Kasus Mutilasi Paling Kejam Yang Pernah Terjadi

Setiap orang pasti akan meninggal. Sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang yang sudah meninggal, maka biasanya keluarga atau orang dekat dari almarhum akan menggelar upacara khusus untuk memakamkan mayatnya. Singkatnya, mereka yang masih hidup harus tetap memperlakukan jasad orang-orang yang sudah meninggal secara layak.

Meskipun begitu, kenyataannya tetap saja ada orang yang nekat melakukan tindakan yang melampaui batas kepada mayat manusia. Misalnya dengan memotong-motong atau membuang mayat tersebut supaya mayatnya tidak bisa diidentifikasi. Berikut ini adalah 5 contoh kasus di mana mayat manusia menjadi korban mutilasi dan penodaan.

1. Wanita Lanjut Usia
Linda Buckner
Linda Buckner via richlandsource.com
Patsy Hudson adalah seorang wanita asal AS yang berusia 62 tahun. Sejak bulan Juli 2015, Patsy tidak pernah terlihat lagi di rumahnya. Belakangan diketahui kalau Patsy menjadi korban pembunuhan dan mutilasi setelah potongan-potongan tubuhnya ditemukan di berbagai tempat pada bulan Februari 2016.

Patsy nampaknya juga menjadi korban perampokan karena kartu kreditnya tetap ada yang menggunakan meskipun pemilik aslinya sudah meninggal. Dengan melacak transaksi yang memakai kartu kredit tersebut, polisi berhasil menangkap Linda Buckner (58 tahun) dan pacarnya yang bernama Walter Renz.

Linda dan Walter ditangkap di sebuah tempat perkemahan di Tennessee. Kepada polisi, Walter kemudian menunjukkan 7 tempat berbeda yang menjadi lokasi dibuangnya potongan-potongan mayat Patsy. Salah satu tempat tersebut adalah Sungai Shenandoah, di mana Walter menggunakan tempat tersebut untuk membuang badan Patsy.

Penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh polisi berhasil menemukan bagian-bagian kerangka Patsy yang lain seperti pinggul, tulang punggung, tulang kaki, dan tengkorak. Hakim yang menangani kasus ini lantas menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Linda atas tuduhan pembunuhan. Walter sebenarnya juga hendak diadili, namun karena Walter dianggap berada dalam kondisi yang tidak layak untuk mengikuti persidangan, proses hukumnya tidak dilanjutkan.

2. Anak Berusia 2 Tahun
Anthony Barbour
Anthony Barbour via wbko.com
Laynne Wallace adalah seorang anak perempuan berusia 2 tahun asal Kentucky, AS. Sejak tanggal 18 Mei 2015, Laynne menghilang tanpa jejak. Keluarganya lantas melaporkan kasus hilangnya Laynne kepada polisi keesokan harinya.

Polisi kemudian melakukan pencarian kepada Anthony Barbour karena mereka menerima laporan kesaksian kalau Anthony mungkin memiliki keterkaitan akan hilangnya Laynne. Setelah polisi berhasil menangkap Anthony, polisi menemukan Laynne sudah berada dalam kondisi tak bernyawa dan teronggok di dasar sumur.

Anthony mengaku kalau yang membuang mayat Laynne memang dirinya. Namun Anthony bersikeras kalau ia tidak membunuh Laynne dan Laynne sudah berada dalam kondisi tidak bernyawa saat ia membuang mayatnya.

Uji DNA yang dilakukan pada baju biru Laynne menemukan adanya jejak DNA dari seseorang, namun DNA tersebut bukan milik Laynne. Siapapun pemilik asli DNA tersebut, kuat dugaan kalau dialah pembunuh asli Laynne.

Pengacara pembela Anthony menambahkan kalau Anthony tidak bersalah dan ia membuang mayat Laynne atas perintah dari ibu Laynne sendiri, Kelsey Wallace. Namun Kelsey sendiri masih belum dijerat dengan tuduhan apapun. 

3. Wanita Korban Keracunan Obat
pembunuhan Ashley Gibson
pembunuhan Ashley Gibson via listverse.com
Ashley Gibson adalah seorang wanita asal Urbana, Illinois, AS, yang mendadak menghilang sejak tanggal 18 April 2016. Ia terakhir kali terlihat di sebuah pesta yang digelar di hari sebelumnya. Belakangan diketahui kalau Ashley sudah meninggal dan mayatnya menjadi korban mutilasi.

Sebanyak 6 orang ditangkap terkait menghilangnya Ashley. Bukti rekaman video menunjukkan kalau keenamnya menghadiri pesta yang sama dengan pesta yang dihadiri oleh Ashley. Salah seorang di antara mereka diketahui bernama Davion Hendrick. 

Kendati ditangkap, mereka tidak dijerat dengan pasal pembunuhan karena pemeriksaan pada jasad Ashley menemukan kalau wanita malang tersebut meninggal bukan karena dibunuh, tapi karena keracunan obat atau overdosis.

Menurut jaksa penuntut, pada awalnya Davion dan rekan-rekannya membasuh tubuh Ashley  yang sudah tidak bernyawa. Sesudah itu, mereka memotong-motong mayat Ashley dan membakar sebagian di antaranya. Keenam orang tadi kemudian pergi ke Danau Clinton dan membuang sisa-sisa mayat Ashley di sana. 

Mereka berenam lantas dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan memotong-motong jasad manusia. Hanya empat orang di antara mereka yang menjalani hukuman karena 2 orang lainnya masih berstatus buron.

4. Orang Tua yang Dibunuh Anaknya Sendiri
listverse.com
Frederick via listverse.com
Pada bulan Desember 2014, polisi menemukan mayat manusia dalam kondisi terpotong-potong di sebuah rumah di Pennsylvannia, AS. Lokasi penemuan mayat tersebut juga penuh dengan darah yang berceceran. Mayat tersebut diketahui sebagai mayat pasangan suami istri Lamar Gilbert (76 tahun) dan Olivia Gilbert (73).

Pemeriksaan pada garasi menemukan adanya sisa-sisa mayat mereka yang tersimpan dalam plastik sampah. Kemudian saat polisi memeriksa tempat sampah, polisi menemukan kepala Lamar dan Olivia.

Polisi tidak perlu bersusah payah melakukan pencarian karena pelaku pembunuhan ini ternyata sedang berada di dalam bangunan tersebut. Frederick Harris III (49) adalah pelaku di balik tewasnya Lamar dan Olivia. Hal yang ironis karena Frederick adalah anak dari Lamar dan Olivia.

Saat polisi menemukan Frederick, Frederick nampak sedang mengurung diri di kamar ibunya sambil menyelimuti dirinya. Karena Frederick tidak memberikan tanggapan saat polisi menanyainya, polisi lantas membawa Frederick secara paksa.

Menurut jaksa penuntut, Frederick membunuh ibu kandungnya sendiri dengan cara menusuknya. Sesudah itu, ia menyergap ayah angkatnya saat ia baru kembali dari toko makanan. Bukti rekaman kamera keamanan menunjukkan bagaimana Frederick mencoba menghilangkan barang bukti  

Frederick juga diketahui sempat menarik uang dari rekening ibunya dan kemudian membeli barang-barang semisal tempat sampah untuk menyembunyikan mayat orang tuanya. Menurut polisi, Frederick menghabiskan waktu setidaknya 2 hari untuk memotong-motong mayat orang tuanya dan menyembunyikannya.

Tidak diketahui apa penyebab Frederick tega melakukan tindakan sekejam ini kepada orang tuanya sendiri. Namun faktor kejiwaan diduga menjadi penyebabnya karena saat masih bertugas sebagai tentara, Frederick diketahui mengidap gangguan jiwa bipolar dan memiliki riwayat aksi kekerasan. 

5. Membunuh dan Memperkosa Mayat
Gregory Graf
Gregory Graf via listverse.com
Gregory Graf adalah seorang pria asal Pennsylvannia, AS, yang sudah berusia 54 tahun. Ia adalah pemilik sebuah perusahaan pagar dan memiliki 2 buah rumah. Dengan melihat kehidupannya yang nampak normal dan dipenuhi kemakmuran, tidak ada yang menyangka kalau Gregory nantinya bakal melakukan tindakan yang sadis sekaligus gila. 

Pada tahun 2015, ia menembak seorang wanita bernama Jessica Padgett (33) saat ia sedang singgah di rumah Gregory. Wanita yang sudah memiliki 3 orang anak tersebut langsung tewas di tempat karena Gregory menembaknya di belakang kepala.

Namun tindakan Gregory masih belum berhenti sampai di sana. Ia kemudian memperkosa Jessica sambil merekamnya. Rekaman berdurasi 6 menit tersebut kelak menjadi barang bukti saat Gregory menjalani proses peradilan.

Suami Jessica yang bernama Michael kemudian melaporkan Gregory kepada polisi. Setelah mendalami kasus ini beserta bukti-bukti yang ada, hakim kemudian memutuskan kalau Gregory terbukti bersalah atas tewasnya Jessica. Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Gregory atas tuduhan menodai mayat.

Sumber :
https://listverse.com/2019/12/17/chilling-cases-of-corpse-abuse/
https://www.wcia.com/news/local-news/6-face-felony-charges-for-abuse-of-corpse/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel