untuk menghasilkan akun multivolume penaklukan Gaul yang mana menampilkan banyak hiasan untuk membuatnya tampak lebih menarik sebagai pimpinan politik.

Bahkan diantara kelas-kelas yang tidak berpendidikan sekalipun, politik adalah suatu masalah yang menimbulkan emosional. Coretan politik sama lazimnya dengan coretan-coretan di tembok kota Romawi. Namun, didalam Pompei yang sudah diawetkan dengan sempurna, kita bisa melihat bentuk dari seni jalanan Romawi yang jauh lebih jarang atau jenis yang dilukis pada dinding ketimbang tergores dengan batu atau bahkan pisau. Jenis grafiti ini akan jauh lebih mudah rusak tetapi tetap bisa bertahan di Pompei.

Vila Misterius

Vila dei misteri
Vila Dey Misteri credit corrieredelmezzogiorno
Vila misterius atau Villa Dei Misteri merupakan sebuah vila Romawi kuno yang terawat dengan sangat baik. Pemilik vila tersebut kemungkinan adalah keluarga yang kuat atau terhormat. Vila tersebut sepertinya adalah salah satu rumah paling mahal pada masanya, vila ini tidak terletak di dalam Pompei tetapi berada di jalan di bagian luarnya. Meskipun tertutup abu selama letusan gunung Vesuvius, namun vila tersebut masih utuh. Ada sebagian besar dinding dan langit-langit vila yang selamat dari kerusakan kecil. Tapi, hal yang paling penting adalah, lukisan dindingnya yang menakjubkan masih dalam keadaaan hampir utuh. Dan membuat lukisan itu sebagai beberapa contoh lukisan peninggalan Romawi yang paling terkenal yang dimiliki saat ini.

Ada beberapa ahli yang tidak setuju atas apa yang digambarkan oleh lukisan dinding itu. Tetapi asumsi yang umum adalah lukisan dinding itu menggambarkan tentang seorang wanita muda yang melalui ritual induksi ke kultus rahasia khusus Dionysus atau yang dikenal dengan Dewa Anggur. Dan secara kebetulan, pers anggur Romawi juga ditemukan di situs tersebut. Ini akan memudahkan keluarga agar dapat membuat alkohol mereka sendiri. Sisa rumah yang sudah berusia lebih dari 200 tahun saat letusan, menampilkan pemandian, tempat pemujaan, kebun serta beberapa dapur yang besar bersama dengan pertanian yang berada di luar.

Ketika situs ini ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1909, situs ini sangat rentan dengan unsur-unsur. Dan dalam beberapa bulan, lukisan dan dinding mulai mengalami kerusakan air dan cat juga mulai memudar. Upaya awal yang dilakukan untuk tetap melindungi permukaan memberikan lukisan dinding penampilan mengkilap dan seiring dengan berjalannya waktu, cat berubah menjadi gelap dan menguning. Namun, di tahun 2013, sebuah program ekstensif dimulai dengan tujuan untuk memulihkan dan melestarikan situs tersebut. Studi dan konservasi dilakukan jauh lebih baik dari sebelumnya. Situs peninggalan ini pun kini dalam kondisi terawat dan jauh lebih baik.

Lupanare

lupanare
Lupanare credit italian-lanscape.tumblr.com
 Bangsa Romawi Kuno jauh lebih terbuka soal seks dari pada kita. Ada simbol-simbol lingga yang sering muncul dalam citra religius dan sehari-hari. Selain itu, simbol-simbol tersebut dapat ditemukan dimana-mana dari dinding kuil sampai jalan-jalan kota. Dahulu, rumah bordil benar-benar legal di Romawi Kuno. Penggunaan pelacur tidak mendapat tentangan dan kritik jika orang bisa mengontrol diri dan tidak terlalu terlihat seperti putus asa atau kecanduan seks. Namun, mungkin hal yang paling mengejutkan adalah rumah bordil tertentu yang berada di Pompei tampaknya menggunakan lukisan berbau seks di ruang utamanya sebagai cara untuk mengiklankan layanan apa yang tersedia untuk para pengunjung.

Untuk menunggu pelacur yang akan memuaskan nafsu pengunjung, biasanya akan disuguhi dengan berbagai macam layanan dan posisi seksual yang berbeda-beda. Rumah bordir itu sendiri disebut dengan Lupanare atau Wolf’s Den yang mana merupakan sebuah bangunan berlantai dua yang dilengkapi dengan 10 kamar dan kamar kecil yang dibangun beberapa tahun sebelum terjadinya letusan. Dengan gaya Romawi yang khas, dindingnya dihiasi dengan 100 lebih grafiti.

Fresco Roti

The Sale Of Bread
 The Sale Of Bread credit via.appia.tumblr.com
Banyak dari lukisan-lukisan dinding Pompeius yang menggambarkan peristiwa besar seperti festival keagamaan atau pertempuran yang bersejarah besar yang mana diantaranya lebih mementingkan urusan duniawi. Salah satu lukisan dinding terbesar dari Pompei adalah The Sale Of Bread. Ada banyak sumber romawi yanng mengatakan bahwa para politisi akan memberikan sejumlah hadiah untuk membangun dukungan politik. Tapi, sebagian besar hadiah yang diberikan dalam bentuk hosting game gladiator, yang didanai secara politik dan gratis bagi siapapun yang ingin menyaksikannya.

Dalam lukisan ini akan menunjukkan pada kita tentang bagaimana kampanye politik bekerja di dunia Romawi. Sama seperti bagaimana politisi akan menjadi tuan rumah operasi dan pertemuan konstituen mereka. Tapi, hal itu bukanlah hal yang biasanya dilakukan bagi seorang Romawi yang bercita-cita untuk memiliki jabatan tinggi dan turun ke jalan dengan sejumlah hadiah dan ide dalam rangka mengumpulkan dukungan.

Hal penting lainnya adalah lukisan tersebut menggambarkan furnitur-furnitur romawi. Di Fresco, kita bisa melihat adanya keranjang anyaman, beberapa rak dan meja. Semua benda tersebut tidak akan mampu bertahan sampai era modern sekarang dan oleh karena itu adanya lukisan tersebut penting bagi pemahaman kita mengenai lingkungan perkotaan sehari-hari bagi kebanyakan orang Romawi. 

Museum Rahasia Erotika

patung Bestiality' Dewa Pan
bestiality credit caping.co.id
Ada beberapa praktik Romawi yang mengganggu bagi orang-orang Victoria pada abad pertengahan yang kadang-kadang menemui mereka. Ada sebuah desas-desus bahwa ketika pangeran Muzzio Tuttavilla dengan tidak sengaja menemukan sebuah reruntuhan Pompei di tahun 1590, dia menemukan lukisan dinding yang eksplisit secara seksual kemudian dengan sengaja menguburnya lagi dan membiarkannya terkubur.

Lalu, tidak lama setelah penggalian Pompei dilakukan dengan serius di tahun 1800-an, para penggali berhasil menemukan lukisan serta patung yang sangat tidak senonoh. Kemudian, Raja Napoli mulai mendirikan sebuah museum rahasia yang mana hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang memiliki moral yang teguh.

Ada banyak karya seni Pompei yang lebih erotis lagi dihapus dari situs dan kemudian di bawa ke Naples untuk diselanjutnya sembunyikan di museum khusus ini dan dengan sangat cepat menjadi terkenal. Museum ini dibuka dalam waktu yang sangat singkat pada tahun 1860-an setelah Italia dipersatukan oleh Garibaldi dan pada tahun 1960-an. Tapi, museum itu tidak dibuka secara permanen untuk umum hingga tahun 2000-an. Didalamnya terdapat beberapa temuan yang masih dipertanyakan oleh banyak orang sampai saat ini. Termasuk juga soal koleksi penis batu yang belum disunat dan juga Satyr atau manusia setengah kambing yang kawin dengan seekor kambing betina.

Referensi
https://mentalfloss.com/article/32276/11-colorful-phrases-ancient-roman-graffiti