Skip to main content

Pengobatan Masa Lalu Yang Memiliki Efek Mengerikan

Pengobatan telah ada sejak zaman dahulu. Baik dari masker sampai teh herbal. Tapi, ternyata tidak tidak semua jenis pengobatan atau obat-obatan akan selalu membawa ke sembuhan. Bahkan ada pengobatan yang memberikan efek samping yang mengerikan pada tubuh penderitanya. Walaupun dilakukan sejumlah penelitian dan eksperimen untuk menciptakan obat paling ampuh untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, bukan hal yang mustahil bila hasilnya tidak sempurna dan memberikan efek samping-efek samping dari yang ringan sampai yang parah seperti resiko kematian. Seperti pada beberapa jenis pengobatan lama berikut ini.

Metrazol

sebuah obat yang biasanya sering digunakan dirumah sakit jiwa.
Metrazol credit digopaul.com
Di tahun 1926, F. Hildebrandt melakukan sebuah pengujian pada hewan dan menemukan adanya dua efek primer. Dalam dosis yang tinggi, obat itu dapat menyebabkan efek samping seperti kejang-kejang mirip dengan epilepsi. Jika dalam dosis yang normal, akan menyebabkan efek samping meningkatkan respon jantung dan meningkatkan respirasi yang dalam kasus keracunan depresi seperti terlalu banyaknya klorofom. Penggunaan Metrazol bukanlah untuk penangkal racun seperti yang diduga, namun sebaliknya, seorang ilmuwan bernama Ladislas J. Meduna menggunakannya pada manusia guna mendorong reaksi kejang-kejang untuk menyembuhkan penyakit mental. Sebenarnya Metrazol akan digunakan untuk penderita skizofrenia, dimana nantinya Metrazol ini akan dijadikan pengobatan pertama yang sudah diakui secara resmi. Tapi, untuk penggunaannya sudah meluas hingga ke gangguan jiwa lainnya seperti depresi.

Dalam teknis pengobatannya, nantinya pasien akan dikirim ke rumah sakit, kemudian akan diberikan obat Metrozol dan selanjutnya menunggu tindakan. Biasanya, pasien akan dipulangkan setelah beberapa jam. Pengobatan itu dianggap efektif untuk mereka yang didiagnosis dengan masalah kejiwaan kurang dari tiga tahun. Saat itu, efek samping dari pengobatan tidak begitu mengkhawatirkan tapi tetap saja berpotensi yang mengerikan. Seperti patah tulang belakang, kerusakan otak dan TBC.

Thymol

bahan dasar pembuatan obat thymol
Pohon thyme credit id.gmp.factory.com
Thymol merupakan salah satu jenis obat yang berasal dari ramuan thyme dan cukup familiar karena dipakai sebagai bahan utama dalam produk pasta gigi Euthymol. Tapi nyatanya secara tradisional, Thymol ini digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan infeksi tinea, cacing tambang dan kurap pada manusia. Thymol ini juga ternyata mempunyai efek samping ketika dicerna, seperti keracunan dengan gejala yang muncul mual, muntah sampai sakit kepala.  Bahkan kemungkinan efek samping terparah adalah depresi berat, pusing yang paradoks sampai kolaps yang bisa berujung pada kematian. Sebenarnya kunci utamanya ada pada dosis yang digunakan. Dosisnya 1-2 gram setelah beberapa jam dikonsumsi. Untuk penyakit kulit seperti Tinea dan kurap, dosisnya adalah 1:10 Thymol ditambah dengan alkohol yang kemudian dioleskan langsung ke kulit pasien. Ini dilakukan karena Thymol memiliki kandungan antimikroba didalamnya.

Tapi dari sekian banyaknya rempah-rempah, Tyhme bukanlah sesuatu yang cocok dan efektif untuk membunuh mikroba. Agar bisa membunuh mikroba, dibutuhkan setidaknya beberapa tumbuhan seperti oregano, ketumbar, cengkeh, kayu manis dan kemudian thyme.

Dinitrophenol

Dinitrophenol
Dinitrophenol 
Dinitrophenol pernah menjadi salah satu jenis obat yang paling bagus pada masanya. Tapi, ternyata obat ini mempunyai satu masalah yang cukup serius dipenggunaannya. Obat ini pertama kali ditemukan pada saat perang dunia I pada para pekerja amunisi yang meninggal akibat adanya kontak dengan bahan kimia tersebut. Kemudian Dinitrophenol ini diselidiki untuk melihat apakah memiliki kegunaan pada terapeutik. Dosis untuk diterapkan pada manusia sekitar 3-5 mg per kilogram berat badan pasien. Obat ini akan meningkatkan metabolisme pasien sampai 20-30 persen dalam kurun waktu berhari-hari sebagai efek dari peningkatan konsumsi oksigen. Dan kelihatannya ini merupakan jenis pengobatan yang sangat berpotensial untuk penderitas obesitas.

Tapi, ketika dosisnya dinaikkan, akan ada efek samping yang cukup berbahaya dan harus diwaspadai. Efek sampingnya meliputi keluarnya banyak keringat serta peningkatan suhu tubuh sampai 3 derajat celcius. Dan jika dosisnya dinaikkan lebih tinggi lagi, efek sampingnya akan menimbulkan banyak gejala juga akan menimbulkan masalah pada pernafasan. Efek samping terakhir ini akan meningkatkan kebutuhan oksigen tubuh dan tubuh pasien sudah pasti tidak akan bisa mengimbangi juga memasok kebutuhan oksigen tubuh. Efek samping yang diakibatkan oleh obat ini pada umumnya alias dosis standar akan menimbulkan efek terjadinya serangkaian penyakit internal dan penyakit eksternal.

Walau digunakan pada penderita obesitas, obat ini tidak begitu disukai karena efek sampingnya yang luar biasa fatal. Dan penggunaan utama obat ini adalah sebagai bahan campuran pestisida atau bahan peledak yaitu shellite.

Santonin

santonin
santonin credit edwardhandmedicalmuseum.org
Diawal tahun 1800-an Santonin adalah obat-obatan yang dikembangkan untuk mengobati masalah cacingan. Baik cacing gelang dan cacing kremi sebelum diganti oleh sebuah senyawa yang jauh lebih aman. Santonin cukup lama digunakan untuk mengatasi masalah cacing-cacingan, tapi Santonin rupanya tidak mempan untuk keluarga cacing pita. Efek samping dari obat ini rupanya mempengaruhi visual. Pasien yang mengkonsumsi Santonin mengatakan bahwa penglihatan mereka berubah menjadi berwarna biru. Benda-benda terang akan berwarna kuning disekelilingnya, warna biru akan menjadi hijau dan warna biru diawal akan berubah warna menjadi sangat gelap sampai-sampai mereka tidak bisa membedakan mana warna hitam dan warna biru. Dan semakin banyak obat Santonin yang diminum, maka akan semakin jelas gangguan-gangguan visual tersebut.

Selain mengalami gangguan visual, pasien juga mengeluhkan bahwa mereka mengalami mual muntah dan kebingungan. Pada penggunaan dosis tinggi, efek sampingnya bisa sampai kejang-kejang. Dan teori soal bagaimana obat Santonin membunuh parasit yang ada ditubuh jawabannya adalah obat itu membunuh mereka (parasite alias cacing) sebelum membunuh anda.

Bulbocapnine

kandungan senyawa pada obat bulbocapine
senyawa Bulbocapnine credit pharmaceutical.networking.com
Bulbocapnine adalah obat yang digunakan untuk program MKUltra. Mirip seperti struktur apomorphine, Bulbocapnine ini pertama kali ditemukan di Corydalis Cava. Obat ini termasuk salah satu obat yang sangat menarik. Itu karena efek yang ditimbulkan oleh obat ini berbeda ditiap hewan. Misalnya pada hewan yang berdarah dingin, Bulbocapnine akan bereaksi seperti morfin yang dapat mengurangi sensitivitas terhadap sebuah rasa sakit dan akhirnya menyebabkan sedasi. Dan pada hewan yang berdarah panas, obat ini akan bereaksi seperti menginduksi katalepsi yaitu sebuah pengerasan pada otot dalam postur tertentu sehingga tidak dapat digerakkan atau bisa dibilang pengguna akan membeku ditempat.

Semakin berkembangnya hewan dan manusia, kondisi ini akan menjadi lebih jelas. Dan juga semakin tinggi dosis Bulbocapnine yang digunakan pada penderita, maka akan semakin tinggi juga kemungkinan terjadinya narkolepsi. Didalam banyak kasus yang terjadi, Bulbocapnine ini akan menstimulasi usus yang mengakibatkan terjadinya buang air besar dan akan mengeluarkan sekresi air liur. Tapi, reaksi itu akan terjadi pada hewan yang akan dikebiri saja.

Dan untuk dosis rendah sekitaran 0,1 mg masih bisa ditoleransi tanpa menimbulkan efek samping yang buruk, tetapi Bulbocapnine ini tetap tidak memiliki kegunaan positif yang cukup. Sebaliknya, obat ini digunakan untuk kebutuhan yang lain tidak sebagai obat penyembuh. Obat itu kini digunakan di laboratorium serta digunakan untuk program penyiksaan pemerintahan yang jahat. Dan saat ini obat ini juga sedang diteliti apakah ada kemungkinan nantinya obat ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer.

Itulah tadi beberapa jenis pengobatan lama yang memiliki efek samping yang mengerikan. Saat ini ilmu medis sudah canggih,jadi tidak perlu terlalu khawatir soal efek samping seperti diatas, meskipun tidak semua pengobatan dan obat yang dikonsumsi tidak mempunyai efek samping. Walaupun tidak separah pengobatan zaman dulu yang masih minim akan tes, uji kelayakan dan lain-lain karena memang pada zaman dulu, tidak secanggih saat ini.

Referensi:
https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/thymol#section=Pharmacology-and-Biochemistry
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21739343
https://www.acs.org/content/acs/en/molecule-of-the-week/archive/s/santonin.html
https://www.revolvy.com/page/Bulbocapnine