Strategi Perang yang Paling Terkenal di Dunia

Strategi perang adalah cara bertempur untuk memenangkan sebuah pertempuran. Banyak pertimbangan dari penggunaan strategi perang ini mulai dari melihat kekuatan musuh, kemampuan pasukan sendiri, faktor alam hingga jumplah pasukan. 

Semua pemimpin pasukan pasti mempunyai strategi utama untuk memenangkan pertempuran. Dari strategi pertempuran inilah seringkali merubah dunia baik secara politik maupun sosial. Karena dengan strategi perang ini seringkali sebuah negara menang atau kalah. Dari kedua hal itulah dunia mengalami banyak perubahan. Seperti strategi bumi hangus yang dilakukan Uni Soviet terhadap pendudukan Jerman saat Perang Dunia II. Hal ini mengakibatkan kekalahan Jerman sekaligus merubah peta perpolitikan dunia. Ataupun strategi gerilya tentara Vietcong saat menghadapi marinir Amerika Serikat di Vietnam. Yang pada akhirnya membuat Amerika Serikat kewalahan dan hengkang dari Vietnam. Hal tersebut merubah pandangan tentang Amerika Serikat yang identik dengan negara super power namun kenyataannya kalah dengan pejuang Vietcong yang komunis.

Strategi artileri Napoleon Bonaparte


Napoleon Bonaparte adalah kaisar hebat dari Prancis yang berhasil menaklukan Eropa. Mulai dari Spantol, Italia, Swiss, Belanda, Jerman, Norwegia dan Austria. Hal itu terjadi setelah Revolusi Prancis yang menjatuhkan Raja Louis XVI dan istrinya di tahun 1793. Setelah itu Prancis melakukan pembaharuan besar - besaran mulai dari wajib militer dan pembaharuan sistem militer. Akhirnya tahun 1799 Napoleon Bonaparte menjadi penguasa Prancis dan mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar. Setelah itu Napoleon melancarkan aksi militer ke Mesir. Setelah kembali ke Eropa secara pelan tapi pasti menguasai berbagai negara di Eropa.

 Strategi yang digunakan Napoleon Bonaparte untuk menguasai negara - negara di Eropa adalah mengandalkan artileri. Ukuran meriam untuk artileri itu adalah meriam 12 pound, 8 poun, 6 poun, 4 poun dan 1 poun. Namun meriam yang sering digunakan adalah meriam 12 pound karena karena memiliki mobilitas tinggi dan daya hancur yang mengerikan. Di minggu pertama biasanya Napoleon Bonaparte akan membombardir musuh dengan artileri. Ketika kekuatan musuh sudah mulai goyah karena gempuran artileri itu barulah pasukan Napoleon Boparte maju untuk menghabisi.

Strategi Bumi Hangus Rusia


Rusia adalah negara besar berulangkali diserang negara - negara besar seperti Prancis saat dipimpin Kaisar Napoleon. Pada tahun 1812 Prancis yang dipimpin Napolen Bonaparte menyerang Rusia. Saat itu Prancis adalah negara besar karena berhasil menguasai semua negara di Eropa mulai dari  Spantol, Italia, Swiss, Belanda, Jerman, Norwegia dan Austria. 

 Menghadapi serangan Prancis taktik yang digunakan oleh Tsar Alexander adalah bumi hangus. Yakni dengan sistem membakar habis suatu kota yang akan diduduki musuh. Sehingga musuh tidak mendapatkan manfaat logistik dari kota yang sudah dihancurkan.  Sehingga ketika pasukan Prancis akan menguasai suatu kota maka kota itu sudah dibakar terlebih dahulu. Akibatnya Prancis tidak mendapatkan logistik dan mempengaruhi mental pasukan Prancis. Hal itu dilakukan hingga musim dingin, tidak siap menghadapi musim dingin banyak pasukan Prancis yang tewas. Akibatnya pasukan Prancis kembali ke Eropa dengan tangan hampa. 

Saat kembali dengan kekalahan dari Rusia. Para negara yang sudah kalah melakukan koalisi untuk menyerang pasukan Prancis. Hal ini membawa kekalahan pasukan Prancis hingga Napoleon Bonaparte diasingkan di Pulau Elba tanggal 26 Februari 1815.

Tidak hanya Prancis namun Jerman juga pernah kalah dengan strategi bumi hangus ini. Dengan nama Operasi Barbosa pada tanggal 22 Juni 1941 pihak Jerman menyerang Uni Soviet. Saat itu Uni Soviet yang dipimpin Stalin menggunakan strategi bumi hangus sehingga Jerman tidak mendapatkan kemajuan apapun. Namun di akhir cerita nasib mereka sama dengan Pasukan Prancis Napoleon Bonaparte. Yakni terjebak musim dingin sehingga dengan mudah dikalahkan pasukan Uni Soviet.

Strategi Blitzkrieg


Pada permulaan Perang Dunia II tanggal 1 September 1939 Jerman melakukan invansi ke Polandia. Tindakan Jerman ini membuat negara lain Seperti Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Setelah menguasai Polandia invansi dilakukan ke negara lain seperti Prancis dan Norwegia. Selain di kawasan Eropa pihak Jerman yang dipimpin Adolf Hitler ini melakukan invansi ke Uni Soviet dan Yunani.

Keberhasilan Jerman menguasai banyak negara karena menggunakan strategi blitzkrieg atau dalam bahasa Jerman mempunyai arti serangan cepat. Ujung tombak dari pasukan ini adalah gerak cepat pasukan infantri bersama kendaraan lapis baja, yang saat itu adalah panser dan Tank Tiger milik Jerman. Tidak kalah penting peranan serangan udara untuk menghancurkan pertahanan musuh. Dengan serangan gerak cepat, mendadak dan terus menerus ini musuh mengalami kesulitan dalam berkomunikasi meminta bantuan sehingga dngan mudah dikalahkan.

Strategi Loncat katak


Amerika Serikat secara resmi ikut Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik setelah Jepang menyerang Pearl Harbor tanggal 7 Desember 1941. Setelah Amerika Serikat ikut terjun dalam perang ini secara berangsur dominasi kekuatan Jepang di kawasan Asia Pasifik memudar. Bahkan setelah di bom atom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di Hirosima dan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki Jerman menyerah. Penyerahan Jepang kepada Amerika Serikat ini dilakukan di atas kapal perang USS Missouri tanggal 28 Agustus 1945.

Hal pertama yang dilakukan Jendral Douuglas MacArthur adalah melaksanakan strategi lompat katak. Strategi ini pada intinya menguasai wilayah pulau - pulau yang mempunyai pertahanan lemah. Serangan ini secara efektif menyerang dari wilayah Guadancalnal, Papua, Filipin kemudian berangsur ke wilayah Jepang. Terbukti strategi ini ampuh karena ketika sudah menguasai suatu pulau maka pulau itu ditempatkan pangkalan udara yang digunakan untuk menggempur pulau terdekatnya.

Strategi Kamikaze


Menghadapi strategi loncatt katak Jendral Mac Arthur pihak Jepang melancarkan strategi lebih mengerikan yakni Kamikaze. Ini adalah strategi bunuh diri yakni dengan menggunakan pesawat terbang untuk menghujam langsung ke kapal perang Amerika Serikat. Meski misi bunuh diri namun karena jiwa nasionalis tinggi para pilot Kamikaze ini tidak keberatan. Hasilnya mengerikan yakni sebanyak 1.387 pilot Jepang tewas, membunuh 4.900 awak kapal Amerika Serikat, menenggelamkan 34 kapal Amerika Serikat dan melukai 4.8000 pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Nama Kamikaze diambil dari nama angin yang menyelematkan Jepang dari Invansi Monggol ke Jepang pada tahun 1281. Pasukan Kamikaze ini berasal dari pemuda - pemuda Jepang yang dididik secara keras selama 6 bulan. Sebelum berangkat bunh diri mereka diberi keistimewaan berdoa di Istana Kekaisaran Jepang yang saat itu merupakan hal istimewa. Serangan cukup efektif karena saat itu mayoritas kapal Amerika Serikat berbahat kayu sehingga mudah terbakar.

Strategi gerilya


Setelah Perang Dunia II wilayah Vietnam dibagi dua yakni Vietnam Selatan pro barat dan Vietnam Utara pro komunis. Setalah pembagian itu kedua negara itu saling berperang. Uni Soviet dan Cina mendukung Vietnam Utara dengan bantuan peralatan perang. Sedangkan Vietnam Selatan dibantu Amerika Serikat dengan menerjunkan peralatan perang dan menerjukan marinir secara langsung.

Perang yang terjadi dari tahun 1957 hingga 1975 ini banyak menimbulkan korban di kedua pihak baik nyawa maupun harta benda. Disinilah Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet benar - benar diuji. Paling mencolok adalah dua senjata khas Perang Vietnam. Yakni senapan AK-47 buatan Uni Soviet melawan senapan M16 buatan Amerika Serikat. Di akhir pertempuran akhirnya Amerika Serikat terpaksa hengkang dari wilayah Vietnam karena dikalahkan pasukan Vietnam Utara. Tepatnya tanggal 30 April 1975 Vietnam Selatan berhasil dikalahkan dan secara utuh bergabung dengan Vietnam Utara tanggal 2 Juli 1976. 

Strategi yang digunakan Vietnam Utara untuk mengalahkan Amerika Serikat adalah strategi gerilya. Metode gerilya adalah metode pasukan kecil melawan pasukan besar. Mereka menggunakan sistem hit and run yakni menyerang disaat musuh lengah namun bila musuh menyusun kekuatan kembali segera melarikan diri. Posisi markas juga tidak berada di lokasi perkotaan namun di tempat yang tidak mudah dijangkau musuh. Selain itu metode gerilya ini menggunakan sistem melukai musuh sehingga sekelompok musuh akan kerepotan mengurus satu rekannya. Disaat kerepotan itulah dilakukan serangan habis - habisan untuk menghabisi semuanya. Selain itu pasukan Vietnam Utara sangat banyak dan berprinsip menghabiskan nyawa prajurit tidak masalah yang penting adalah kemenangan. Berbeda dengan Amerika Serikat yang dalam keterbatasan pasukan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel