Pemberontak yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Pemberontak adalah sekumpulan organisasi perlawanan terhadap pemerintahan yang sah. Pemberontakan ini dapat terjadi karena banyak hal. Seperti masalah sentimen agama, masalah perebutan lahan ekonomi, masalah kekuasaan, pembangkangan militer hingga keinginan untuk memisahkan diri dari pemerintahan yang berkuasa.

Pada zaman dahulu banyak terjadi pemberontakan. Karena struktur sosial di era zaman dahulu belum terlalu kuat. Selain itu masih banyak tentara bayaran yang malah berpotensi menjadi pemberontak karena mudah dibayar oleh suatu pihak. Dapat juga terjadi karena dampak perang dingin. Biasanya kekuasaan yang didukung oleh barat disana akan ada pemberontak yang didukung oleh pihak komunis. 

Seperti saat Jendral Fulgencio Batista berkuasa di Kuba dia didukung oleh Amerika Serikat, dengan kelompok pemberontak yang melawannya dipimpin oleh Fidel Castro. Pemberontak itu sendiri didukung oleh Uni Soviet. Begitu pula sebaliknya saat Afganistan dikuasai pemimpin boneka Uni Soviet maka pihak pemberontak Taliban dibantu oleh Amerika Serikat.

Di kehidupan modern pemberontak cenderung mudah diberangus oleh penguasa. Hal ini terjadi karena solidnya militer saat melawan pemberontak itu. Atau karena pemerintah duduk bersama pemberontak untuk bermediasi. Namun ternyata ada juga karena solidnya kekuatan ada beberapa pemberontak yang masih ada di era modern ini. Mulai dari ISIS hingga pemberontak Islam Moro di Filipina. 

1. Pemberontak ISIS
Pemberontak ISIS
Pemberontak ISIS via breakingnews.co.id
ISIS adalah kepanjangan dari Negara Islam Irak dan Suriah. Sesuai namanya pemberontak ini luas kekuasaanya meliputi sebagaian besar wilayah Irak dan Suriah. Pemberontakan yang resmi berdiri tanggal 8 April 2013 dengan pimpinan pertama Abu Bakar al- Baghdadi ini memanfaatkan perang saudara di Irak dan Suriah untuk merebut kekuasaan mereka. 

Pendanaan mereka dilakukan dengan cara merampas hasil pendudukan, tebusan penculikan dan penggalangan dana dari negara lain. Jumplah harta kekayaan mereka diklaim mencapai Rp 2,4 triliun. Pelanggaran hukum juga banyak dilakukan oleh ISIS seperti perbudakan Etnis Yazidi karena dianggap musyrik terhadap agama Islam, tindakan kekerasan terhadap kelompok etnis non- Islam yang tidak mau agama Islam, pembunuhan 700 angota Suku Al-Shaitat karena berencana memberontak dan membunuh musuh dengan sadis yang salah satunya adalah membakar hidup - hidup pilot Yordania.

Kejatuhan pemberontak ISIS dimulai Oktober 2017 saat sebagaian wilayahnya diserang Suriah. Di wilayah Irak juga sama wilayah mereka dikuasai oleh tentara Irak. Total pemberontakan ISIS telah kehilangan 60.000 tentara. Apalagi semenjak kematian Abu Bakar al-Badhdadi tanggal 29 Oktober 2019 pemberontak ISIS ini semakin terdesak karena hanya tersisa 7 % dari kekuasaan yang dahulu. Kematian Abu Bakar al-Baghdadi sendiri terjadi saat dia dikejar pasukan khusus Amerika Serikat di Idlib, Suriah utara. Dia meledakkan diri saat dikejar anjing dari pasukan khusus Amerika Serikat itu. Kini sisa - sisa pengikut pemberontak ISIS melakukan perlawanan dengan cara bom bunuh diri.

2.Pemberontak Houthi
Pemberontak Houthi
Pemberontak Houthi via dunia.nusantaratv.com
Pemberontak Houthi adalah pemberontak yang ada di Yaman. Pemberontak yang muncul tahun 1990 ini eksis saat menjadi oposisi melawan pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh. Karena saat itu dibawah kepemimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh terkenal dengan pemerintahannya yang korup dan didukung oleh Amerika Serikat.

Tahun 2004 saat pemimpin Houthi yang bernama Husain Badrudiin al-Hutsi tewas terbunuh oleh tentara Yaman. Hal inilah titik dari perlawanan senjata oleh pemberontak Houthi terhadap pemerintah Yaman. Hasilnya pemberontakan yang didukung negara musuh Amerika Serikat ini seperti Iran, dan Rusia ini berhasil menguasai Yaman. 

Kemudian presiden yang berkuasa yakni Presiden Mansur Hadi melarikan diri ke Arab Saudi. Semenjak dikuasai pemberontak Houthi penduduk disana terisolasi karena negara itu dibombardir oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi. Bantuan nasional juga dilarang memberikan bantuan kepada para rakyat Yaman.

Kuatnya pemberontak Houthi karena dipersenjatai oleh Iran negara pesaing Arab Saudi. Selain itu penguasa disana cenderung korup sehingga keadaan mudah dikuasai oleh pemberontak Houthi. Kabar terbaru menyatakan setelah kejatuhan pemerintah kemudian mantan Presiden Ali Abdullah Saleh bergabung dengan pemberontak Houthi namun ditengah jalan membelot ke Arab Saudi. Akhirnya mantan presiden Yaman itu ditangkap pemberontak Houthi saat melarikan diri ke Arab Saudi. Dia dibunuh pada tanggal  4 Desember 2017 tepat diperbatasan antara Yaman dengan Arab Saudi.

3.Pemberontak Ukraina
Pemberontak Ukraina
Pemberontak Ukraina via republika.co.id
Pemberontakan yang dimulai dari April tahun 2014 ini dilakukan dua fraksi pemberontak Ukraina. Yakni pasukan DPR ( Donestk People's Republic dan pasukan LPR (Luhansk People Republik). Kedua pemberontak ini benar - benar membuat kewalahan pasukan Ukraina karena menggunakan senjata peninggalan Uni Soviet saat perang dingin. Mereka juga memanfaatkan senjata dari tentara Ukraina yang membelot.

Diduga keras pemberontak ini didukung oleh Rusia. Hal ini berdasarkan citra foto pesenjataan Rusia yang dipasok ke kawasan pemberontak itu berkuasa. Tepat tanggal 2017 pemberontak ini mendirikan negara Malarossiya yang mempunyai arti Rusia kecil. Pemberontakan yang berlamgsung hingga saat ini telah memakan korban jiwa sebanyak 6.000 jiwa. 

Pemberontak ini mendapatkan sorotan dunia saat secara tidak sengaja menembak pesawat MH-17 yang saat itu melintasi perbatasan Ukraina tanggal 17 Juli 2014. Akibatnya sebanyak 283 penumpang dan 15 awak kabin tewas. Hal ini sesuai dengan postungan di media sosial pemberontak Ukraina yang menyatakan baru saja menembak pesawat Antonov AN-26 yang ternyata adalah pesawat MH-17

4.Pemberontak Islam Moro
Pemberontak Islam Moro
Pemberontak Islam Moro via merdeka.com
Pemberontakan Islam Moro sudah lama terjadi di tanah Filipina jauh sebelum kemerdekaan Filipina. Yakni dimulai tahun 1500 hingga 1900 dengan lokasi di gugusan kepulauan Filipina seperti di Zamboanga, Sulu, Mindanao, Visayas dan pulau Palawan. Dalam peperangan itu penjajah Spanyol gagal menguasai pemberontak Islam Moro. Saat itu pemberontak ini adalah rakyat dari Kerajaan Sulu yang bubar pada tahun 1917.

Memasuki masa kemerdekaan bangsa Filipina pada tanggal 4 Juli 1946 pemberontak ini melanjutkan perjuangan melawan pemerintah Filipina hingga saat ini. Pemberontakan ini sulit diberantas pemerintah Filipina karena sentimen agama yang berkembang di wilayah pemberontak Islam Moro itu sangat kuat. Apalagi pemerintah Filipina sendiri adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Katholik.

Kabar terbaru soal pemberontak Islam Moro ini adalah ikut sebagai bagian dari ISIS tahun 2014 serta kasus penculikan warga Jerman dan Kanada tahun 2017. Pemberontak ini memang salah satu pemasukan keuangannya adalah lewat dana penebusan tawanan. Salah satu kasus yang mencolok adalah seorang turis Malaysia bernama Bernard Gen Ted Fen yang dibunuh karena keluarga gagal memenuhi tebusan sebesar Rp 12 miliar.

5.Pemberontak Taliban
Pemberontak Taliban
Pemberontak Taliban via breakingnews.co.id
Saat Afganistan diduduki oleh Uni Soviet dari Desember 1979 hingga Februari 1988, pemberontak Taliban melakukan perlawanan terhadap pemerintah Afganistan yang didukung oleh Uni Soviet. Dibalik semua itu ada perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Buktinya pemberontak Taliban ini dapat mengusir Uni Soviet dengan bantuan Amerika Serikat. Persenjataannya dibantu oleh Amerika Serikat yang salah satunya adalah Rudal Stinger. Dimana rudal ini secara efektif merontokkan helipkopter dan pesawat Uni Soviet.

Setelah Uni Soviet hengkang pemberontak Taliban menguasai Afganistan dari tahun 1996 hingga 2001. Mereka banyak diprotes karena dianggap banyak melanggar pelanggaran HAM. Salah satunya adalah penerapan aturan agama Islam scara ketat. Dengan tuduhan sebagai pendukung kelompok teroris yang membajak kemudian menabrakkan pesawat ke gedung WTC. Amerika Serikat menyerang Afganistan sehingga membuat pemberontak Taliban ini keluar dan melakukan perang gerilya hingga saat ini.

Dalam perang gerilya ini secara efektif pemberontak Taliban menguasai pegunungan Afganistan. Sedangkan marinis Amerika Serikat hanya menduduki wilayah kota saja. Kabar terbaru telah terjadi perdamaian antara pemberontak Taliban dengan Amerika Serikat disana. Namun sepertinya akan gagal karena kedua pihak saling melanggar gencatan senjata.

6.Pemberontak 
Pemberontak
Pemberontak via analisaakhirzaman.com
Pada tahun 2011 terjadi Musim Semi Arab atau demonstrasi besar- besaran rakyat di Timur Tengah dan Afrika untuk menjatuhkan pemimpin yang berkuasa. Tercatat banyak pemimpin negara yang dijatuhkan oleh demonstrasi ini. Seperti Presiden Yaman Ali Abdullah Shaleh, Presiden Libya Muammar Khadafi dan Presiden Mesir Hosni Mobarak.

Demonstrasi ini juga terjadi di Suriah dimana demonstrasi ini bertujuan untuk memprotes rezim Suriah yang dikuasai oleh Presiden Bashar al-Assad. Mereka memprotes kesenjangan ekonomi di Suriah dan naiknya harga sembako disana. Menghadapi demonstrasi itu pemerintah Suriah menanggapi dengan menanggapi para demonstran. Akibatnya para demonstran melawan pemerintah.
Perlawanan demonstran in berubah menjadi pemberontaka karena dilakukan dengan senjata. 

Mereka mendapatkan pasukan senjata dari Amerika Serikat. Hasilnya pemberontak yang menamai Tentara Pembebasan Suriah ini di tahun 2016 berhasil menguasai 40 % wilayah Suriah. Dengan bantuan Rusia pihak pemerintah Suriah mengimbangi keadaan yang kini menguasai wilayah Suriah sebanyak 60 %.. Dengan bantuan Rusia terhadap pemerintah Suriah sepertinya akan membuat pemberontak Suriah akan keteteran. Karena Rusia menurunkan secara langsung pesawat jetnya menghancurkan markas pemberontak Suriah. Berbeda dengan Amerika Serikat yang hanya membantu dalam hal persenjataan dan pengeboman jarak jauh saja. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel